Skip to content

PITUNG, SEJARAH PERLAWANAN BETAWI YANG TERDISTORSI

September 6, 2016

ezgif.com-gif-maker

 

BERDASARKAN KITAB AL FATAWI

Pitung atau Pituan Pitulung adalah salah satu organisasi perlawanan rakyat Jakarta yang dibentuk pada tahun 1880 Masehi oleh Kyai Haji Naipin atas saran dari Pejuang Jayakarta dan Sesepuh adat Tempo Dulu. Kyai Haji Naipin adalah seorang yang alim dan juga dikenal sebagai salah satu ahli silat yang handal di kawasan Tenabang.

PITUNG didirikan setelah seluruh anggotanya melewati beberapa tes seperti ujian jurus terakhir illmu silat, ujian ilmu agama yang sudah mereka pelajari, ujian ilmu tarekat serta diakhiri dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh 7 santri terbaik Kyai Haji Naipin. Setelah dinyatakan lulus maka ketujuhnya dibaiat untuk selalu setia dalam jihad fisabillah, setia terhadap persahabatan, selalu menolong rakyat dan hormat dan patuh terhadap orangtua, ulama dan sesepuh adat.

Nama Pitung yang berarti 7 Pendekar Penolong, mengambil dari inspirasi Surat Al Fatehah yang terdiri dari 7 ayat. Oleh karena itu ke 7 Pendekar ini selalu ditekankan untuk terus menghayati dan mengamalkan kandungan Surat Al Fatehah dalam setiap perjuangan mereka.

Diantara ke 7 Pendekar itu maka kemudian dipilihlah yang paling terbaik untuk menjadi pemimpin, jatuhlah pilihan itu kepada salah satu murid yang paling dicintai KH Naipin yaitu Radin Muhammad Ali Nitikusuma. KH Naipin memang sangat sayang pada sosok ini, karena sejak kecil Radin Muhammad Ali adalah seorang Yatim dan beliau juga tahu bagaimana kisah terbunuhnya ayah Muhammad Ali. Sedangkan ibunya telah menikah lagi dengan salah seorang duda yang mempunyai anak yang berada di daerah Kemanggisan. Kasih sayang ulama sufi ini juga sangat wajar karena dia adalah paman Radin Muhammad Ali.

Beliau Radin Muhammad Ali Nitikusuma adalah sosok yang alim dan soleh, pewaris silat Kyai Haji Naipin dan silat-silat warisan pejuang Jayakarta. Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dan pantang kompromi dengan penjajah kafir. Ayahnya syahid dibunuh penghianat bangsa yang diantaranya para Tuan Tanah China dan centeng-centeng bayarannya, harta bendanya dirampas dan keluarga besarnya banyak yang diburu dan difitnah. Beliau yatim sejak umur dua tahun. Di mata penjajah sosok ini lebih dikenal sebagai perampok daripada pejuang.

Orang kedua yang juga tidak kalah hebatnya adalah Ratu Bagus Muhammad Roji’ih Nitikusuma. Dialah otak dibalik semua strategi perlawanan gerakan Pitung. Dikenal licin dan sulit untuk ditangkap. Namanya sering disebut sebagai Ji’ih. Sosoknya alim dan Soleh dan dikenal sangat keras perlawanannya terhadap penjajah kafir. Dia tidak seperti yang digambarkan dalam beberapa film. Dia justru sangat cerdas dan penuh perhitungan.

5 orang lagi juga tidak kalah hebatnya, mereka adalah Abdul Qodir, Abdus Shomad, Saman, Rais, Jebul ( Ki Dulo/Abdulloh). Salah satu dari mereka yaitu Bang Jebul dengan hanya berapa gebrakan jurus “Sira Macan” bahkan pernah membuat babak belur Schout Van Hinne dalam sebuah adu tanding silat di Tangerang sehingga dari kejadian inilah Hinne menjadi sangat dendam terhadap semua anggota Pitung karena merasa telah dipermalukan di depan khalayak ramai. Hinne juga pernah kena batunya saat semua Anggota Pitung menangkapnya di daerah Jelambar. Disini dia dan pasukan marsosenya dihajar habis-habisan. Pasukan Marsosenya yang terkenal sadis lari terbirit birit ketika berhadapan dengan Pitung. Anggota Pitung kesal karena Hinne ini memfitnah Pitung dan mengancam beberapa orang yang pro terhadap perjuangan Pitung. Tapi semua anggota Pitung masih memberikan kesempatan dia hidup dengan catatan dia tidak menindas rakyat dan tidak memfitnah Pitung sebagai gerombolan perampok.

Seperti pada sebuah perjuangan pasti ada resiko..dua orang anggota Pitung yaitu Jebul dan Saman pada tahun 1896 pernah tertangkap dan dipenjarakan di Glodok. Namun mereka berhasil meloloskan diri bahkan berhasil membunuh beberapa marsose. Beberapa anggota Pitung juga harus mengalami mati syahid. Dji’ih tertembak tahun 1899 Masehi, jenazahnya masih bisa diselamatkan. Radin Muhammad Ali syahid ditembak tahun 1905 MasehiUst Ahmad Sahal:
. Beliau ditembak bertubi tubi oleh para Marsose sampai akhirnya rubuh, namun sampai detik detik kematiannya dia tidak menyerah dan terus bertakbir.

Setelah Syahid jasad Muhammad Ali dimutilasi penjajah kafir melalui para inlander yg menjadi “anjing anjing penjajah” yang rela menindas saudaranya sendiri. Jasad Muhammad Ali yang tidak sempurna kemudian disholatkan oleh para alim ulama di kawasan Slipi dan sekitarnya untuk kemudian dimakamkan di daerah Bandengan. Para ulama dan sesepuh yang berada di daerah Jipang Pulorogo (Slipi, Palmerah, Rawa Belong, Kemandoran dan sekitarnya) sangat berduka dengan kematian salah satu pejuang terbaik mereka.

Pitung adalah fakta sejarah, kisah mereka tercatat dalam kitab Al Fatawi, kisah mereka adalah kisah perlawanan kaum muslimin yang tertindas oleh penjajah kafir dan antek anteknya Mereka adalah Mujahid Sejati yang membela agama Islam dan rakyat Jakarta, mereka bukan Perampok, mereka orang orang terpelajar dan juga mengerti tentang dunia politik yang diterapkan penjajah.

Kisah mereka tentu tidak akan pernah sesuai dengan kisah yang berasal dari penjajah kafir baik itu melalui koran mereka ataupun para sejarawan kolonialis yang memang bekerja untuk kepentingan penjajah. Penjajah pada masa itu dengan politik devide et imperanya bahkan berusaha untuk menciptakan Pitung-Pitung palsu untuk memancing Pitung Pitung asli keluar dari persembunyian. Bahkan saat syahidnya Radin Muhammad Ali , salah satu fihak yang menjebaknya mengaku sebagai Pitung asli.

Para anggota Pitung adalah manusia biasa, mereka tidak mempunyai ilmu macam-macam apalagi sampai memakai jimat seperti yang disebarkan beritanya oleh Belanda kalau Pitung Sakti mandraguna. Isu peluru emaspun dibuat-buat dan disebarkan kepada masyarakat agar Radin Muhammad Ali dianggap sosok sakti namun ternyata Belanda ternyata bisa membunuhnya, Belanda menciptakan cerita fiktif seperti ini agar masyarakat semakin takut. Jasadnya sengaja dimutilasi agar masyarakat kehilangan jejak sejarahnya dan juga tidak bisa lagi menziarahi makamnya. Namun sekalipun jasadnya terpencar kisah kepahlawanan pejuang tangguh ini tidak akan pernah hilang dari tanah Jakarta ini…

Kematian dua orang dedengkot Pitung tentu mengguncangkan perasaan keluarga besar mereka yang ada di wilayah Jipang Pulorogo (kini merupakan daerah Slipi, Palmerah, Kemanggisan, Rawa Belong, Kemandoran dan sekitarnya), sehingga akhirnya banyak dari mereka yang trauma dan menutup diri terhadap fihak luar (terutama oknum-oknum pendatang yang telah setia menjadi “anjing-anjingnya penjajah”) Mereka betul-betul semakin terpukul karena kematian dua orang Mujahid itu telah melibatkan oknum-oknum bayaran pribumi yang disewa para tuan tanah china dan penjajah kafir..lagi-lagi politik devide et impera dimunculkan.

Pasca kematian dua orang tokoh utama Pitung, penjajah semakin gencar membuat berita dan kabar bohong tentang Pitung, digambarkan kalau Pitung itu identik dengan ilmu-ilmu yang aneh dan senang pakai jimat, padahal semua anggota Pitung hanya diajarkan ilmu beladiri dan juga ilmu ilmu agama seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqih, Ilmu Hadist, Ilmu Tassawuf, Ilmu Tauhid, Ilmu Alat dan juga pengetahuan tentang strategi-strategi perlawanan. Mereka juga melek terhadap dunia politik yang berkembang pada masa itu, sehingga karena lengkapnya pengetahuan mereka, penjajah menghabisi gerakan ini sampai ke akar akarnya yang salah satunya dengan cara menghancurkan sejarah asli Pituan Pitulung, tidak heran ada kabar bahwa Pitung katanya orang China, Pitung katanya dari daerah luar, padahal semua anggota Pitung pribumi asli Jakarta yang sudah menetap ratusan tahun.

PITUAN PITULUNG….1 untuk 7….7 untuk 1

7 Golok adalah jiwa kesatria mereka
Allah SWT Dasar hidup mereka
Rasulullah SAW panutan suci mereka

Al Fatehah untuk KH Naipin, Asy-Syahid Radin Muhammad Ali Nitikusuma, Asy-Syahid Ratu Bagus Muhammad Roji’ih Nitikusuma, Abdul Qodir, Abdus Shomad, Rais, Saman, Abdullah (Jebul)

Disarikan dari KITAB AL FATAWI yang dtulis ulang dari tulisan lama ke dalam bahasa arab melayu oleh Al Allamah Asy-Syekh
H Ratu Bagus Ahmad Syar’i/Kumpi Syari/Babe Betawi) atas perintah Guru Mansur Sawah Lio tahun 1910 Masehi di Jakarta.

Dipublikasikan kembali oleh : Ustadz Ahmad Sahal.

 

Kisah Inspiratif Dokter yang Mati Suri: Aku Melihat Surga dan Neraka

September 5, 2016

output_JW5OdS

 

Di dalam Al Qur’an Surat Az-Zumar Ayat 42, Allah Aza Wa Zala telah menyampaikan :

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (Q.S. As Zumar : 42)

Seorang dokter anestesi asal California, Rajiv Parti, mengaku pernah berkelana ke alam baka tanpa disengaja. Saat itu, menurutnya, ia melayang di antara surga dan neraka.

Peristiwa tersebut berawal dua hari sebelum Natal 2010. Parti dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam dengan suhu melebihi 40 derajat Celsius.

Ia pun harus menjalani operasi darurat untuk mengeringkan daerah panggulnya dan mengambil sfingter akibat infeksi yang telah menyebar ke darahnya.

Berbaring di tempat tidur operasi, sekarat, dan jatuh tak sadarkan diri, membuat Parti membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk dapat benar-benar ‘bangun’.

“Ketika dokter bedah melakukan operasi terhadap tubuhku, aku dapat melihat tindakan itu dari langit-langit,” ujarnya kepada News.com.au seperti dikutip Liputan6.com pada Minggu (4/9/2016).

“Pada awalnya aku pikir ahli anestesi telah mencampurkan obat untukku, karena ada satu benda mirip ketamin yang dapat memberikan rasa ‘keluar’ dari tubuh.”

Ilustrasi (sumber : telegraph.co.uk)© Disediakan oleh Kreative Media Karya Online Ilustrasi (sumber : telegraph.co.uk)“Tapi ketika aku memeriksa catatan medis setelah bangun dari operasi, itu bukan penyebabnya. Kesadaran saya pergi ke tempat yang berbeda–mati suri,” imbuhnya.

Saat ‘melayang’ di atas tubuhnya yang dioperasi, Parti mengaku mendengar lelucon yang dilontarkan oleh dokter bedah dan dapat mencium bau infeksi yang ada di dalam tubuhnya. Ia pun masih mengingat hal itu ketika telah sadar.

“Ketika meninggalkan tubuhku, aku dapat melihat operasi yang dilakukan kepadaku, aku dapat mencium infeksi itu dan mendengar sesuatu yang dikatakan dokter bedah,” ujarnya.

“Ketika aku telah tersadar, aku mengulang lelucon itu kepadanya.”

“Dokter bedah pun mengatakan, mungkin dosis anestesi yang diberikan kepadaku terlalu ringan dan menyebabkan aku setengah terjaga ketika operasi. Namun aku tak merasakan sakit, jadi aku tahu itu bukan penyebabnya,” jelasnya.

Ilustrasi kiamat (manataka.org)© Disediakan oleh Kreative Media Karya Online Ilustrasi kiamat (manataka.org)Ketika ‘keluar’ dari tubuhnya, Parti mengaku berkelana ke dalam dunia yang tampak seperti neraka, di mana ia melihat kegelapan, api, dan mendengar makhluk yang meratap.

“Reaksi pertamaku ketika melihat tempat ini adalah ‘mengapa aku di sini’ dan ‘apa yang telah kulakukan’, aku telah tiba di gerbang neraka,” ujarnya.

Namun, ayahnya tiba-tiba muncul dan menggiring dia ke sebuah terowongan cahaya. Kegelapan yang tadinya ia alami berganti dengan “cahaya seribu matahari yang tak menyakiti mata.”

Parti memahami bahwa cahaya itu merupakan cinta yang murni. Ia diberi kesempatan kedua untuk kembali dan mengubah hidupnya sepenuhnya.

Titik Balik Kehidupan Parti

Parti yang merupakan Kepala Anestesi di Rumah Sakit Jantung Bakersfield pada 2008, meyakini ia dipertemukan dengan neraka karena telah menjadi dokter yang sangat egois.

Kebahagiannya ia bangun dari kekayaan luar biasa dan pekerjaan prestisenya. Parti juga tinggal di rumah mewah, memiliki beberapa mobil, dan mampu membeli hampir apapun yang ia mau.

Namun kekayaannya tak membuat dirinya menjadi sosok bijaksana.

“Aku adalah orang yang sangat egois. Ketika menjadi dokter, aku tak memiliki kepekaan terhadap pasien-pasienku,” ujarnya.

“Ketika bertemu dengan pasein, aku selalu bertanya kepada diri sendiri,’Apa yang bisa aku dapatkan dari orang ini?’,” kenangnya.

Pada Agustus 2008, Parti didagnosa menderita kanker prostat. Operasi untuk mengobati penyakitnya itu membuatnya mengalami rasa sakit luar biasa.

Ia pun mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang menyebabkan dirinya kecanduan. Tak lama setelah itu, ia didiagnosis mengalami depresi.

Saat ini Parti sedang menjalankan misi untuk mengajarkan kebenaran yang telah menjadi tujuan hidupnya (News.com.au)© Disediakan oleh Kreative Media Karya Online Saat ini Parti sedang menjalankan misi untuk mengajarkan kebenaran yang telah menjadi tujuan hidupnya (News.com.au)Parti meyakini, hal tersebut membuatnya mengalami mati suri dan memberikan pengalaman menuju gerbang neraka sebelum bertemu dengan ayahnya yang menggiringnya menuju cahaya.

“Aku dengan mudah dapat menghidupkan kembali pengalaman saat mati suri. Dari pertemuan dengan ayah hingga berada di tepi neraka, ke kehidupan masa lalu yang menjelaskan egoku, hingga pertemuan dengan Malaikat Pelindung yang keluar dari ladang bunga dan bersinar dengan kekuatan cinta yang tak terlukiskan,” ujarnya dalam buku Dying to Wake Up.

“Di tempat surgawi itu, mereka memberiku arah hidup baru dengan berkata ‘Sekarang saatmu untuk sembuh dari penyakit jiwa: kecanduan, depresi, nyeri kronis dan kanker,” imbuhnya.

Sebelum mengalami mati suri, Parti mengaku bahwa dirinya tak percaya adanya hidup setelah mati. Namun saat ini ia sedang menjalankan misi untuk mengajarkan kebenaran yang telah menjadi tujuan hidupnya.

Parti membagi pengalaman tersebut ke dalam buku yang berjudul Dying to Wake Up: A Doctor’s Voyage into the Afterlife dan Wisdom He Brought Back.

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun,”[QS. An-Nahl: 61].

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya”. [QS. Al-Mulk:2]

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk:2).

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah,” (QS. Al-Qashash: 88).

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati,” (QS. Ali Imran: 185).

Hakikat Al-Quran yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan membuktikan akan kebenaran firman Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu renungkanlah. siapakah yang mengatur kerja dari waktu ketika sel-sel dalam tubuh manusia bekerja? Siapakah yang melindunginya dari segala kerusakan yang mungkin terjadi? Siapakah yang mengawasi atas pemeliharaannya,dan siapakah yang menyediakan dan membekalinya berupa energi yang dibutuhkan. Semua karena kekuasaan Allah SWT

CAHAYA MUKMIN : INILAH 3 KUNCI RAHASIA MEMASUKI SURGA ‘ADN (SURGA VIP) YANG DISEDIAKAN ALLAH SEHINGGA DAPAT BERKUMPUL BERSAMA RASULULLAH.

September 1, 2016

 

ezgif.com-add-text (11)

 

Sebagaimana Janji Allah kepada Mukmin baik Laki laki maupun Perempuan dalam Al Qur’an Surat At Taubah ; 72, yaitu :

 

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (Q. S. At Taubah : 72)

 

Surga ‘Adn adalah VIP nya Surga karena di sana kita akan berkumpul dengan Rasulullah dan para sahabat dan muslimin terbaik selama di dunia dengan berbagai Fasilitas mewah yang Allah sediakan kepada hambaNya.

 

Namun untuk bisa Memasuki Surga VIP tersebut seorang Mukmin harus memiliki 3 Anak Kunci ini yang telah diberikan kepada Rasulullah untuk dibagikan kepada Ummat Islam, ada pun yang dimaksud 3 Anak Kunci tersebut adalah sebagai berikut :

 

 

 Kunci ke 1 >> Memperbanyak Sujud kepada Allah

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Saya bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, ‘Mintalah kepadaku.’ Maka aku berkata, ‘Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga -dia berkata, ‘Atau dia selain itu’. Aku menjawab, ‘Itulah yang dia katakan-maka beliau menjawab, ‘Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud’.” (HR. Muslim : 754)

 Pelajaran dari Hadist :

Pertama : Memperbanyak sujud dalam hadits di atas maksudnya adalah memperbanyak sholat sunnah. Berkata an-Nawawi di dalam Syareh Shahih Muslim ( 4 / 206  ) :

“ Hadist di atas terdapat anjuran untuk memperbanyak sujud, dan yang dimaksud sujud di sini adalah sujud di dalam sholat.  Hadist ini merupakan dalil bahwa memperbanyak sujud lebih utama dari memperpanjang ketika berdiri. “

Kedua : Bersujud menjadi salah satu jalan menuju syurga karena sujud merupakan posisi di mana seorang hamba paling dekat dengan Allah.  Sebagaimana tersebut dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

 “ Posisi hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika dia bersujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya.” ( HR.Muslim, 483 )

Hadist ini sesuai dengan firman Allah :

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“ Dan sujud dan mendekatlah . “ ( Qs. al-‘Alaq : 19 )

Ketiga : Sujud merupakan simbol tawadhu’ dan ibadah kepada Allah, karena ketika sujud seseornag meletakkan anggota badan yang paling dia muliakan dan yang paling tinggi posisinya, yang kemudian begitu saja diletakkan di atas tanah yang diinjak setiap hari.

Keempat : Hadist di atas menunjukkan bahwa seseorang yang menyatakan cintanya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam harus dibuktikan dengan memperbanyak sujud kepada Allah. Dan barang siapa yang menyatakan cintanya kepada Allah, maka harus mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berkata al-Munawi di dalam Faidhu al-Qadir (  4/440) :

وفيه أن مرافقة المصطفى صلى الله عليه وسلم في الجنة من الدرجات العالية التي لا مطمع في الوصول إليها إلا بحضور الزلفى عند الله في الدنيا بكثرة السجود انظر أيها المتأمل في هذه الشريطة وارتباط القرينتين لتقف على سر دقيق فإن من أراد مرافقة الرسول صلى الله عليه وسلم لا يناله إلا بالقرب من الله ومن رام قرب الله لم ينله إلا بقرب حبيبه  (قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله) أوقع متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم بين المحبتين وذلك أن محبة العبد منوطة بمتابعته ومحبة الله العبد متوقفة على متابعة رسوله صلى الله عليه وسلم.

“ Dalam hadist tersebut diterangkan bahwa menemani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di syurga merupakan derajat yang tinggi yang tidak bisa dicapai kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memperbanyak sujud.  Maka lihatlah, wahai pemerhati terhadap syarat ini dan hubungannya antara dua indikasi, agar anda mengetahui suatu rahasia yang sangat halus, bahwa barang siapa yang menginginkan untuk menemani Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah. Dan barang siapa ingin dekat dengan Allah, maka tidak akan mendapatkannya kecuali harus mendekati orang yang dicintainya ( yaitu nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam ) Allah berfirman ( Qs. Ali Imran : 31 ) : ( Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” .) Di sini mencintai Rasul terletak antara dua kecintaan. Hal itu karena kecintaan hamba tergantung kepada keikutannya ( kepada Rasulullah ). Dan kecintaan Allah kepada hamba tergantung kepada keikutannya ( kepada Rasulullah ). “

Kelima : Memperbanyak sujud adalah salah satu aktivitas yang menyehatkan otak manusia. Dr.Fidelma O Leary, Ph d,  Neuroscience dari St. Edward’s University, dalam penelitiannya menemukan sejumlah fakta, diantaranya bahwa aktivitas sujud ternyata membawa dampak positif di dalam kesehatan.. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Urat syaraf ini baru bisa dimasuki darah pada saat manusia bersujud.  Dan yang lebih mengejutkan lagi, bahwa urat syaraf ini hanya memerlukan darah pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu pada waktu-waktu shalat lima waktu.

Menurut Prof. Hembing,  bahwa jantung letaknya di bawah otak, maka   dia hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia,  dengan memperbanyak sujud, apalagi jika sujudnya lama, maka hal itu akan menambah kekuatan aliran darah ke otak . Hal itu karena pada sujud, jantung manusia sedang berada di atas otak kepala, sehingga darah bisa mengalir ke otak secara maksimal.

Dr. Muhammad Dhiyauddin Hamid, seorang dosen ilmu biologi dan ketua departemen radiasi makanan di pusat teknologi radiasi Kairo, dalam penelitiannya menemukan bahwa sujud bisa menyembuhkan penyakit  nervous, ( salah satu jenis penyakit penyimpangan perilaku, seperti grogi, gelisah, dan takut)

 

KUNCI ke 2 >>  HILANGKAN PENYAKIT HATI

 

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:

Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.

“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]

Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.

Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.

Sombong

Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.

Allah melarang kita untuk menjadi sombong:

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]

“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]

Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]

Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.

Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.

Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:

“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]

Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?

‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)

Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.

Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.

Iri dan Dengki

Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.

Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.

Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)

Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:

“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]

Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.

Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)

 

Kunci ke 3 >> Ber-SEDEKAH-lah dijalan ALLAH.

 

Islam menganjurkan para penganutnya untuk berlomba-lomba bersedekah dan membelanjakan harta untuk amal-amal sosial. Rasa solidaritas dan gotong royong dipupuk dan ditanamkan dalam hati dan jiwa kaum muslimin melalui ayat-ayat Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah sebagaimana difirmankan oleh Allah swt.:

 

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqarah 245).

 

Ayat ini menetapkan bahwa orang yang memberi harta dan atau pertolongan kepada orang yang butuh dan yang tidak punya, ia sebenarnya memberi pinjaman kepada Allah dan berhubungan dengan Dia, dan bahwa Dialah yang akan membayarnya kembali berlipat ganda berupa barakah dan pertumbuhan rezki. Barakah dan pertumbuhan rezki itu dijelaskan dalam ayat tersebut di bawah:

 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.”(Al-Baqarah 261).

 

Seirama dengan maksud ayat tersebut di atas bersabdalah Rasulullah saw.:

 

من تصدّق بعدل تمرة من كسب طيّب ولا يقبل الله إلاّ الطّيّب، وإنّ الله تعالى تتقبّلها بيمينه ثمّ يربّيها كما يربّى أحدكم فلوّه حتّى تكون مثل الجبل.

 

“Barangsiapa bersedekah dengan senilai sebuah kurma, yang dikeluarkannya dari harta yang baik (halal) dan Allah tidak menerima melainkan barang yang baik, maka Allah akan menerima sedekah itu dengan kanan-Nya, lalu dipeliharanya seperti salah seorang daripada kamu memelihara anak ontanya sampai menjadi besar dan gunung.

 

Sesungguhnya harta kekayaan itu adalah barang titipan yang dititipkan oleh Allah kepada orang-orang yang memilikinya dan yang swaktu-waktu dapat dicabut daripadanya. Pemilik-pemilik itu adalah sebagai penguasa Allah atas harta milik itu untuk digunakannya bagi menutup kebutuhan orang-orang yang butuh dan meringankan kesengsaraan orang-orang yang menderita serta membelanjakannya pada usaha-usaha sosial yang ada hubungannya dengan kepentingan umum dan hajat hidup orang banyak dan yang dapat memberi kehidupan yang layak dan tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi umat dan negara.

 

Allah swt. berfirman:

 

“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Al-Hadid 7).

 

“Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi.” (Al-Hadid 10).
Harta benda dan harta kekayaan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jiwa dan hati seseorang dan tidak jarang merangsangnnya untuk melakukan tingkah laku dan tindakan-tindakan yang membinasakan dirinya sendiri. Di samping itu pengaruh cinta harta benda dapat mengubah mental manusia dan menjadikannya seorang yang bakhil, serakah, egoistis dan pengecut serta lain-lain sifat yang bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang baik. Maka untuk menipiskan cinta yang berlebihan kepada harta kekayaan, Allah melatih hamba-hamba-Nya agar beramal sosial dan melakukan kebaktian dengan harta-bendanya, sehingga dengan berbuat demikian ia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh harta yang merusak itu.

 

Berfirman Allah swt.:

 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali-Imran 92).

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (At-Taubah 103).

 

Mereka yang suka memberi pertolongan kepada sesama manusia dan mengulurkan tangan memberi sedekah dan bantuan kepada yang membutuhkannya akan memperoleh barakah dari Tuhan dan do’a dari para malaikat. Bersabda Rasulullah saw.:

 

ما من يوم يصبح العباد فيه إلاّ وملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهمّ أعط منفقا خلفا، ويقول الأخر: اللهمّ أعط ممسكا تلفا.

 

“Tiada suatu pagi hari berlalu melainkan ada dua malaikat turun. Berkata satu di antara dua malaikat itu: “Ya Allah berilah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya,”

 

sedang yang lain berkata: “Ya Allah berilah kebinasaan kepada harta orang yang menggenggamnya (Tidak menafkahkannya).”

 

خيرالنّاس أنفعهم للنّاس.

 

“Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia.”

 

Orang-orang yang berbudi baik (dermawan) selalu berada di bawah lindungan Allah, dilindunginya dari kejahatan dan dari bencana-bencana yang menimpa. Bersabda Rasulullah saw.:

 

صنائع المعروف تقي مصارع السّوء والصّدقة فى خفاء تطفئ غضب الرّبّ وصلة الرّحم تزيد فى العمر وكلّ معروف صدقة وأهل المعروف فى الدّنياهم أهل المعروف فى الأخرة وأهل المنكر فى الدّنياهم أهل المنكر فى الأخرة وأوّل من يدخل الجنّة أهل المعروف

 

“Amal-amal kebajikan dapat mencegah kejahatan yang akan menimpa. Dan sedekah yang disembunyikan memadamkan murka Tuhan. Silaturahmi menambah umur dan tiap perbuatan baik adalah sedekah. Ahli-ahli kebajikan di dunia merekalah juga ahli kebajika di akhirat dan ahli-ahli mungkar di dunia merekalah juga ahli-ahli mungkar di akhirat. Dan yang pertam akan masuk syurga ialah ahli-ahli kebajika (orang-orang yang baik budi).”

 

Hendaklah tiap orang berusaha sekuat tenaganya berbuat baik dan berlomba-lomba melakukan amal-amal kebajikan.

 

Bersabda Rasulullah saw.:

 

على كلّ مسلم صدقة: قالوا: يانبيّ الله فمن لم يجد؟ قال: يعمل بيده فينفع نفسه ويتصدّق، قالوا فإن لم يجد؟ قال: يعين ذاالحاجة الملهوف، قالوا فإن لم يجد؟ قال: فليعمل بالمعروف وليمسك عن الشّرّ فإنّهاله صدقة

 

“Hendaklah tiap muslim bersedekah, bertanya para sahabat: “Hai Nabi Allah, jika tidak ada yang disedekahkan?” Bersabda Rasulullah saw.: “Bekkerja dengan tangannya memanfaatkan dirinya dan bersedekah.” “Jika tidak dapat?” bertanya lagi para sahabat. “Menolong orang yang berkebutuhan yang sedang payah,” jawab Rasulullah.. “Jika tidak dapat?, tanya lagi para sahabat, yang dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya: “Hendaklah beramal kebajikan, menahan diri dari perbuatan yang buruk dan itulah sudah merupakan sedekah.”

 

Diriwayatkan oleh Abu Dzar Elghifari r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

 

على كلّ نفس في كلّ يوم طلعت فيه الشّمس صدقة منه على نفسه قلت يارسول الله من أين نتصدّق وليس لنا أموال؟ قال: من أبواب الصّدقة التّكبير وسبحان الله والحمد لله ولا إله إلاّالله وأستغفرالله وتأمر بالمعروف وتنهى عن المنكر وتعزل الشّوك عن طريق النّاس والعظم والحجر وتهدى الأعمى وتسمع الأصمّ والأبكم حتّى يفقه وتدلّ المستدلّ على حاجة له قد علمت مكانها وتسعى بشدّ ساقيك إلى اللّهفان وترفع بشدّ ذراعيك مع الضّعيف، كلّ ذلك من أبواب الصّدقة على نفسك

 

“Pada tiap hari di kala matahari terbit, tiap jiwa diwajibkan bersedekah.”Bertanya Abu Dzar: “Bagaimana kami bersedekah sedang kami tidak mempunyai harta?” Rasulullah menjawab: “Di antara pintu-pintu sedekah, ialah bertakbir, bertasbih, bertahmid, bertasyahud, beristighfar, beramal ma’ruf bernahi mungkar, menyingkirkan rintangan-rintangan di jalan yang dilalui orang seperti duri, tulang dan batu dan menuntun orang buta, memberi pengertian kepada orang yang tuli dan bisu sampai mengerti, memberi petunjuk kepada orang yang mencari sesuatu yang engkau tahu tempatnya, mendatangi orang yang mminta tolong yang susah, payah dan lemah dengan menyingsing baju dan betis, semuanya itu adalah merupakan sedekah bagi dirimu.”

 

Dan dalam sebuah hadits qudsi:

 

إنّ الله عزّ وجلّ يقول يوم القيامة: ياابن أدم مرضت فلم تعدنى، قال ياربّ كيف أعودك وأنت ربّ العالمين، قال: أما علمت أنّ عبدى فلانا مرض فلم تعده، أمالوعدته لوجد تنى عنده. ياابن أدم إستطعمتك فلم تطعمنى، قال ياربّ كيف أطمك وأنت ربّ العالمين؟ قال: أما علمت أنّه استطعمتك عبدى فلان فلم تطعمه، أما علمت أنّك لو اطعمته لو جدت ذلك عندى. ياابن أدم إستسقيتك فلم تسقنى، قال ياربّ كيف أسقيك وأت ربّ العالمين، قال إستسقاك عبدى فلان فلم تسقه، أما إنّك لو سقيته لوجدت ذلك عندى

 

“Berfimanlah Allah swt. pada hari kiamat: “Hai anak Adam, aku sakit, engkau tidak menjenguk-Ku,” Berkata Ibnu Adam: “Bagaimana aku dapat menjenguk-Mu padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam.” Berfirman Allah: “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku Fulan sakit dan tidak engkau jenguk, padahal kalau menjenguknya, engkau akan mendapatkan Aku padanya.” “Hai anak Adam”, Allah berfirman, “Aku telah minta makan kepadamu dan engkau tidak memberinya.” Anak Adam menjawab: “Bagaimana aku memberi makan pada-Mu padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam?” Allah berfirman: “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku Fulan minta makan dari padamu dan engkau tidak memberinya, tidakkah engkau tahu bahwa kalau engkau memberi makan padanya engkau akan mendapatkan Aku padanya.” Allah berfirman: “Hai Anak Adam, Aku minum kepadamu dan engkau tidak memberinya.” Anak Adam menjawab: “Ya Tuhanku, Bagaimana aku memberi minum kepada-Mu padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam?” Berfirman Allah: “Hamba-Ku Fulan minta minum kepadamu dan engkau tidak memberinya, andaikan engkau memberinya niscaya engkau akan menemukannya pada-Ku.

*Kenapa Seorang Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?*
______________________________

Sebagaimana firman Allah:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

*”Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…”* {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
*”Maka aku dapat melaksanakan umroh”* atau
*”Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa”* dll?

Berkata para ulama,
*Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…*

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya. Ini Juga alasanya kenapa Sedekah Itu adalah Jalan Tol nya menuju Surga VIP (Surga ’Adn) yang dijanjikan oleh Allah subhana wa ta’ala.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

*“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.”* (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka…

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

*“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, *“Iya”*. (HR. Bukhari & Muslim) *

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah…

 

Disusun oleh CahyaIman, digali dari berbagai Sumber.

 

” Kisah Agen misi untuk menghancurkan Islam “

Agustus 30, 2016

 

shariffa-carlo
Ini adalah kisah hidupku. Aku mempunyai rencana, organisasi yang mengirimku juga mempunyai rencana dan Allah merupakan sebaik-baik pembuat rencana. Saat remaja, aku sudah tertarik dengan kelompok yang berisi orang-orang yang membenci Islam. Mereka ini mayoritas bekerja di departemen pemerintahan negara dengan satu agenda spesial yakni menghancurkan Islam. Mereka memakai posisinya untuk mempengaruhi kebijakan negara Amerika terhadap semua yang ada hubungan dengan Islam.
Salah satu anggota dari kelompok ini mendekatiku. Dia lihat potensi serta semangatku, kemampuanku bicara di depan umum serta kepedulian untuk menyuarakan hak-hak wanita. Dia menyarankanku untuk mengambil kuliah juruan Jalinan Internasional bagian Timur Tengah. Sesudah lulus, dia menjamin saya segera dapat bekerja di Kedutaan Amerika di Mesir. Lelaki ini ingin saya memakai posisiku untuk mempengaruhi wanita Mesir supaya terjadi Gerakan Wanita Mesir yang menuntut hak-haknya.
Menurutku ini ide yang bagus. Saya lihat sendiri di TV, wanita Mesir dalam kondisi ditindas dan tertindas. Saya ingin menyelamatkan mereka dengan kebebasan menuju sinar kebebasan era 20.
Pergi dari niat ini, saya juga mendaftar kuliah serta memulai pendidikanku. Di perkualiahan, saya belajar Al Quran, hadits, serta sejarah Islam. Saya juga pelajari langkah memakai pengetahuan ini untuk merusak Islam. Saya juga mengasah kemampuanku untuk mengolah kata supaya seakan-akan merekalah (para wanita Mesir) yang mengatakannya. Lantaran sungguh, kalimat yaitu senjata yang begitu bernilai. Namun makin saya pelajari Islam, saya makin penasaran. Serta ini cukup membuatku takut. Untuk meredakan rasa takut ini, saya juga mengambil kelas Kekristenan.
Saya pilih kelas yang diajar oleh profesor dengan reputasi bagus serta memunyai gelar Ph. D. di bagian teologi dari Kampus Harvard. Saya terasa ada di tangan orang yang pas. Serta ya… saya memang ada di tangan orang yang pas, namun bukanlah seperti yang saya pikirkan. Nyatanya profesor ini yaitu penganut Kristen Unitarian. Dia tak yakin pada keyakinan trinitas terlebih pada ketuhanan Yesus. Sebaliknya, dia jadi yakin kalau Yesus itu yaitu seseorang Nabi.
…kata-kata adalah senjata yang sangat berharga. Tapi semakin aku mempelajari Islam, aku semakin penasaran. Dan ini cukup membuatku takut. Untuk meredakan rasa takut ini, aku pun mengambil kelas Kekristenan…
Dia membuktikan apa yang diyakininya ini dengan mengambil Bible dari sumbernya dalam bhs Yunani, Hebrew serta Aramaic. Dia juga tunjukkan di mana letak pergantian itu. Tak itu saja, dia juga tunjukkan bebrapa momen bersejarah yang menyebabkan terjadinya pergantian ini. Waktu perkuliahan selesai, saya tahu keyakinan lamaku sudah rusak. Namun, waktu yang sama saya masihlah belum siap untuk terima Islam.
Saat juga selalu jalan. Saya melanjutkan studi untuk diriku sendiri serta saat depanku sekitaran 3 th.. Sepanjang bebrapa saat ini, saya selalu mempertanyakan kepercayaan Islam ini pada Muslim yang kutemui. Salah satu Muslim itu yaitu lelaki anggota dari Asosiasi Pelajar Muslim. Alhamdulillah, dia lihat ketertarikanku pada Islam. Dia juga mengupayakan saat secara pribadi untuk mengajariku Islam. Di setiap peluang yang ada, dia selalu berdakwah padaku. Semoga Allah mengaruniakan pahala padanya.
Sehari, lelaki ini menghubungiku. Dia memberitahuku kalau ada sekumpulan Muslim yang datang mengunjungi kota tempat kami tinggal. Dia ingin saya bertemu dengan mereka. Saya juga sepakat. Kami berjumpa habis Isya di satu ruang yang diisi minimal 20 lelaki di dalamnya. Mereka menyambutku serta mempersilakanku untuk duduk. Di depan, saya bertemu dengan seorang lelaki Pakistan yang berumur cukup lanjut.
Masya Allah, ayah ini benar-benar menguasai materi Kristen dengan baik. Kami berdiskusi mengenai beragam hal baik dari Bible serta Quran sampai Subuh mendekati. Di titik berikut, dia lakukan suatu hal yang belum pernah dilakukan siapa juga sebelumnya. Dia mengundangku untuk masuk Islam.
Tiga th. saya mencari serta pelajari Islam, belum ada satu juga yang pernah mengundangku untuk masuk Islam. Saya diajari mengenai Islam, berargumen tentangnya bahkan mengejek agama ini namun tak pernah ada terlebih dulu orang yang mengundangku untuk masuk Islam. Jadi saat ayah ini mengundangku, rasa-rasanya seperti gayung bersambut. Semua tampak masuk akal. Saya tahu kalau berikut saatnya. Saya juga tahu kalau berikut kebenaran jadi saya mesti membuat ketentuan.
Alhamdulillah, Allah buka hatiku hingga saya juga berkata, “Ya, saya ingin jadi Muslim. ”
Waktu itu juga, ayah ini membimbingku mengucap kalimat syahadat baik dalam bhs Inggris ataupun dalam bhs Arab. Saya bersumpah untuk Allah, waktu mengucap syahadat itu ada sensasi aneh yang kurasakan. Rasa-rasanya beban yang begitu berat serta besar di dada ini terangkat. Saya juga menarik napas panjang seakan baru pertama kali itu saya dapat bernapas.
Alhamdulillah Allah memberiku hidup yang baru, bersih, serta peluang untuk masuk jannah. Saya berdoa supaya seumur hidupku sampai akhir kelak saya juga mati dalam keadaan sebagai seorang Muslim. Aamiin.

Sumber : VOA-Islam & KhasanahInfo

Kisah Dr. Laurence Brown: Seorang Ateis yang Menjadi Muslim

Agustus 29, 2016

 

dr brown

Sebagian orang menghampiriku dan bertanya bagaimana aku menjadi muslim. Jadi aku ingin menceritakannya untuk menjawab pertanyaan orang-orang dan membuat orang-orang tahu bagaimana aku membuat perubahan besar dalam hidupku.
Kisahnya membawa kita kembali pada tahun 1990. Sebelum tahun 1990, aku seperti orang Amerika pada umumnya. Aku mengikuti filosofi hidup bahwa seseorang yang mati dengan kekayaan terbanyak berarti telah menang. Aku menghabiskan hidupku untuk mencari kekayaandan hanya itulah satu-satunya tujuan hidupku. 

Pada tahun 1990, anak perempuanku lahir, yaitu Christina. Dia bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan anak lain sebelumnya. Jika aku mendirikannya, dia bisa berdiri sendiri. Dan aku seorang dokter di bidang medis, aku mengerti bahwa itu tidak mungkin bisa dilakukan bayi yang baru lahir, tapi aku tidak menganggapnya sebagai sebuah mukjizat. Aku menganggapnya hanya sebagai sesuatu yang menarik, tapi kurasa aku tidak paham pesan dibaliknya. Kurasa pesannya harus datang kepadaku untuk kedua kalinya. Dan kedua kalinya pesan Tuhan datang dalam cara yang lebih dramatis.

Jadi 10 bulan kemudian, pada tahun 1990, anak perempuan keduaku, Hannah terlahir. Dan Hannah dipindahkan langsung dari ruang bersalin di rumah sakit ke bagian Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan mereka tidak memberitahuku apa alasannya. Aku seorang dokter yang bekerja di rumah sakit George Washington University, yang merupakan salah satu rumah sakit paling terkenal di Amerika Serikat. Itulah rumah sakit dimana Presiden Ronald Reagan dirawat ketika dia tertembak. Perawatan medis di rumah sakit itu mempunyai standar yang tinggi.

 

Jadi ketika aku tahu bahwa anak perempuan keduaku membiru, aku sangat khawatir. Aku melihatnya dalam Intensive Care Unit (ICU), mulai dari dadanya hingga ke ujung kakinya, dia begitu lebam, dia berwarna biru gelap. Dan untukmu yang bekerja di bidang medis tentunya tahu apa artinya itu. Tapi untuk kalian yang tidak tahu, ketika kalian melihat urat-urat kalian di tangan, pada tangan orang kulit putih, urat itu berwarna biru. Alasannya adalah ketika darah membawa oksigen maka warnanya merah. Ketika darah tidak membawa oksigen maka warnanya berubah biru dan seperti itulah warna tubuh anakku.

 

Kami melakukan Cardiac Ultrasound dan ternyata dia mengalami penyempitan pembuluh darah.Sedangkan pembuluh darah adalah alat transportasi utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Dan penyempitan pembuluh darah adalah mengecilnya jalur pembuluh darah. Kau dapat melihat pembuluh darah berada dalam ukuran normal pada sisi lain, tapi di tengah-tengahnya ada penyempitan dimana pembuluh darah menjadi kecil hingga hampir tertutup. 

 

Jadi itulah kondisi anakku, dia sedang sekarat, tubuhnya lemas. Dan sebagai seorang dokter, aku mengerti apa artinya ini. Aku sering terlibat dalam operasi bedah jantung, aku tahu bahwa hampir pastianak ini harus menjalani operasi bedah jantung, mereka akan membedah jantungnya, menggantikan pembuluh darahnya dengan sebuah graft (saluran buatan) dan anak ini sedang sekarat.

 

Berdasarkan teknologi saat itu, yakni 20 tahun yang lalu, harapanku adalah bahwa anak perempuanku sehabis menjalani operasi ini, berhasil hidup hanya sampai beberapa tahun, lalu harus menjalani operasi lagi untuk mengganti graft-nya (saluran buatan) seiring dia tumbuh dewasa. Dan pada akhirnya graft itu tidak akan mampu lagi menghidupinya sehingga dia akan mati. 

 

Dan itulah kecemasanku waktu itu, itulah kecemasan para dokter di ICU yang menangani anakku waktu itu. Jadi kami semua memandangi bayi yang bahkan belum genap berumur satu hari, tubuhnya sedang sekarat karena kekurangan oksigen, dan kami hanya mengamati dia perlahan-lahan mati.

 

Mereka memanggil seorang ahli bedah jantung dari rumah sakit anak-anak di Washington D.C. Ketika dia datang untuk melihat anakku, aku tidak diperbolehkan masuk karena aku begitu emosional.

 

Aku meninggalkan ruang Intensive Care Unit (ICU). Di samping ruang Intensive Care Unit (ICU) ada tempat berdo’a. Dan aku masih ingat dengan jelas ketika aku berjalan ke dalam ruangan itu dan berdo’adengan tulus untuk pertama kalinya seumur hidupku. Aku tidak pernah berdo’a dengan tulus sebelumnya.

 

Di sepanjang hidupku, aku selalu berkuasa. Jika ada sesuatu yang aku inginkan, aku tahu bagaimana cara mendapatkannya. Aku tidak pernah sekali pun dalam hidupku menghadapi situasi dimana aku tidak bisa mengatasinya, situasi dimana aku tahu bahwa aku sudah tidak punya harapan lagi.

 

Dan banyak orang berpikir bahwa aku masuk Islam dari agama Kristen. Tapi aku tidak pernah sekalipun seumur hidupku seorang Kristen. Aku pada saat itu seorang ateis, faktanya aku mencoba untuk mendebat orang-orang agar mereka tidak percaya pada Tuhan.

 

Ketika aku memasuki ruangan do’a itu, aku mengingat satu hal yang membuatku terkejut adalah bahwa ruangan itu hanyalah ruangan do’a biasa, tidak ada salib, tidak ada patung, tidak ada simbol-simbol keagamaan sama sekali. Dan hal itu membuatku merasa nyaman.

 

Tapi karena aku seorang ateis, do‘aku sangat sederhana tapi do’a ini punya kekuatannya sendiri. Aku menghabiskan seluruh hidupku menolak adanya Tuhan, tapi pada saat itu aku sadar bahwa tidak ada daya untukku menolong anak yang malang ini. Satu-satunya kekuatan, jika Dia memang ada, yang dapat menolong anakku hanyalah Sang Maha Kuasa.

 

Jadi satu-satunya do’a yang bisa kulakukan adalah “Ya Tuhan, jika Kau memang ada.” Dan aku akui, sebenarnya dalam hati aku mengatakan “Aku tidak tahu apakah Kau ada atau tidak, tapi jika Kau ada, maka aku butuh pertolongan.” Dan aku berjanji, jika Tuhan menyelamatkan putriku, maka aku mohon petunjuk-Nya untuk mencari agama yang paling menyenangkan-Nya dan aku berjanji akan mengikuti agama itu. Dan aku mengingat kata-kata itu dengan sungguh-sungguh.

 

Sehabis berdo’a selama kurang lebih 15 menit, kemudian aku kembali ke Intensive Care Unit (ICU), ketika aku memasukinya, para dokter mengerubungi putriku. Ketika aku berjalan ke arah mereka, dokter ahli bedah jantungnya menatap mataku dan berkata bahwa putriku akan baik-baik saja.

Para dokter di sekelilingku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dia kemudian memberiku penjelasan tentang istilah medis dan caranya menjelaskan padaku bahwa putriku akan baik-baik saja, dan aku melihat pada dokter-dokter spesialis yang lain, dan kusadari bahwa aku bukanlah satu-satunya orang yang merasa penjelasan itu tidak masuk akal. Dan kusadari meskipun penjelasan itu masuk akal baginya tapi terasa tidak masuk akal bagiku. 

 

Aku berdo’a dengan tulus untuk pertama kalinya dalam hidupku dan aku hanya dapat percaya bahwa ini pasti karena campur tangan Sang Pencipta. Kami melakukan tes ultrasound sebelumnya yang menunjukkan kondisi kehidupannya yang sekarat, lalu kami melakukan tes ultrasound lagi dan ternyataputriku benar-benar normal. Dia tidak perlu dioperasi, dia benar-benar seperti anak normal lainnya,bahkan dia masuk perguruan tinggi tahun ini.

 

Ketika aku melihat keajaiban ini, kusadari bahwa aku telah berjanji. Dan kusadari jika aku tidak memenuhi janji itu, maka aku akan merasa bersalah. Aku berjanji pada Penciptaku semoga dia menuntunku kepada agama yang paling menyenangkan-Nya yang kemudian akan kuikuti, dan hal yangpaling tidak kuinginkan adalah meninggal dunia sebelum memenuhi janji itu.

 

Jadi aku mulai membaca kitab suci berbagai agama, aku mulai mempelajari Buddha, Taoisme, Shinto,Bhagavadgita, Hindu, mulai mempelajari agama monoteisme, yaitu Yudaisme dan Kristen.

 

Dari setiap agama yang kutemui, aku pada dasarnya hanya mengambil kesimpulan Tidak, bukan yang itu.” Tidak terlalu lama bagiku untuk meninggalkan Buddha, Taoisme, Hindu, dan itulah mengapa aku akhirnya mempelajari Yudaisme. Dan ketika aku mempelajari Yudaisme akhirnya aku merasa seperti “Ini baru suatu kebenaran.”

 

Tapi juga ada beberapa hal yang tidak aku percaya. Aku melihat beberapa pertentangan dalam Perjanjian Lama yang akan kita bicarakan dalam tulisan berikutnya, Insya Allah. Aku menemukan prediksi tentang 3 nabi terakhir dan tentunya itu menimbulkan pertanyaan, jika nabi itu bukanlahYohanes Pembabtis (Nabi Yahya A.S.) dan Yesus Kristus (Nabi Isa A.S), jadi siapa nabi itu? Jadi aku mulai mempelajari Kristen. Ketika aku mempelajari Kristen, aku mencari ke segala tempat untuk jawabannya. Aku mempelajari Baptis Selatan, Quakers, Orthodox, Katolik Roma, Mormon, Seven Day Adventists, kepalaku merasa pusing karena banyaknya sekte Kristen yang kuikuti baik sebentar atau lama, dan pada akhirnya aku belum mendapatkan jawabanku. 

 

Aku pergi kepada pendeta dan sesuatu yang jarang dilakukan umat Kristen adalah membaca Bible dan menanyakan kebenaran ayat-ayatnya. Dan tolong mengerti aku mengatakan ini bukan untuk menjatuhkan umat Kristen, aku tidak bermaksud mengkritik umat, maksudku bahwa sebagian besaruamt Kristen menerima iman mereka tanpa syarat, tanpa benar-benar menganalisisnya. 

 

Aku lihat bahwa Yesus Kristus menyebut dirinya sebagai anak manusia, jadi aku ingin pendeta untuk menjelaskan padaku, kenapa para Kristen menyebutnya sebagai anak Tuhan sedangkan dia menyebut dirinya sendiri sebagai anak manusia. Aku menemukan bahwa Yesus Kristus ditanya apakah perintah Tuhan yang paling penting dalam 3 ayat yang berbeda, Dan dia berkata “Ketahuilah wahai Bani Israel, Tuhanmu adalah Tuhan yang satu.”

 

Dan aku tidak dapat menemukan trinitas dimanapun. Jikalau kata trinitas tidak ada dalam Bible, mengapa umat Kristen mengajarkannya, mengapa umat Kristen mempercayainya,? Dan mereka mengatakan itu berdasarkan I Yohanes 4:7 tapi ternyata itu ayat palsu. Ayat itu tidak ada dalam manuskrip yang asli dan mengapa ayat itu telah dimodifikasi dalam Bible yang lebih modern? Itulah mengapa kau tidak akan menemukannya dalam Red Letter Bible yang dipublikasikan pada zaman modern, kau tidak akan menemukannya membicarakan tentang hubungan Bapa, anak, dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu, kau tidak akan menemukannya lagi karena para sarjana zaman ini telah menemukan bahwa itu adalah sisipan yang menyesatkan.

 

Seperti disebutkan dalam referensi Bible Schorfield bahwa ayat itu adalah ayat yang ditambah-tambahkan, ayat itu adalah penyisipan yang menyesatkan, dan aku ingin para pendeta menjawab pertanyaan ini tapi tidak satupun pendeta dari sekte apapun dimanapun yang bisa menjawabnya.

 

Jadi aku merasa lebih kehilangan arah daripada sebelumnya. Aku percaya pada ajaran Yesus Kristus, aku percaya bahwa dia adalah seorang nabi, aku percaya bahwa Tuhan itu satu, aku percaya bahwa hubungan manusia dengan Tuhan adalah langsung tanpa perlu perantara, aku percaya bahwa masing-masing kita bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri, aku tidak percaya bahwa kita membawa noda dari dosa warisan, sebuah dosa yang tidak pernah kita lakukan. Aku merasa aneh dengan teologi trinitarian, tapi aku setuju dengan segala sesuatu yang Yesus Kristus ajarkan dan keduanya adalah hal yang berbeda dan tak ada pendeta yang dapat menjelaskan hal ini padaku.

 

Untuk beberapa tahun, aku terus mencari tapi tak menemukan apapun, karena di Amerika, agama terakhir yang orang-orang pertimbangkan adalah Islam.

 

Ketika aku mempelajari Islam, tentang Nabi Muhammad, maka segala sesuatunya menjadi jelas. Perjanjian Lama menjelaskan 3 orang nabi yang akan datang, Yohanes Pembabtis (Yahya A.S.), Yesus Kristus (Isa A.S.), lalu siapa yang ketiga? Yang ketiga adalah nabi dari Islam, Muhammad S.A.W. Semua ajaran Yesus Kristus mengajarkan bahwa Tuhan hanya satu dan para Nabi termasuk dirinya sendiri adalah manusia biasa. Dia mengajarkan bahwa kita bertanggung jawab langsung dengan Tuhan tanpa seorang perantara, tidak perlu lewat pastor, tidak perlu lewat pendeta dimana kau mengakui dosa-dosamu atau meminta pengampunan darinya. Dan aku merasakan rantai wahyu dalam Islam bersifatkonsisten.

 

Inilah alasanku masuk Islam. Aku sekarang mengerti bahwa Islam adalah agama penutup dari rantai wahyu Tuhan.

 

Dan itulah kisahku yang paling pribadi. Tuhan akan menuntun siapapun yang Dia mau. Jika kau jujur,maka Dia akan menuntunmu dalam jalan yang lurus ini. Tapi jika kau punya penyakit hati, jika kau tidak jujur, jika kau mempunyai hasrat duniawi dimana kau tidak menempatkan Tuhan sebagai tujuan utamamu, dengan mudah kau terjatuh dalam jebakan ini. Kau memulainya dengan bersyukur pada Tuhan namun kau berakhir menyembah salah satu ciptaannya dan bukannya menyembah Sang Pencipta.

 

Beberapa tahun kemudian, sebagai seorang dokter, aku mempunyai seorang pasien yang mempunyai anak laki-laki yang terlahir dengan penyakit jantung yang berbahaya dan tampaknya dia akan mati. Dia berdo’a kepada Tuhan agar anaknya diselamatkan dan dia juga berjanji sama sepertiku. Kemudian anaknya sembuh sama seperti putriku, tapi dia tidak menepati janjinya, dia kembali menjadi ateis.

 

Dan hal ini menyimpulkan kisahku, karena ketika aku menyaksikan hal itu, aku sadar bahwa aku tidak menjadi muslim karena aku sangat pintar, bukan karena aku dapat menemukan kebenaran di dalamnya,sementara orang lain tidak dapat menemukan kebenaran Islam. Wanita ini berada pada situasi yang sama denganku. Dia berdo’a untuk keselamatan putranya yang mengalami gangguan jantung yang fatal, sama seperti putriku yang mengalami gangguan jantung. Dan apa perbedaan diantara kami berdua? Perbedaannya adalah, Allah menuntunku kepada Islam dan membuatku jujur. Sedangkan wanita itu,entah mengapa dia tidak jujur. Dia gagal dalam ujiannya. 

 

Jika ada satu pesan yang ingin kusampaikan kepada kalian adalah, kita datang kepada agama kebenaran bukan karena kuasa kita kecuali jika kita memintanya. Allah menuntun orang yang Dia kehendaki. Berdo’alah kepada Tuhan dengan ketulusan hati, minta kepada-Nya untuk menuntun hati dan pikiranmu kepada agama kebenaran dan agar dia membuatmu senang dengan agama itu. Dan jika kau memang tulus dan jika Allah menjawab do’amu, Insya Allah, maka kau akan merasakan kedamaian ketika agama kebenaran memasuki hatimu. Dan Insya Allah kau akan bergabung sebagai seorang saudara muslim kami

Terima kasih telah membaca tulisan ini, kita akan melanjutkan lagi di lain waktu, Insya Allah, dan aku berharap dapat bertemu lagi denganmu. Salam damai dan semoga Tuhan menuntun kita semua.

Sumber : Lampu Islam Org

 

KEDAHSYATAN DAN KENGERIAN HARI KIAMAT

Agustus 25, 2016

13920735_1158927994157956_5067327852845575912_n

 

Kedahsyatan dan kengerian hari kiamat

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari A’isyah r.a berkata :
Saya tanya kepada Rasulullah s.a.w, apakah yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat? Jawab Nabi s.a.w :

Adapun di tiga tempat (masa) maka tidak ingat.

1. Ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat.

2. Ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf), sehingga ia terima imma dari kanan atau dari kiri.

3. Ketika keluar dari neraka ular naga lalu mengepung mereka dan berkata :
“Aku diserahi tiga macam : orang memperpekutukan Allah dengan lain Tuhan.
Dan orang yang kejam, penentang, dhalim.

Dan orang yang tidak percaya pada hari kiamat (hisab)” maka diringkus semua orang-orang yang tersebut itu lalu dilemparkan semuanya dalam neraka Jahannam, dan diatas neraka Jahannam itu ada jembatan yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang di kanan kirinya bantolan dari duri-duri, sedang orang-orang yang berjalan di atasnya ada yang bagaikan kilat, dan bagaikan angin yang kencang, maka ada yang selamat, dan ada yang luka terkena bantolan duri, dan ada yang terjerumus muka ke dalam neraka

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a berkata :
Rasulullah s.a.w bersabda :
Diantara dua kali tiupan sangkala (shur) itu jarak empat puluh tahun (Tiupan untuk mematikan dan membangkitkan kembali).
Kemudian Allah menurunkan hujan air bagaikan mani orang laki-laki, maka timbullah orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a berkata Rasulullah s.a.w bersabda :
Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil maka ia meletakkannya di mulutnya melihat ke ‘Arsy menantikan bilakah ia di perintah.

Saya bertanya : Ya Rasulullah, apakah shur itu? Jawab Rasulullah s.a.w :
Bagaikan tanduk dari cahaya.
Saya tanya :
Bagaimana besarnya?
Jawab Rasulullah s.a.w : Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutus ku sebagai Nabi s.a.w besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan di tiup hingga tiga kali :

Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan)
Nafkhatul sa’aq (untuk mematikan)
Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali)dalam riwayat Ka’ab hanya dua kali tiupan, yaitu mematikan dan menghidupkan
Firman Allah (yang artinya) :

Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang di langit dan yang di bumi, kecuali yang di kehendaki oleh Allah
(QS An-Naml : 87)

Dan pada saat itu terguncang bumi, dan manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, dan yang menyusui lupa terhadap bayinya, dan anak-anak segera beruban, dan setan-setan berlarian.
Maka keadaan itu berlaku beberapa lama, kemudian Allah menyuruh Israfil meniup yang kedua

Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah, kemudian ditiup lagi tiba-tiba mereka bangun dan melihat
(QS Azzumar : 68)

Mereka yang dikecualikan itu ialah :
Ruh orang-orang yang mati syahid, Jibril, Mika’il, Israfil dan hamalatul ‘arsyi dan Malakul maut, sehingga ketika ditanya oleh Allah :

Siapakah yang masih tinggal dari mahlukKU padahal Allah lebih mengetahui, jawab

Malakulmaut : Ya Tuhan Engkau yang hidup yang tidak mati, tinggal Malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, Hamalatul ‘arsyi dan aku, maka Allah menyuruh Malakulmaut mencabut ruh mereka

Riwayat Muhammad bin Ka’ab dari seorang dari Abuhurairah r.a berkata : kemudian Allah berfirman :
Harus mati Jibril, Mikail, Israfil, juga Hamalatul ‘arsyi.

Kemudian Tuhan bertanya : Hai malakulmaut, siapakah yang masih tinggal dari mahlukKU? Jawabnya : Engkau Dzat yang hidup yang tidak mati, tinggal hambaMU yang lemah Malakulmaut.

Firman Allah : Hai malakulmaut tidaklah kau telah mendengar FirmanKU :
Kullu nafsin dza iqatul maut (tiap jiwa harus merasakan mati), sedangkan engkau salah satu dari mahlukKU.
Aku jadikan engkau untuk tugasmu itu, dan kini matilah engkau, maka matilah Malakulmaut.

Dalam lain riwayat ketika Malakulmaut diperintah mencabut ruhnya sendiri, maka ia pergi ke tempat di antara surga dan neraka, lalu mencabut ruhnya sendiri, tiba-tiba ia menjerit, yang andaikan waktu itu mahluk masih hidup niscaya mereka semua akan mati karena jeritan
Malakulmaut itu, lalu ia berkata :

“Andaikan saya mengetahui bahwa pencabutan ruh itu seberat ini niscaya saya akan lebih lunak ketika mencabut ruh orang-orang mu’min” kemudian matilah Malakulmaut dan tiada tinggal satupun dari makhluk.

Kemudian Allah berfirman kepada dunia yang rendah ini :
“Di manakah raja-raja dan putra-putra raja, dimanakah raksasa-raksasa dan putra raksasa-raksasa yang malam rizkiKU tetapi menyembah selain Aku”. kemudian Allah berfirman :

“Limanil mulkul yaum?
Lillahil qahhar” (siapakah yang mempunyai hak milik pada hari ini?

Pertanyaan itu tidak ada yang menjawab, maka Allah sendiri menjawab :“
Hanya bagi Allah yang tunggal dan berkuasa segala sesuatu”)

Kemudian Allah menyuruh langit maka menurunkan hujan bagaikan mani lelaki selama empat puluh hari, sehingga air telah menggenang di atas segala sesuatu petinggi 12 hasta, maka Allah menumbuhkan makhluk bagaikan tumbuhnya sayur mayur sehingga sempurna kerangka badannya sebagaimana semula dahulu, kemudian Allah menyuruh : “
Hiduplah hai israfil dan Hamalatul ‘Arsy, maka hiduplah mereka, lalu Allah menyuruh Israfil meletakkan sangkakala di mulutnya, lalu Allah menyuruh Jibril, Mika’il, maka hiduplah keduanya, kemudian Allah memanggil ruh-ruh dan diletakkan dalam sangkakala, kemudian Allah menyuruh Israfil meniupnya untuk membangkitkan, maka keluarlah ruh-ruh bagaikan lebah telah memenuhi angkasa antara langit dan bumi, lalu masuklah ruh itu ke dalam jasad di dalam hidung, maka bumi mengeluarkan mereka.

 

Nabi s.a.w bersabda : “aku pertama orang yang keluar dari bumi” dalam lain hadits : “sesungguhnya Allah jika telah menghidupkan Malaikat Jibril, Mika’il, Israfil maka mereka pergi ke kubur Nabi s.a.w membawa buraq dan perhiasan-perhiasan surga, maka terbukalah bumi untuk Nabi s.a.w.” dan ketika melihat Jibril segera bertanya : “ya Jibril hari apakah ini?” jawabnya : “ini hari kiamat, hari yang pasti, hari yang sangat menggetarkan” lalu bertanya : “ya Jibril, bagaimana ummatku (apakah yang di perbuat Allah terhadap Ummatku)” jawab Jibril : “Terimalah kabar gembira karena engkau yang pertama keluar dari bumi” kemudian Allah menyuruh Israfil meniup sangkakala, tiba-tiba serentak mereka telah bangkit melihat keadaan.

Saya kembali ke hadits Abuhurairah r.a : maka keluarlah manusia dari kubur mereka dalam keadaan telanjang bulat, menuju Tuhan mereka, kemudian berhenti di suatu tempat selama 70 tahun,

Allah membiarkan mereka, mereka menangis sehingga habis air mata, dan mengeluarkan darah, dan berpeluh sehingga banjir sampai ke mulut, kemudian mereka di panggil ke mahsyar mereka buru-buru menuju panggilan itu, maka apabila telah berkumpul semua makhluk, jin, manusia, dan lainnya, tiba-tiba mendengar suara yang keras dari langit, maka terbuka kanit dunia dan turun dari padanya sepenuh penduduk bumi dari para Malaikat, dan mereka langsung berbaris, lalu bertanya :
“Apakah ada di antara kamu yang membawa perintah Tuhan untuk hisab?” dijawab : tidak ada. Kemudian turun ahli langit kedua, dan berbaris pula, kemudian turun penduduk langit ketiga, dan seterusnya sampai langit ketujuh, masing-masing berlipat dari yang sebelumnya dan semua Malaikat itu melindungi penduduk bumi.

Firman Allah (yang artinya) :

Hai para jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan
(QS Ar Rahman : 33)

Peringatan dan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir :

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaithan?
Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Dan hendaklah kamu menyembahKU.
Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar diantaramu, maka apakah kamu tidak memikirkan?
Inilah jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).
Masuklah ke dalamnya pada hari ini di sebabkan kekafiranmu
(QS Yaasin : 60-64)

Maka pada saat itu bertekuk lutut tiap-tiap ummat, tiap ummat di panggil untuk menerima suratan amalnya.
Lalu Allah memutuskan pada semua makhlukNYA.
Dan antara binatang-binatang buas atau ternak, sehingga kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas kambing yang bertanduk, kemudian diperintah menjadi tanah semua binatang-binatang itu.
Dan di saat itu orang kafir berkata : “Aduh sekiranya aku menjadi tanah”

Seperti keterangan dalam ayat :

Sesungguhnya Kami telah memperingatkanmu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah di perbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata : Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.

Nafi’ dari Ibn Umar r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :

Manusia akan di bangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat.

Siti A’isyah ra berkata : laki perempuan berkumpul ya Rasulullah?

Jawab Nabi s.a.w : ya.
Siti A’isyah ra berkata : Alangkah malunya, kemaluanku dapat melihat setengah pada setengahnya.

Rasulullah sambil memukul bahu A’isyah bersabda :
Hai putri dari putra Abu Quhafah kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang pada mengarahkan pandangan mereka ke langit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum, ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai di mulut, karena lamanya berhenti, kemudian berdiri para

Malaikat mengelilingi ‘arsy, lalu Allah menyuruh menyerukan nama Fulan ah Fulan maka semua yang hadir melihat-lihat orangnya, lalu keluar orang itu untuk menghadap Tuhan Rabbul ‘Alamin.

Dan bila telah melihat pada Rabbul ‘Alamin dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan dari hasanat kebaikannya kepada orang-orang yang teraniaya itu, karena pada saat itu tidak ada pembayaran dengan emas, perak (dinar, dirham), maka orang-orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka di diambilkan dari dosa orang-orang yang di aniaya itu untuk dipikulkan kepadanya, kemudian jika telah selesai semua maka diperintah : kembalilah ke tempatmu dalam neraka Hawiyah karena pada hari ini tidak ada Dhulum (penganiayaan) sesungguhnya Allah amat segera perhitunganNYA, juga pembalasanNYA.

Maka pada saat itu tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau nabi Rasul melainkan merasa bahwa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan dari Allah

Mu’adz bin jabal r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :

Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat.
Umurnya di gunakan apa sampai habis, dan badannya dalam apa ia rusakkan, dan ilmunya apa ia pergunakan (apakah di amalkan), dan hartanya dari mana ia dapat dan kemana ia keluarkan

Ikrimah berkata :
Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata :
“Aku ayahmu ketika di dunia” maka anak itu memuji kebaikannya

Lalu ayah itu berkata :
“Hai anak, kini aku berhajat kepada hasanatmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau aku dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini.”

Jawab anaknya : “Aku juga takut dari apa yang kau takutkan itu, karena itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun”

Lalu pergi kepada istrinya dan berkata kepadanya : “aku dahulu suamimu di dunia”, maka dipuji oleh istrinya,

Lalu berkata : “aku ini minta kepadamu satu hasanat, kalau-kalau aku bisa selamat dari apa yang kau lihat ini”
Jawab istrinya : “aku juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau.”

Sebagaimana firman Allah :

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut pada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNYA dan mereka mendirikan shalat.
Dan barangsiapa yang mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembalimu (QS Al Faathir : 18)

Ibn Mas’ud r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :

Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya karena lamanya hari itu sehingga ia berdoa :
Ya Tuhan kasihanilah aku meskipun masuk ke dalam neraka

Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :

Tiada seorang Nabi melainkan ia mempunyai doa yang mustajab, dan semuanya sudang menggunakan doa itu di dunia, sedang aku masih menyimpan doa itu, untuk aku gunakan sebagai syafa’at bagi ummatku pada hari kiamat.

Ingatlah bahwa akulah yang terkemuka dari semua anak Adam dan itu bukan bangga, dan panji Alhamd di tanganku pada hari kiamat yang di bawahnya ada Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu.

Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehingga mereka datang pada Nabi Adam a.s dan berkata

“Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia) berikan syafa’atmu bagi kami dengan minta kepada Tuhan, supaya segera menyelesaikan kami ini”.

Jawab Adam “Itu bukan bagianku, aku telah di usir dari surga karena dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu kecuali diriku sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh a.s karena ia sebagai Nabi yang pertama”

Maka mereka pergi kepada Nuh dan berkata, “Tolonglah kamu mintakan kepada Tuhan supaya lekas membebaskan kami”

Jwab Nuh a.s, “Bukan bagianku, aku telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semuanya, dan kini tidak ada yang aku pikirkan kecuali diriku sendiri, tetapi kamu lebih baik pergi kepada Ibrahim a.s khalilullah”.

Maka pergilah mereka kepada Ibrahim a.s dan berkata, “Tolonglah kami di sisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami”.

Jawab Nabi Ibrahim, “itu bukan urusanku, sebab aku telah tiga kali berdursta”.

Rasulullah s.a.w bersabda : Ketiga-tiganya itu karena mempertahankan agama Allah,

1. Ketika di ajak ke upacara kaumnya, lalu ia berkata “inni saqiem” (sesungguhnya aku sakit).

2. Ketika berkata “bahwa yang merusakkan berhala-berhala itu hanya itu hanya inilah yang terbesar. (Bal fa’alahu kabiruhum hadza)”

3. Ketika istrinya akan diganggu oleh raja yang dhalim, lalu ia berkata “Ini saudaraku”. karena itu kini kamu pergi kepada Musa a.s sebagai kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah.

Maka mereka langsung pergi kepada Musa a.s dan berkata “Tolonglah kami gunakan syafa’atmu untuk menghadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini.”

Jawab Nabi Musa a.s “Itu bukan urusanku, aku pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pergi kepada Nabi Isa a.s ruhullah dan kalimatullah”.

Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa a.s dan berkata “Berikan jasa syafa’atmu mintakan kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini”.

Jawabnya “Aku telah di angkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan di tutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?” .
Jswab mereka : tidak.

Maka ia berkata “sesungguhnya nabi Muhammad s.a.w itu penutup dari semua nabi-nabi, dan Allah telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya”

Nabi s.a.w bersabda “maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu aku jawab kepada mereka :

Baiklah akulah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendaki dan diridhainya,” maka tinggal sekehendak Allah, kemudian bila Allah hendak menyelesaikan makhluknya,

Maka ada seruan “dimanakah Muhammad dan Ummatnya” maka kamilah yang terahir di dunia, dan yang pertama hisabnya pada hari kiamat. Lalu aku berdiri bersama ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju ke pintu surga dan mengetuknya, lalu ditanya :

Siapakah itu?
Jawabku “Muhammad Rasulullah” lalu dibukakan dan segera aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorangpun sebelumku, kemudian aku diperintah

“Angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan dan berikan syafa’atmu akan diterima” maka aku memberikan syafa’atku pada orang-orang yang didalam hatinya ada seberat dzarrah atau jagung dari iman keyakinan di samping syahadat

Laa ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah

Umar bin Khaththab r.a ketika masuk ke masjid bertemu dengan ka’bul Ahbar sedang memberi nasehat pada orang-orang, maka Umar berkata kepadanya : berilah kami nasihat dan cerita yang dapat menambah takut kepada Allah.

Maka ka’bul Ahbar berkata : sesungguhnya ada malaikat-malaikat yang dijadikan oleh Allah berdiri tegak tidak pernah membungkukkan punggung mereka, dan yang lain tetap sujud tidak pernah mengangkat kepalanya sehingga ditiupkan sangkakala, dan mereka bertasbih :

Subhanakallahumma wabihamdika ma abadnaaka haqqa ibadatika wa haqqa ma yanbaghi laka an tu’bada
(Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMU kami tidak dapat beribadat kepadaMU sepenuh ibadat yang layak kepadaMU, yang layak bagiMU untuk di sembah)

Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNYA, neraka jahannam akan diperdekat pada hari kiamat lalu bergemuruh dan bila telah dekat ia bergemuruh dengan satu suara, dan di saat itu tidak ada seorang nabi atau orang yang mati syahid atau siddiq hanya berdoa “ya Allah aku tidak minta kecuali keselamatan atas diriku” sehingga nabi Ibrahim lupa pada Ismail dan Ishak sambil berkata “ya Tuhan aku khalilullah Ibrahim”.

Dan pada saat itu andaikan engkau hai putra Khaththab mempunyai seperti amal tujuh puluh nabi, niscaya kau mengira bahwa dirimu tidak akan selamat.

Maka menangislah semua yang hadir.
Ketika Umar melihat keadaan itu, lalu Umar berkata “

Hai Ka’ab berikan kepada kami kabar yang menggembirakan” maka berkata Ka’ab “sesungguhnya bagi Allah ada 313 syariah tidak seorang menghadap Allah dengan salah satu syari’at itu asal disertai dengan kalimat

Laa ilaha illallah melainkan pasti dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Demi Allah andaikan kamu tahu besarnya Rahmat Allah niscaya kamu malas beramal.

Hai saudara bersiaplah menghadapi hari kiamat itu dengan amal yang shalih, dan menjauhi ma’siat sebab tidak lama kau akan menghadapi hari kiamat dan menyesal terhadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia, ketahuilah bahwa bila kau mati berarti telah tiba hari kiamatmu” sebagaimana kata Almughirah bin Syu’bah “
Kamu menantikan hari kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu”

Alqamah bin Qays ketika hadir jenazah lalu ia berdiri di atas kubur dan berkata “

Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya sebab seorang bila telah mati maka melihat segala persoalan hari kiamat, yaitu surga, neraka, dan malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaanya di saat matinya, maka sungguh untung siapa yang penghabisan amalnya kebaikan”

Abubakar Alwaasithi berkata,
Keuntungan yang besar itu dalam tiga, Hidup, mati, dan kiamat.
Adapun keuntungan hidup, yaitu bila digunakan dalam taat kepada Allah, dan keuntungan mati bila ia mati dalam kalimat syahadat
Laa ilaha illallah, dan keuntungan hari kiamat bila bangkit dari kubur disambut dengan berita bahwa surga tersedia untuknya

Yahya bin Mu’adz kdtika di bacakan ayat (yang artinya) :

(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Semurah sebagai perutusan yang terhormat. Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka jahannam dalam keadaan dahaga
(QS Maryam : 85-86)

Lalu ia berkata, tenanglah hai manusia, kamu kelak akan di hadapkan kepada Allah berduyun-duyun, dan menghadap pada Allah satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali dihantar menghadap Allah dengan berkendaraan, dan orang-orang yang durhaka didorong ke neraka jahannam berbondong-bondong. Dan semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedang Malaikat berbaris, dan dihidangkan jahannam sebagai ancamannya, saudaraku berhati-hatilah kamu dari kengerian sehari yang perkiraanya sama dengan lima puluh ribu tahun, hari yang menggetarkan, hari duka cita dan menyesal, itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul ‘Alamin, hari perhitungan, dan pertimbangan dan pertanyaan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang dilakukannya, hari dimana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri dan lain wajah hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong kepada lainnya, dan tidak berguna segala tipu daya, hari dimana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikitpun, demikian pula anak tidak dapat membantu ayahnya sedikitpun, hadi dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterima udzur orang-orang dhalim, dan tetap mereka mendapat laknat serta siksa yang keji, pada hari dimana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri, pada hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang di susunya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandunganya, dan orang-orang terlihat bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk karena minum khamr, hanya karena ngerinya siksa Allah yang sangat keras

Karena itu wahai orang yang sehat akal, hendaknya sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah untuk memudahkan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari kiamat

Wasalam semoga bermanfaat

CAHAYA QUR’AN : PENEMUAN TERBARU DALAM ILMU KOSMOLOGI MODERN TENTANG TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA INI TERNYATA TELAH DISAMPAIKAN OLEH MUHAMMAD 1400 TAHUN YANG LALU DAN MEMBUAT PROFESOR INI KAGUM !

Agustus 24, 2016

Science&Quran

Bismillahirohmanirohim…

Ilmu kosmologi modern, pengamatan dan teoritis nya, jelas menunjukkan bahwa, pada suatu titik dalam sewaktu waktu, seluruh alam semesta hanyalah awan ‘asap’ (yaitu suatu yang sangat padat dan panas komposisi gas yang pekat). Ini adalah salah satu prinsip yang tak perlu dipersoalkan lagi dari standar kosmologi modern. Para ilmuwan saat ini dapat mengamati bintang-bintang baru yang terbentuk dari sisa-sisa ‘asap’ tersebut. Bintang-bintang menerangi kita lihat di malam hari, hanya seperti seluruh alam semesta, bahwa semua materi di alam semesta berasal dari ‘asap’. Allah mengatakan dalam Al-Quran:

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (Qur’an Surat Fushilat 41:11)

Karena bumi dan langit di atas (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi, dll) telah terbentuk dari sama ‘asap’ ini kami menyimpulkan bahwa bumi dan langit yang satu entitas terhubung. Maka dari ini homogen ‘asap’, mereka membentuk dan terpisah satu sama lain. Allah mengatakan dalam Al-Quran:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Qur’an Surat Al-Anbiya’ 21:30)

Profesor Alfred Kroner adalah salah satu ahli geologi terkenal di dunia. Dia adalah Profesor dari Departemen Geosciences, University of Mainz, Mainz, Jerman. Ia mengatakan, “Bila dipikir dari mana Muhammad itu berasal .. Saya pikir itu hampir tidak mungkin bahwa ia bisa tahu tentang hal-hal seperti asal mula nya alam semesta ini, karena para ilmuwan hanya baru menemukan dalam beberapa tahun terakhir ini dengan sangat rumit dan memajukan metode teknologi bahwa hal ini terjadi. ” (Dari ‘sini lah Kebenarannya’ ). Juga katanya, “Seseorang yang tidak mengetahui sesuatu tentang fisika nuklir seribu empat ratus tahun yang lalu tidak bisa, saya pikir, berada dalam posisi untuk mengetahui dari pikirannya sendiri, misalnya, bahwa bumi dan langit memiliki asal yang sama. ”

 

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Qur’an Surat Az-Zumar : 9)

Sumber : Science on Islam