Skip to content

KETAKJUBAN Hadits Lalat BERSAMA RISET Joan Clark

Januari 20, 2015

lalat

Sewaktu muda, Syaikh Abdel Daem Al Kaheel pernah tak mampu menjawab pertanyaan orang ateis yang menghina salah satu hadits Nabi. “Bagaimana mungkin Nabi kalian menyuruh menenggelamkan lalat yang hinggap di minuman sembari menjelaskan di salah satu sayapnya ada obat. Lalu kalian mau meminum minuman seperti itu?” tanyanya nyinyir.

Al Kaheel paham bahwa yang dimaksud orang atheis tersebut adalah sabda Rasulullah:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat” (HR. Al Bukhari)

Tentu sebagai mukmin ia yakin dengan kebenaran hadits ini. Tetapi, bagaimana menjelaskan kepada orang atheis yang tidak mempercayai apapun kecuali materi?

Beberapa tahun kemudian, ketika menulis buku Asrar As Sunnah An Nabawiyah (Rahasia Sunnah Nabi), Syaikh Abdel Daem Al Kaheel menjelaskan kebenaran hadits ini dalam satu bab tersendiri dengan didukung oleh sejumlah penelitian, terutama penelitian Joan Clark.

Dokter dari Australia itu melakukan penelitian tentang lalat dan menemukan bahwa permukaan luar tubuh lalat mengandung antibiotik yang dapat mengobati banyak penyakit. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa obat pada sayap itulah yang membuat lalat tidak terkena penyakit yang dibawanya sendiri.

Hasil penelitian Joan Clark ini cukup mengejutkan sekaligus memancing banyak ilmuwan lain untuk melakukan penelitian berikutnya. Hasilnya menunjukkan fakta lebih rinci bahwa cara terbaik mengeluarkan zat antibiotik pada lalat adalah dengan cara mencelupkannya ke dalam air. sebab, zat antibiotik tersebut terutama terdapat pada permukaan luar tubuh dan sayapnya.

Setelah penelitian tersebut, seorang dokter dari Rusia kemudian mengembangkan pengobatan baru dengan lalat. Sedangkan Profesor Juan Alvarez Bravo dari Universitas Tokyo mengisyaratkan pengembangan pemanfaatan ekstrak lalat untuk pengobatan.

Dalam Fatawa Mu’ashirah, Syaikh Dr Yusur Qardhawi ketika menerangkan hadits lalat ini juga menguatkannya dengan hasil penelitian yang menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah bahwa dalam sayap lalat terdapat obat untuk menetralisir penyakit yang terdapat pada sayapnya yang lain.

Masya Allah… fakta-fakta ilmiah ini baru terungkap mulai abad ke-20. Sedangkan Rasulullah telah mensabdakannya 13 abad sebelumnya. Lalu siapa yang mengajari Rasulullah kalau bukan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Hal ini juga menjadi salah satu bukti kebenaran Islam yang seharusnya membuat iman dan rasa syukur kita kian meningkat. Wallahu a’lam bish shawab.

Iklan
One Comment leave one →
  1. Januari 22, 2015 10:30 am

    Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk sekedar membuktikan kebenaran hadis ini, termasuk mengambil hasil penelitian-penelitian lain yang dilakukan secara independen. Hadis yang dibahas ini terdapat dalam HR Bukhari 2 hadis, Abu Daud 1 hadis, An NAsai 2 hadis, Ibnu Majah 2 hadis, Ahmad 7 hadis, Darimi 1 hadis. Hampir semua hadis mengatakan salah satu sayap terdapat penyakit dan sayap lain terdapat obat, kecuali hadis dari Ibnu Majah mengatakan lalat mendahulukan racun dan mengakhirkan penawarnya. Terlepas dari redaksi yang berbeda, saya akan sharing saja mengenai hadis tentang lalat ini dan tentu lalat.
    Banyak yang telah meneliti tentang lalat, tapi semua lari dari subjek yang dibahas dalam hadis, yaitu SAYAP. Hadis berbicara tentang sayap, tapi yang dibahas adalah tubuh lalat. Hadis tidak menyebutkan sayap sebelah kanan atau kiri yang mengandung penyakit dan penawar. Banyak yang meneliti sayap, tapi tidak ada yang meneliti sayap mana yang mengandung PENYAKIT (RACUN), dan sayap mana yang mengandung penawarnya. Juga tidak jelas jenis penyakit apa yang ada pada sayap lalat dan jenis obat apa yang dikandungnya. Penelitian-penelitian yang dilakukan sekedar menemukan ada mikroba pada sayap lalat. Penelitian ilmiah haruslah komprehensip dan lebih terperinci.
    Penelitian yang lebih populer tentang lalat adalah lalat merupakan serangga terjorok di dunia, sebab habitatnya adalah tempat-tempat kotor, sampah yang membusuk, bangkai, kotoran hewan atau manusia. Jika lalat hinggap di atas kotoran atau bangkai, maka virus atau bakteri yang ada pada kotoran dan bangkai akan melengket pada ujung-ujung kaki dan ujung-ujung rambut yang ada pada permukaan tubuh lalat, dan jika ia hinggap pada makanan atau minuman, maka bakteri atau virus tersebut akan melekat pada makanan. Sebenarnya lalat bukan sumber penyakit, tapi lalat hanya memindahkan/membawa penyakit ke tubuh manusia. Beberapa penyakit yang dipindahkan oleh lalat adalah kolera, diare, disentri, tifus, difteri, polio, salauran pencernaan.
    Banyak orang yang meyakini kebenaran hadis ini, dan banyak pula yang tidak mempercayainya, karena tidak sesuai dengan fakta-fakta ilmiah (bukan asumsi). Saya termasuk yang kedua, karena saya yakin Rasulullah SAW tidak mungkin mengatakan sesuatu yang beliau sendiri tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: