Skip to content

Luwak White Coffee Mengandung lemak BABI ?

April 26, 2014

Dilaporkan kembali oleh : Tono Morino

 

Luwak cofee mengandung Babi

 

Bismillahirahmanirrahim

Assalamualaikum wr wb.

Artikel
ini hanya copy paste untuk memperjelas berita bahwa
Luwak white Coffee mengandung Lemak Babi.

Berikut
gambar saya foto langsung dari bungkus kopi Luwak yang
beredar dipasaran.

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-
langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah
musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)

Haramnya suatu makanan atau suatu rezeki itu bisa
disebabkan oleh karena dzatnya memang hukumnya haram
spt babi, ada juga yg haramnya itu disebabkan oleh cara
pengolahannya atau pun cara mendapatkannya yg memang
haram, seperti menyembelih hewan tanpa mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim (disebutkan nama Allah swt) atau
pun memperolehnya dgn cara menipu.

Sesungguhnya Allah
hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi
dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama)
selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa
(memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak
(pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS Albaqarah : 173)

Babi adalah hewan yg
sangat jelas haram nya, segala sesuatu darinya, baik
ketika hewan itu hidup maupun sudah mati, hukumnya
adalah haram.

Kenapa islam begitu concern di dalam
masalah makanan yg kita makan, ada beberapa alasan
mengenai itu,

pertama, makanan yg diharamkan biasanya
mengandung banyak mudharat bagi tubuh kita,

kedua,
makanan yg masuk ke dalam perut kita tidak saja
berpengaruh secara fisik melainkan juga akan
mempengaruhi perilaku,

ketiga, makanan haram akan
berpengaruh kepada ruh ibadah kita, oleh karena itu orang
yg sering memakan makanan haram hatinya gelap dan akan
lebih mudah tergoda syetan.

Keempat, manusia yg
memakan harta atau makanan haram ibadahnya tidak akan
diterima oleh Allah swt.

Di tahun 2010 lalu, ane mendapat
email dari seorang teman tentang kulit babi yg dijadikan
sepatu, dan sepatu itu sudah beredar luas di masyarakat.

Menerima berita ini, kemudian ane sebarkan kepada
teman-teman saya di kantor.

Terdapat perdebatan di antara
teman-teman kantor, ada yg bilang jelas sepatu itu
hukumnya haram tetapi ada juga yg menyebutnya itu halal
karena kulit babinya sudah di samak.

Akhirnya ane bilang
bahwa hukum setiap bangkai itu haram meskipun hukum
asalnya hewan itu adalah halal, misalnya kulit hewan,
kulitnya yg merupakan bagian dari bangkai hewan tersebut
adalah haram, tetapi ada cara yg diajarkan Nabi Mulia saw
agar kulit bangkai hewan itu bisa dimanfaatkan yaitu dgn
cara di samak, selama hukum asal hewan itu adalah halal.

dikecualikan adalah kulit babi, karena hukum asal babi itu
adalah haram maka kulitnya tidak bisa di “halalkan” dgn
cara di samak.

Walahualam.

Ane ada tips untuk kita dapat
melatih kepekaan bathin mengenai makanan haram atau
halal.

Di zaman sekarang ini terkadang kita sering merasa
bingung untuk memilih makanan halal, karena hampir di
seluruh lapisan pedagang, baik yg kecil sampai dgn yg
besar, tidak memperdulikan lagi halal atau haram produk
yg dijual, yg penting dpt untung besar.

Tips nya begini,
setiap kita mau memakan sesuatu cobalah berkomunikasi
dgn Allah swt dlm hati, mohonlah petunjuk Nya apakah
makanan yg akan kita makan ini halal atau haram,
begitupun ketika akan memilih/membeli makanan di
restauran.

Insyaallah, akan ada petunjuk yg di dapat dan
tentu saja harus ada keberanian untuk meninggalkan
makanan itu (jgn memakannya).

Ini ane lakukan setiap ane
mau makan, walaupun itu olahan orang rumah (istri).

Semakin sering dilatih maka semakin peka pula bathin kita.

Berikut ini ane sampaikan mengenai kode makanan (positif
mengandung lemak babi) yg terdapat di dalam produk-
produk makanan, terutama yg berasal dari perusahaan
multinasional ( ane copas dari pcboxsearch.com).

Semoga
mampu menggugah kita untuk lebih berhati-hati dlm
memilih produk makanan bagi keluarga kita.

Assalamu’alaikum

Oleh Dr.M. Anjad Khan Salah seorang
rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai
di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal,
Perancis.

Tugasnya,mencatat semua merk barang,
makanan & obat-obatan Produk apapun yang akan
disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan
produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari
BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC.

Tak
heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan
yang dipasarkan.

Banyak dari bahan-bahan tersebut
dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa
yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904,
E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk
matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode
matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang
dalam bidang itu.

Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja
tugasmu, dan jangan banyak tanya …!

Jawaban itu,
semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai
mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada.

Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum
muslimin dunia.

Hampir di seluruh negara bagian barat,
termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging
babi.

Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara-
negara tersebut.

Di Perancis sendiri jumlah peternakan
babi mencapai lebih dari 42.000 unit.

Jumlah kandungan
lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan
dengan hewan lainnya.

Namun, orang Eropa & Amerika
berusaha menghindari lemak-lemak itu.

Yang menjadi
pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ?

Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM,
tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang
sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu sekitar 60
tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar.

Kini mereka pun
berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut..

Sebagai awal ujicobanya, mereka membuat sabun dengan
bahan lemak babi, dan ternyata berhasil.

Lemak-lemak itu
diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.

Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan
bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus
dicantumkan pada kemasan.

Karena itu, bahan dari lemak
babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada
kemasan produknya.

Agar mudah dipasarkan, penulisan
lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan.

Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara
Islam,maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi &
domba.

Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi
muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat
Islam.

Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam,
akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat
serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan
menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang
dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka
membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti
BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu.

Kode
diawali dengan E ? CODES,E-INGREDIENTS, ini terdapat
dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta
gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,
buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih
banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.

Karena itu,
saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk
memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita
konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-
CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di
bawah ini, positif mengandung lemak babi :

E100, E110,
E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,
E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431,
E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473,
E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492,
E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti
syari’at Islam dan juga memberitahukan informasi ini
kepada sesama muslim lainnya.

Semoga manfaat, M. Anjad
Khan Medical Research Institute United States

********
**

Kalo mo hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2
ulang deh …

karena, ternyata semua minuman mengandung
elmusifier yang berasal dari babi.

Kalo membeli makanan
kita juga gampang mengetahui halal or haram, caranya dg
melihat ada tidaknya kode E ?

trus tiga digit angka
dibelakangnya, dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak
babi…

******** **

Dear all …

Jika memang emulsifier
yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak ada embel2
lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya
yakni bahwa “origin”nya adalah pork or varken (babi)
Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga
muslim Groningen the Netherlands & ikatan kel muslim
Eropa memperingatkan kami utk mengecek content /
ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan
dibeli.

Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga
digunakan pada roti tawar. Karena itu, kami sarankan kpd
kel muslim utk pilih roti tawar dg istilah biological bread
(non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih
mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti
tawar dg emulsifier), yang pentingkan halal.

********
***** ***

FYI ….

E471 biasa dikenal dg sebutan
lecithin è originnya merupakan ekstrak dari tulang babi.

E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah
ekstrak tulang babi.

Kedua additive ini merupakan senyawa
turunan dr asam lemak (fatty acid).

Biasanya kedua
additive ini sangat sering ditemukan pada produk2
berikut :

Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice
cream, biskuit, dll Produk makanan yg perlu elmusifier è
coklat bar, ice cream, or bulk,coffee cream, marshmallo,
jelly, dsb.

Demikian sekilas info, semoga manfaat

Wallahu’alam bi shawab

Semoga Allah swt membimbing kita untuk dapat menjauhi
sesuatu yg haram,

Waalaikumsalam wr wb.

 

 

2 Komentar leave one →
  1. dimas salengko permalink
    Mei 18, 2014 4:52 pm

    Hoax E-Numbers Lemak Babi : E471 Kopi Luwak “White Coffee” & E472 Ice Cream Magnum, Haramkah??!

    HALAL!

    “Kalau sudah diaudit LPPOM MUI berarti sudah dipastikan bhw E471 yg dipakai statusnya halal” – Nanung Danar Dono

    from FB Nanung Danar Dono : http://www.facebook.com/notes/nanung-danar-dono/hoax-e-numbers-lemak-babi/196239170413316

    Di antara sahabat2 sekalian barangkali ada yg pernah mendapatkan berita bohong di internet (hoax) ‘yang menggelisahkan’ yang bertajuk : “Kode Babi pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)” melalui email, mailist, Facebook, Twitter, maupun SMS.

    Atas saran banyak sahabat, saya diminta membuat tulisan (note) agar mudah di copy-paste sahabat2, agar bisa bersama2 kembali menenangkan umat dengan berita yang benar.

    Sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah Swt.

    Saya pertama kali memperoleh hoax (informasi bohong di internet) ini di sekitar tahun 2004/2005. Sekarang hoax ini muncul lagi, bahkan menyebut salah satu produk dari sebuah perusahaan terkenal di tanah air. Saya sedih…hoax ini jadi pesan berantai. Banyak saudara kita yang tidak tahu, lalu merasa wajib menyebarluaskannya.

    Efeknya tentu menjadi sangat buruk,

    Pertama : muncul image bahwa LPPOM MUI tidak amanah, padahal lembaga ini sudah sangat ketat sistemnya.

    Kedua : umat seakan jadi sangat mudah diombang-ambingkan berita dari orang fasiq.

    Ketiga : ini bisa jadi fitnah bagi perusahaan ybs. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah melarang kita bersikap tidak adil hanya gara2 kita tidak suka dengan perusahaannya.

    Maka dari itu, perkenankanlah saya menyampaikan beberapa hal sbb.:

    Pertama,

    Allah Swt meminta kita melakukan tabayyun (klarifikasi) jika kita mendengar berita yang meragukan. Jangan sampai kita melakukan perbuatan yang tidak baik, dan kita menyesal di kelak kemudian hari.

    Sebagaimana Firman Allah Swt. dalam QS. Al Hujuraat (49) : 6 berikut :

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

    Kedua,

    Ice cream Magnum dari Walls sudah memiliki Sertifikat Halal (no. 00290047180208, berlaku sd. 9 Maret 2012).

    Artinya, produk tersebut telah diperiksa dengan cermat dan sangat teliti oleh para ahli (auditor) yang tergabung dalam LPPOM MUI. Emulsifier/stabilizer E472 yang dipakai perusahaan ini juga telah diteliti dan sudah dipastikan bahwa bahannya bukan dari lemak babi (http://hidayatullah.com/read/15974/21/03/2011/lppom:-kode-e472-tidak-berarti-babi.html).

    Sebatas yang saya ketahui & saya yakini sbg ‘bekas’ Sekretaris LPPOM MUI, sangat kecil kemungkinan Walls nekad menggunakan bahan haram. Alasannya, pertama, perusahaan Walls (Unilever) adalah perusahaan raksasa. Apa iya mereka berani mempertaruhkan nama besar perusahaan mereka dgn menggunakan bahan haram. Ajinomoto cukup menjadi pelajaran berharga bagi banyak perusahaan, bahwa kalau nekad menggunakan bahan haram, maka kepercayaan masyarakat hilang (omzet penjualan Ajinomoto saat itu anjlok hingga tinggal 20%).

    Ketiga,

    LPPOM sangat ketat dalam melaksanakan audit halal. Saat ini terhadap setiap perusahaan yang menghendaki Sertifikat Halal (SH) diberlakukan kewajiban untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Ini adalah sistem yang HARUS diterapkan perusahaan yang minta SH. Perusahaan yang bersangkutan harus membuat sistem tertulis yang diberlakukan untuk menjamin status kehalalan seluruh bahan baku dan prosesnya.

    Keempat,

    Tentang ‘Kode Babi Pada Makanan Kemasan’, maka saya sampaikan bahwa informasi tentang E-numbers (E-codes) ini jelas keliru. Saya juga pernah berbincang dengan Prof. Umar Santoso (FTP UGM Yogyakarta dan Wakil Direktur LPPOM MUI DIY), dan beliau menyatakan bahwa data-data tentang E-number tsb banyak yg tidak benar.

    E-numbers tidak semuanya berasal dari lemak hewan. Ada E-number yang berasal dari bahan nabati, bahan tambang, bahkan bahan sintetis. E-number yang berasal dari hewan, tidak hanya berasal dari lemak, namun juga berasal dari senyawa lain maupun organ tubuh tertentu, seperti : tulang, kulit, telur, susu, dll. E-numbers tidak semuanya emulsifier/stabilizer, apalagi lemak babi. Ada E-number yang berupa senyawa pewarna, senyawa pengawet, senyawa pengasam, senyawa antioksidan, dll.

    Informasi resmi dari Halal Food Guide – Inggris berikut juga bisa dipakai sebagai rujukan : http://www.guidedways.com/halalfoodguide.php

    Jadi, kesimpulannya, kalimat yang menyatakan bahwa, “…kode-kode E-number mengandung lemak babi” adalah SALAH dan TIDAK BERDASAR fakta ilmiah. Tidak semua E-number itu dari lemak babi dan haram.

    Kelima,

    Ada beberapa hal yang membuat saya suuuuangat yakin bahwa berita ini adalah hoax :

    a. Di artikel tsb ditulis bahwa Shaikh Sahib bekerja di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pégal, Perancis. Saya lalu menghubungi sahabat saya Bapak Rudi Yusuf Natamihardja yang tinggal di KJRI Marseille. Setelah beliau melacak keberadaan lembaga ini, beliau mengatakan bahwa Pégal adalah kota kecil dan disana tidak ada lembaga ini. Lembaga yang serupa POM ini ada di Montpellier, bukan di Pégal. Artinya, lembaga serupa POM di Pégal ini adalah lembaga fiktif.

    b. Saya tertarik mencari tahu siapakah Anjad Khan ini. Saya coba melacak menggunakan search engines Google dan Yahoo, dengan kata kunci Anjad Khan. Dari 14 halaman yang saya buka, alhamdulillah akhirnya ketemu…! Ada 2 orang, yang satu Anjad Khan, tinggal di West Yorkshire, UK. Yang kedua orang Pakistan, yang bekerja sbg konsultan di Neuro Clinic, Medical Practice Industry, Pakistan. Keduanya bukan staf di sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States.

    Kemudian, kalau saya ganti kata kuncinya dengan Amjad Khan, maka yang muncul ada 3 orang. Amjad Khan pertama adalah bintang film India (Bolywood). Amjad Khan kedua adalah pemain Cricket Inggris kelahiran Copenhagen, Denmark. Kedua ‘Amjad Khan’ ini tidak terkoneksi dengan sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States (kalaupun lembaga tsb ada). Amjad Khan yang ketiga adalah Amjad Khan yang ada pada artikel (hoax) ini. Dari data-data tsb saya simpulkan bahwa nama Anjad/Amjad Khan di artikel ini adalah nama fiktif.

    c. Kemudian saya mencoba mencari lembaga di Amerika yang disebut sebagai Medical Research Institute United States. Dari upaya pencarian saya, ternyata saya tidak berhasil menemukan lembaga tsb di internet. Yang ada yaitu US Army Medical Research Institute, dan tidak ada satupun artikel yang terkoneksi dengan nama Anjad/Amjad Khan ini. Selain itu, tidak ada jurnal ilmiah yang dipulikasi oleh lembaga ini. Dari fakta-fakta tsb di atas, maka dapat saya simpulkan bahwa lembaga yang disebut sebagai Medical Research Institute United States ini fiktif.

    d. Kalau benar Syaikh Sahib bekerja sebagai staf quality control (QC), maka mestinya beliau tahu asal bahan tsb (tanpa harus bertanya kepada orang yang ‘berwenang’ dalam bidang itu). Juga koq aneh, istilahnya koq ‘yang berwenang di bidang itu. Lha, bukankah QC yang paling berwenang dalam pengawasan kualitas bahan.

    e. Saya merasa sangat heran, koq ada perang saudara (civil war) disebabkan karena peluru yang dilapisi lemak babi. Lagi pula, itu perang saudara dimana dan antara siapa melawan siapa? Terkesan dengan sangat bahwa alasan perang ini terlalu dicari-cari.

    f. Sebatas pengetahuan saya yg sangat minim, penggunaan E-number itu bukan utk menutupi kenyataan, namun untuk memudahkan identifikasi bahan. Saya kira para ahli makanan di Eropa yang beragama Islam sangat banyak dan sangat paham tentang hal ini. Masak sebodoh itu para doktor teknologi pangan Muslim ditipu?

    Demikianlah klarifikasi yang dapat saya sampaikan. Semoga sahabat-sahabat sekalian berkenan untuk menyebarluaskan informasi ini agar masyarakat kembali tenang.

    Sekedar tambahan informasi, Daftar Produk Halal MUI dapat kita akses dengan mudah melalui website resmi MUI atau melalui link: http://www.halalmui.org/images/stories/pdf/daftar%20produk%20halal%20Maret%202011.pdf

    _______________________________________________

    Comment by Ari Dwi Nugraheni : Izin share Ustadz Nanung Danar Dono. Karena hari ini saya baca di salah satu FB katanya white kofie itu patut diricek kehalalannya karena mengandung kode E471. Padahal menurut saya halal (karena ada label halal MUI).

    Comment by Nanung Danar Dono : Kalau sudah diaudit LPPOM MUI berarti sudah dipastikan bhw E471 yg dipakai statusnya halal. That’s it …so simple, jangan dipersulit lagi! Maka itulah Mba’ Ari Dwi Nugraheni, kalau orang memegang & meyakini HOAX sekuat meyakini kebenaran AGAMAnya…! Penjelasan sebenar apapun akan dianggap salah dan lebih menikmati suasana dikibuli dan diketawai orang…

    Nanung Danar Dono

    PhD Student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences

    University of Glasgow, Glasgow,

    Scotland, UK

    • taubat permalink
      Oktober 6, 2014 5:44 am

      Rekayasa bisnis dan perdagangan itu biasa terjadi,bisa saja setelah diaudit MUI dan lolos label halal,kemudian sebulan setelahnya mereka bisa saja menggunakan kembali bahan2 yg diharamkan agama tanpa sepengetahuan konsumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: