Skip to content

DAWAH IS EASY : JESUS SANG AGNOSTIC PUN BERSYAHADAT DAN MENERIMA ISLAM DENGAN SEPENUH HATI

Juli 24, 2015

11265017_10204670548863751_8781772865368598411_n

Assalamualaikum
Jumuah mubarak, alhamdulillah Bersyahadat Jesus Chrishna, (menjadi Muhammad Jesus Chrishna) hari ini Jumat, 24 Juli 2015 di salah satu warung kopi di Tebet bersama saya, bersama dengan Andy Silalahi yang juga bersyahadat sebelum Jesus,

Dia berasal dari Agnostic yang berfikir semua dikendalikan sang universe, sampai pada pemikiran dia dengan aqidah Islam

Dia berfikir tidak perlu manusia memiliki agama namun perlu semua manusia memiliki kemauan berbuat baik dan melaksanakannya, karena gak ada agama yg dia kenal mengajarkan kebaikan secara utuh

Semua kebaikan yg dia lakukan dan sebarkan hanya yang positif kepada dunia, sampai pada suatu diskusi dengan saya, saya katakan semua kebaikan itu ada dalam Islam, bahkan Allah, Tuhan yang menciptakan universe ini memerintahkan dengan jelas apa yg harus kita lakukan

Setiap manusia harus menjadi refleksi dari kebaikan, dan semua saat kita mencapai batas dari kemampuan kita, maka kita serahkan keputusan akhir kepada sang pencipta yaitu Allah,

Alhamdulillah 2 jam gak kerasa diskusi panjang lebar akhirnya dia masuk Islam dan akhirnya saya coba tanya dia
Kapan kamu pulang ke negaramu? Berapa lama kamu di Indonesia? Bagaimana pekerjaan yg kamu tinggalkan? Bagaimana nasib kamu nanti di Indonesia?
Dia jawab, hanya Allah yg tahu

Sungguh aqidah seorang muslim yang hanya bergantung pada Allah dan tidak pada mahlukNya

Saya hanya membantu menuntun pemikirannya dan syahadat, namun semua kekuatan untuk membolak balikan hati manusia ada datang dari Allah

Mari doakan agar mereka istiqomah dalam Islam dan bisa menjalani kehidupan sebagai Muslim yang kaffah

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

Steven indra
Mualaf center Indonesia
Mualaf dot com

10426767_10204110951594169_3240122710691648280_n

One Comment leave one →
  1. M.Dharmawan permalink
    Juli 26, 2015 3:18 pm

      *Iman Lintas Agama dan Kepercayaan ( Universal)*
    Selama ini ada 3 (tiga)  faham yang diadopsi mayoritas manusia tentang iman terhadap Taqdir yaitu: 
    1. Qadariyah (Free will) keyakinan bahwa  manusialah menentukan semuanya dan mereka  harus berusaha semaksimal mungkin bagi dirinya sendiri dan tidak ada campur tangan dari Pencipta itu.(bebas memilih)
    2.Jabariyah ( Fatalistis) meyakini bahwa Pencipta itu yang  sudah mengatur dan menentukan segala-galanya bagi manusia dan  manusia tidak  punya pilihan sama sekali dan hanya menjalankannya
    3.Asy’ariyah (moderat, Ahlul sunnah waljamaah)  adalah ditengah-tengahnya yaitu meyakini bahwa  sebahagian sudah ditentukan Pencipta itu & sebagiannya dipilih dan ditentukan oleh manusia itu sendiri tanpa ditentukan oleh Pencipta itu.
    Penilaian.
    1. Qadariyah: Penganut faham ini ada yang meyakini bahwa Pencipta itu tidak karena semua ini ada dengan sendirinya, dan penganut  faham ini tidak mengenal apalagi untuk bersyukur kepada Pencipta itu jika mereka berhasil atau sukses sebab itu bisa karena usaha2 atau perjuangan mereka sendiri, dan mereka akan putus asa, menyesal, berkeluhkesah, berduka cita  jika jika mereka gagal, menderita atau ditimpa musibah. 
    2. Jabariyah terkesan seakan-akan mereka dalam menjalani hidupnya  kurang motivasi dan daya juang/ambisi untuk meraih kesuksesan, kejayaan maupun dalam menolak kemudharatan.
    3. Asy’ariyah penganut faham ini umumnya imannya naik turun. Disaat sukses atau berhasil itu sebab karena usaha-usaha mereka sehingga tidak atau kurang bersyukur. Tetapi jika gagal, menderita dan tidak mampu lagi , mereka putus asa, berkeluh kesah atau itu baru mereka sebut sudah Taqdir dari Pencipta itu.
    Sekarang ada faham ke 4: (faham baru thn 2015) yaitu “Al Qur’aniyah”: Penganut faham ini dalam menjalani hidupnya sehari yaitu secara akal dan fisik mereka seakan-akan seperti faham Qadariyah. “dengan tetap meyakini keberadaan Pencipta itu”  Namun didalam hati, ilmu dan iman mereka  senatiasa seperti paham Jabariah! Jadi dalam kondisi apapun mereka tetap berusaha, energik, tetap syukur dan sabar kepada Pencipta itu, tidak putus asa, tetap tawakkal “berserah diri”  dll.
    Maka yang manakah diantara ini pilihan- pilihan diatas ini yang pernah saudara yakini dan sekarang yang lebih saudara imani dan yakini? 
    Selanjutnya  Insya Allah, saya akan sampaikan secara instant ilmu atau keimanan dalam mengenal Pencipta itu lebih dekat dan lebih dalam lagi yaitu ilmu  “makrifatullah”  agar saudara dapat mengerti dan  bisa merasa lebih dekat dekat dengan Pencipta itu dan mnyaksikan Kuasa-kuasaNya Yang Teramat Menakjubkan dan tak terbayangkan.
    Dengan perumpamaan peragaan yaitu:
    Ambilah sebuah pena dan  buku tulis, lalu tulislah dibuku itu, semua pikiran-pikiran yang pernah terlintas di otak saudara, semua kata-kata hati yang pernah terbersit dihati saudara juga segala perasaan-perasaaa yang pernah saudara rasakan, serta segala gerak- gerik yang sengaja atau tidak sengaja yang saudara lakukan, sejak 1 (satu) Jam yang lalu dan tulislah secara rinci, berurut, mendetail, jangan ada yang terlupa sedikitpun! Jawabnya tentu: ‘Tidak bisa! Banyak yang lupa! Jika itu jawabannya, Lalu sekarang Coba tulis lagi, Apa-apa yang pasti akan bakal terpikir, perasaan-perasaan yang pasti akan dirasakan, kata-kata yang akan terbersit dihati atau gerakan-gerakan yang sengaja atau tidak sengaja  yang pasti akan kita buat 1 jam kedepan? Jawabnya: Mustahil,  Belum tau karena belum terjadi!
    Lalu, Adakah manusia/mahkluk yang tau itu semua, baik semua yang telah atau semua yang akan terjadi secara pasti terhadapad dirinya? Jawabnya: Tidak ada! Jadi siapa yang tau itu semua pada  seluruh mahkluk? Jawabnya hanya Allah Pencipta itu saja yang tau pasti!
    Nah, ketahuilah, Jika hanya Allah saja yang tau pasti secara detail semua pikiran-pikiran, perasan-perasaan, kata-kata hati serta semua gerak-gerik saudara  baik semua yang pernah terjadi pada saudara maupun yang pasti akan terjadi pada diri saudara kedepan, nah,,,  Bisakah saudara “Pikirkan” dan “Rasakan” betapa dekatnya Allah Pencipta itu kepada diri pribadi saudara sekarang? Apa lagi yang bisa saudara sembunyikan dariNya,  Apa yang dapat kita sombongkan dan bangga-banggakan dihadapanNya?
    Inilah maksudnya ayat  QS 2:16  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, dst.
    QS: Allah lebih dekat kepada ciptaanNya dari pada urat leher mereka sendiri!  dan 
    Dialah Allah, Al-Awwal (Yang Pertama) dan Al-Akhir (Yang Akhir), Azh-Zhahir (Yang paling atas/zhahir) dan Al-Bathin (Yang paling bathin). Dan Dia ‘Aliim (Maha mengetahui) terhadap segala sesuatu. [Al-Hadid : 3]
    QS: Kursi Allah = Kuasa, Kendali, Wewenang, Pengaturan, Penentuan, Pemeliharaan, dll ” Allah meliputi langit dan bumi.
    Ayat QS 2:255 Allah, tidak ada Yang Kuasa selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at/pertolongan di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi( Kuasa, Kendali, wewenang, Pengaturan, Pemeliharaan,) Allah “meliputi” langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Ilmu/ pemahaman  serta ” Perasaan”  (Rasa kedekatan) itulah yang  dirasakan Nabi Isa as sehingga dia Tidak akan, Tidak berani, Tidak kuasa menganggap  bahwa Allah SWT Pencipta, Pemelihara dan Pelebur langit dan bumi ini sebagai Bapaknya,  dan itulah Imannya para Nabi. Terasa dekatnya dengan Allah itu “seakan-akan” seperti menyatu kepada semua mahlukNya  namun Allah SWT berada jauh tidak terhingga,  inilah Iman level 9 jika naik lagi kelevel 10 maka saudara akan “mengaku-ngaku” sebagai Allah atau Allah berada dihati atau diri saudara atau berada disetiap makhluk. Kalau anda turun maka anda akan berbangga” ini karna usahaku, dll” Padahal betapa lemah dan tak berdayanya kita, betapa butuhnya kita kepada Pencipta itu, setiap saat dan selama2nya, bahkan kita tidak tau apa yang akan terjadi pada kita esok.
    Ketahuilah Allah SWT  yang kita yakini, ke-Ahad-anNya, ke-Tunggal-anNya, ke Maha Kuasa-anNya yang  kita Imani, Sembah dan  puja puji dan diharap- harap pertolongan dan KasihSayangNya adalah Allah Pencipta, Allah Yang Pengasih,  bukan Allah yang Lemah dan Peminta2 sehingga Dia perlu dikasihi! Teramat Suci Dia dari apa yang dipikirkan dan direka-reka manusia tentangNya, Suci Tiada Tara!
    Kalaulah kita disuruh mencintaiNya melebihi dari siapa dan apapun itu semata untuk kepentingan kita agar tidak kehilangan arah dan tujuan dari diciptakanNya kita dimuka bumi ini. dan akhirnya mencintai sangat dunia dan segala yang kita miliki dan senangi, yang akan menjerat dan mengikat pikiran dan hati kita, yang mana semua pasti akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita, suka atau tidak suka  selanjutnya kita akan akan kembali kepada Allah Pencipta yang kita cintai itu yang kelak Dia akan memberikan apa saja yang kita ingini. Sebab Dialah Pencipta (Khalik)  Pemilik/Tuan (Rabb) dan Raja (Malik) dan Penguasa (Ilahi) manusia dan segala sesuatunya.
    Akhirnya wasiatku kepada sesama hamba Allah SWT, Cintailah Allah dengan segenap jiwa ragamu melebihi dari siapapun dan apapun serta Kasihsayangilah sesamamu karena Allah sebagaimana kamu ingin dikasihsayangi.
    Sesungguhnya ketika kita berdoa dalam Alfatihah yaitu: Tunjukilah “kami” kejalan yang lurus, dst maksud dari kata “kami” itu bukanlah hanya bermaksud untuk diri pribadi, keluarga, jamaah shalat atau doa atau kaum muslimin. Tetapi untuk seluruh umat manusia yang “hidup” saat ini dan yang akan lahir bahkan bangsa jin. agar semua dapat menjalani hidup dengan benar dan baik. Tetapi kalau untuk orang yang sudah mati apa gunanya lagi petunjuk itu bagi mereka?
    Yang mana diharapkan  Iman dan Ibadah-ibadah dan Amal shaleh yang kita kerjakan karena Allah  akan membuahkan Keteguhan, Akhlak yang mulia dan Mengasihsayang sesama dengan tulus karena Allah. sebagai Visi Misi Islam sebagai Agama yang Benar dan menjadi Rahmatan lil Alamin!
    Oleh:
    Hamba Allah,  Muhammad Dharmawan

    *PERJANJIAN SUCI*
    “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian
    dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan
    menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan
    orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan
    meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan
    Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada
    dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku
    dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan
    barangsiapa tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah
    orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)

    Janji Allah kepada orang-orang beriman dan beramal shaleh. 1.
    Memberikan kekuasaan kepada mereka dimuka bumi. ” dengan membuat lawan
    menjadi segan dan kawan menjadi sayang”
    2. Meneguhkan jalan Islam rahmatan lil alamiin untuk mereka.
    3. Allah akan menukar keadaan mereka yang sebelumnya ketakutan,
    miskin, tertindas menjadi aman makmur dan sentosa. dengan syarat
    mereka wajib mengabdi, meminta pertolongan serta bersyukur hanya
    kepada Allah saja serta bersabar atas segala ujian-ujian dariNya.

    Selanjutnya, Apakah kita juga mau mengikrarkan janji kesetiaan kita
    kepada Allah Pencipta, Pemilik, Penguasa segalanya ini yang Dia juga
    Pencipta dan Pemilik segala jiwa raga serta negeri-negeri yang ada
    dimuka bumi ini?

    Ikrar suci kita padaNya ialah : PadaMu Allah kami berjanji, KepadaMu
    Allah kami mengabdi, PadaMu Allah kami berbakti “bertaqwa” dan hanya
    kepadaMu ya Allah kami menyerahkan jiwa raga kami. Siapkah kita
    memegang janji ini dengan sungguh-sungguh  baik dengab lisan dan
    kenyataan?

    Kenapa kita berjanji mengabdi hanya kepada Allah?  sebab, bukankah
    kita diciptakan hanya untuk mengabdi kepadaNya?
    Bukakah kita juga dihimbau untuk berbakti dengan tulus ikhlas tanpa
    pamrih kepada sesama “bertakwa” kepadaNya? Selanjutnya sebab kita
    berasal dari Allah ,ciptaanNya dan  milikNya maka tentu pasti tidak
    akan keliru jika kita menyerahkan kembali jiwa raga kita kepada Allah!
    Lalu apa pendapat saudara jika ada orang-orang yang  mengabdi,
    berbakti “bertaqwa” dan  menyerahkan jiwaraga mereka kepada sesuatu
    selain Allah?

    (Baca : QS :Faathir 1-10.,dst.)
    “Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali
    janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu “(sehingga menjadi lupa
    kepada Allah, yang menyebabkan jadi lupa diri dan lupa mati)” dan
    sekali-kali janganlah orang-orang yang pandai menipu, memperdayakan
    kamu tentang  Allah. ( QS: faathir 5)

     Taqwa! Apakah taqwa itu? Taqwa adalah pakaian sebagai penutup,
    pelindung, kehormatan dan pengindah “hati”! sebaik-baik  pakaian
    “hati”  adalah patuh, setia, tawakkal, syukur & sabar dalam
    keiikhlasan kepada Allah dan  tidak mungkin akan bisa bertaqwa
    “berbakti” kepada Allah jika kita tidak mengenal  betapa Besar
    Kuasa-Kuasa Allah, berapa Banyak Pemberian-PemberianNya kepada semua
    manusia, lalu kenapa kita harus bersabar? Bukankah segala sesuatu
    sudah diatur dengan kebijaksanaanNya Yang Sempurna dan  semua itu ada
    waktu-waktunya yang sudah ditetapkan sebelumnya?

    Kenapa kita harus berjanji ulang untuk mengabdi, berbakti &
    menyerahkan jiwa raga kita kepada Allah? sebab sebelum kita dilahirkan
    kedunia kita diikat oleh satu persaksian/perjanjian kepada Allah yaitu
    QS: Bukankah Aku adalah Rabb(Tuan)mu? ya, kami jadi saksi “bahwa kami
    adalah  hamba-hambaMu” Lantas sebagai akhlak hamba terhadap Tuannya
    maka wajarkan jika kita mengabdi dan berbakti kepadaNya dengan tulus
    Ikhlas untuk  patuh, setia, tawakkal “loyalitas”, syukur dan sabar
    atas segala perintah dan larangan juga ketetapan-ketetapanNya?

    Apa tujuannya kita mengabdi dan berbakti kepada Allah yang kita
    perTuankan itu dengan tulus Ikhlas untuk patuh, setia, tawakkal,
    syukur dan sabar atas semua perintah dan larangan juga
    ketetapan-ketetapan-Nya? Sebab setiap jiwa tergadai disisiNya. dan
    kita harus menebusnya sendiri-sendiri agar kita bisa kembali kesurga
    ketempat yang seharusnya kita berada, sebelum terjadi tragedi Adam dan
    Hawa ikut kata-kata iblis.
    Dan  kita kembali kepadaNya nanti bukan sebagai hamba-hamba lagi
    tetapi sebagai tamu Allah! Maka pakaian Taqwa itulah yang harus kita
    kenakan!

    Kenapa kita sebagai  tamu Allah? Sebab disurga itu kita tidak perlu
    bersusah payah lagi untuk cari makan, berobat, kecewa, takut, sedih,
    mati, dan derita-derita lainnya, karena  Allah akan menjamu kita
    dengan KasihSayangNya dan KeridhaanNya yang kekal abadi. Untuk itu
    marilah kita benar-benar beriman, beramal shaleh dengan
    mengasihsayangi sesama dengan tulus dan bertaqwa kepada Allah dengan
    sebenar-benarnya taqwa. Atau kita akan kembali kepada Allah Pencipta
    kita itu dalam KemurkaanNya lalu kita ditempatkanNya bersama Iblis dan
    pengikut2nya itu!

    Beragama itu baik tapi akan jadi “Pendusta Agama” jika kita menghardik
    “menelantarkan” anak yatim dan tidak menganjurkan/memberi makan fakir
    miskin! Apa pendapat saudara jika ada seorang atau segolongan orang
    yang mengaku-ngaku beragama dan bertindak atas nama agama namun
    keberadaan mereka justru menimbulkan berbagai penderitaan, keyatiman
    dan kemiskinan?

    Shalat itu benar tapi akan menjadi “Celaka” jika hanya untuk ria
    “pamer” tapi enggan memberi bantuan (bagi yang membutuhkan)
    Maka jadilah pengikut agama yg mengasihsayangi sesama ciptaanNya &
    shalat yg menjadi berkat &manfaat bagi sesama yg membutuhkan! (QS:Al
    Maun)
    Marilah kita sama-sama berdoa dan berjuang untuk menjadi Rahmat bagi
    alam semesta “ISLAM”!
    Amin.
    Muhammad Dharmawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: