Skip to content

Dalil Membaca Al Qur’an yang benar, Terkait Program Menteri Agama mengadakan Vestival Baca Al Qur’an dengan berbagai Langgam Bahasa Daerah.

Mei 20, 2015

Sebelum mengulas tentang Dalil dari membaca Al Qur’an yang benar, alangkah baik nya kita bahas tentang kesesatan tidak lain dan tidak bukan agar kita mau instrospeksi diri dan terhindar dari kesesatan samar yang dikemas dalam tujuan tujuan yang seolah olah benar dan meyakinkan seperti yang saat ini terjadi, yaitu rencana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengagas pembacaan Al Qur’an dengan Langgam Jawa dalam peringatan Isra’ Mi’Raj di Istana Negara pada tanggal 15 Mei 2015 lalu dan beliau juga merencanakan untuk mengadakan Vestival Baca Al Qur’an dengan berbagai Langgam Bahasa daerah seperti Jawa, Padang, Aceh, Sunda dan Langgam bahasa daerah lainnya.

hqdefault

Yang perlu kita pahami tentang Akar dari kesesatan, Kebodohan adalah akar dari segala kesesatan dan kemusyrikan di dunia ini. Mereka adalah umat yang tidak dapat berpegang teguh pada ajaran Nabi dan Rasul Alloh. A’udzubilahi minzalik, Semoga kita terhindar dari perbuatan yang demikian… Aamiin.

Kebodohan yang berhubungan dengan masalah ini adalah sebagai berikut :

1. Kebodohan akan ilmu Quran dan Hadist membuat orang mudah disesatkan, dikaburkan pemahaman agamanya sehingga tidak bisa dibedakan antara benar dan salah. Banyak orang mengira telah mengamalkan agama dengan benar namun ternyata menyimpang dari tuntunan Allah dan Rasulullah SAW. Perhatikan ayat Allah di bawah ini:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104)

Katakanlah (wahai Muhammad),”Maukah aku ceritakan pada kalian tentang orang-orang yang lebih merugi amalan-amalannya? Mereka orang-orang yang batal segala amalannya di dunia sedangkan mereka menganggap memperbaiki amalannya”.

2. Kebodohan yang dapat menjerumuskan pada pemikiran-pemikiran, faham-faham dan pengamalan-pengamalan sesat yang tidak sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rasululloh SAW.

Mengkaji dan memahami Kitabillah dan Sunnah Nabi juga akan mencegah umat mengamalkan agama berdasarkan ro’yinya, pendapat dan angan-angan sendiri tanpa dilandasi dalil Quran dan Hadist. Maka ketika umat meninggalakan ajaran Nabinya dan mengandalkan ro’yinya maka mereka sesat dan menyesatkan. Perhatikan hadist Nabi yang ditulis dalam Musnad Abi Ya’li Al-Mushali No. 5856.

5856 – حَدَّثَنَا الْهُذَيْلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحِمَّانِيُّ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الزُّهْرِيُّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَعْمَلُ هَذِهِ الْأُمَّةُ بُرْهَةً بِكِتَابِ اللَّهِ، ثُمَّ تَعْمَلُ بُرْهَةً بِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ، ثُمَّ تَعْمَلُ بِالرَّأْيِ، فَإِذَا عَمِلُوا بِالرَّأْيِ فَقَدْ ضَلُّوا وَأَضَلُّوا»

Sesuai dengan Firman Alloh dalam surah Fatir ayat 28, bahwa orang-orang yang benar-benar dapat bertaqwa kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu. Orang-orang bodoh ibadahnya hanya ikut-ikutan dan berorientasi pada manusia, pembimbingnya atau pimpinannya.

Amalan-amalan yang berdasarkan pada Kitabillah dan Sunnah Nabi dijamin benarnya dan pasti mendapatkan surga.

…إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)

…sesungguhnya yang takut kepada Alloh adalah dari hambaNya yang berilmu sesungguhnya Alloh Maha Mulya Maha Pengampun.

[SURAH FATIR (35) AYAT 28]
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)

Dan ini (Al-Quran) adalah jalanku yang lurus maka ikutilah ia, dan janganlah mengikuti setiap jalan maka akan terpecah belah kalian dari jalan Alloh, demikian Aku (Alloh) berwasiat pada kalian agar kalian bertaqwa.

[SURAH AL-ANAM (6) AYAT 153]
1874 – أَخْبَرَنَا أَبُو مُصْعَبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ؛ أَنَّهُ بَلَغَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ , وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ صَلى الله عَلَيه وَسَلم.

… Rasulallohi alaihi wasallam bersabda:”Aku telah tinggalkan dalam kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selagi berpegang teguh pada keduanya: Kitaballoh dan sunnah NabiNya sholallohi ‘alaihi wasalam.

[HADIST RIWAYAT MALIK]

DALIL MEMBACA AL QUR’ANUL KARIM :

Ini haditsnya tentang cara membaca Qur’an yang benar

✅ فقد روى الترمذي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «اقرءوا القرآن بلحون العرب وأصواتها، وإياكم ولحون أهل الكتاب والفسق، فإنه سيجيء بعدي أقوام يرجعون بالقرآن ترجيع الغناء والنوح لا يجاوز حناجرهم، مفتونة قلوبهم وقلوب الذين يعجبهم شأنهم».

✅ Bacalah Alquran dengan lagu dan suara orang arab. Jauhilah lagu/irama ahlul kitab dan orang orang fasiq. Nanti akan ada orang datang setelahku membaca Alquran seperti menyanyi dan melenguh, tidak melampau tenggorokan mereka. Hati mereka tertimpa fitnah, juga hati orang yang mengaguminya.

(HR. Tarmidzi)

Dalam hadist disebutkan: “Iqra’ul qur’aana biluhuunil ‘Arobi wa ashwaatiha”.

– Kesalahan takalluf, yakni memaksakan untuk meniru lagu yang tidak lazim dalam membaca Al-Qur’an.

Yang cukup berbahaya jika ada kesalahan niat, yaitu merasa perlu menonjolkan kejawaan atau keindonesiaan atau kebangsaan dalam berinteraksi dengan al Qur’an, membangun sikap ashabiyyah dalam ber-Islam.

Dan yang paling fatal jika ada maksud memperolok-olokkan ayat-ayat Allah yang mereka samakan dengan lagu-lagu wayang dalam suku Jawa. A’udzubillahiminzalik.

*****

Mari Aamiin kan Do’a ini :
Mashaa Allah, Semoga Menteri Agama ini mendapat pencerahan dan Pemahaman serta Hidayah dari Allah subhanawata’ala agar terhindar dari perbuatan yang dapat membawa ummat pada fitnah dan kesesatan untuk Islam di Nusantara ini. … Aamiin Allahuma Aamiin.

Video Terkait, Membaca Al Quran dalam Langgam Jawa pada perayaan Isra’ Mi’raj di Istana Negara tanggal 15 Mei 2015 lalu :

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: