Skip to content

Sultan Murad IV dan Kisah kebaikan Yang tersembunyi.

Mei 27, 2015

IV._Murat

11139771_844410302263373_3946844399287826580_nKisah ini terjadi saat Sultan Murad IV berkuasa pada kekhalifahan Islam Turki Utsmani diantara tanggal 10 September 1623-9 Februari 1640 . Sultan Murad IV dikenal sebagai sosok yang cerdas, pemberani dan memiliki pandangan yang tajam serta ia juga dikenal sebagai Waliullah. Dia mampu menumpas kerusakan hingga ke akar-akarnya dan membasmi para pelakunya. Dia diberi gelar sebagai Pendiri Kedua Pemerintahan Utsmani, karena telah berhasil membangkitkannya setelah kejatuhannya. Ia juga berhasil memperbaiki kondisi keuangan., disuatu malam sang sultan merasakan kekalutan hatinya merasa cemas, ia ingin tahu apa sebabnya. lalu beliau memanggil kepala pengawalnya dan mengajaknya keluar untuk jalan-jalan melihat rakyatnya, karena kebiasaannya berjalan melihat rakyatnya di malam hari dengan cara menyamar.
Mereka pun pergi dimalam hari, setelah berjalan lama tibalah mereka di lorong yg sempit. Mereka menemukan pria tergeletak di atas tanah dan telah meninggal. Namun tak ada orang yang mempedulikannya.
Sultan bertanya:

Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun yang mengangkat jenazahnya?
Mereka berkata:

Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras & berzina.

Sultan menimpali:

Tapi…bukankah ia umat Muhammad SAW? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya.
Mereka pun membawa jenazah pria itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal,

Dalam tangisnya sang istri berucap:

Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau orang yang sholeh.
Sultan kaget..

Bgmn mungkin dia wali Allah sementara orang-orang mengatakan dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tdk peduli dgn kematiannya.
Sang istri menjawab:

Sudah kuduga pasti akan begini..Setiap malam suamiku membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu dibawa ke rumah dan ditumpahkannya ke toilet, sambil berkata:

Aku meringankan dosa kaum muslimin.
Dia juga pergi menemui pelacur, memberi mereka uang dan berkata:

Malam ini kalian dlm bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi.
Kemudian ia pulang ke rumah dan berkata kepadaku:

Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam.
Orang-orangpun hanya menyaksikannya selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu menuduhnya dengan berbagai tuduhan.
Aku pernah berkata kepada suamiku:

Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu.
Ia hanya tertawa dan berkata:

Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya.
Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata:

Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya dan menguburkannya.
Akhirnya prosesi jenazah pria itu dihadiri oleh Sultan, ulama, masyaikh dan seluruh masyarakat.

Hikmah :
Hendaknya kita jangan terburu-buru menilai seseorang dari luarnya saja. Begitu pula dengan kondisi sekarang dimana terjadi ledakan informasi yang tidak terkontrol. Hendaknya dengan banyak beredarnya informasi, kita jangan cepat langsung percaya apalagi bukan dari sumber aslinya. Jika tidak tahu, diam adalah lebih baik.

Digali dari Berbagai Sumber.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: