Skip to content

Anas bin Malik, saksi turunnya ayat tentang Hijab

Maret 19, 2014


Ditulis oleh : Agung Moehadji Soemo Soemadi

1958527_10201333862500416_157791121_n

Diriwayatkan dari Anas bin Malik (radhiyAllaahu ‘anhu): aku berusia sepuluh tahun ketika Rasulullah (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) tiba di Madinah. Ibu dan bibiku selalu mendorongku agar melayani Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) secara teratur, dan aku melayaninya selama sepuluh tahun.

Ketika Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) wafat, aku berusia dua puluh tahun, dan aku lebih tahu tentang perintah Hijab (jilbab wanita) daripada orang lain saat ayat itu diwahyukan.

Ayat tentang hal itu diturunkan untuk pertama kalinya saat Rasulullah (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) telah melaksanakan pernikahannya dengan Zainab binti Jahsy (radhiyAllaahu ‘anha).

Ketika hari itu tiba, Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) adalah seorang mempelai pria dan ia mengundang orang-orang dalam sebuah jamuan makan, sehingga mereka datang dan makan. Setelah makan, orang-orang meninggalkan acara kecuali beberapa yang tetap duduk lama bersama Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam).

Lalu Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) bangkit dan pergi keluar, dan aku pun menemaninya sehingga orang-orang yang di situ mungkin juga ikut pergi keluar.

Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) berjalan dan begitu juga aku, sampai ke pintu tempat tinggal ‘Aisyah (radhiyAllaahu ‘anha). Karena berpikir bahwa orang-orang di tempat tinggal Zainab binti Jahsy (radhiyAllaahu ‘anha) belum meninggalkan tempat, ia kembali dan begitu pula aku menemaninya sampai masuk lagi ke tempat Zainab (radhiyAllaahu ‘anha). Dan ternyata, mereka masih duduk dan belum pergi.

Maka Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) pergi lagi dan aku menyertainya. Ketika kami sampai di pintu kamar ‘Aisyah (radhiyallaahu ‘anha), ia berpikir bahwa orang-orang pasti sudah meninggalkan tempat, maka ia kembali, tentu aku juga bersamanya dan ternyata memang orang-orang sudah pergi.

Kemudian Nabi (Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) menarik tirai antara aku dan dia, dan ayat Hijab diwahyukan.

Shahih Bukhary: Jilid 7, Bab 62, Nomor 95

Al Ahzâb – Surah 33

[33:59] “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: