Skip to content

KISAH MUALLAF, Kesaksian Felix Siauw : Mengapa Saya Meninggalkan Kristen

Januari 8, 2014

1499512_262282767259974_286561138_n

 

courtesy by : Trans7
Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya .saya selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.

Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia.

Setelah proses pencarian jawaban di dalam alkitab itu, saya memutuskan bahwa agama yang saya anut tidaklah pantas untuk dipertahankan atau diseriusi, karena tidak memberikan saya jawaban atas pertanyaan mendasar saya, juga tidak memberikan kepada saya pedoman dan solusi dalam menjalani hidup ini. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang tidak beragama,

Tetapi semua pandangan itu berubah 5 tahun kemudian ketika saya bertemu dengan seorang ustadz muda aktivis gerakan da’wah islam internasional, perkenalan saya dengan al-Qur’an dimulai. Diskusi itu bermula dari perdebatan saya dengan seorang teman saya tentang kebenaran. Dia berpendapat bahwa kebenaran ada di dalam al-Qur’an, sedangkan saya belum mendapatkan kebenaran. Sehingga dipertemukanlah saya dengan ustadz muda ini untuk berdiskusi lebih lanjut.

Setelah bertemu dan berkenalan dengan ustadz muda ini, saya lalu bercerita tentang pengalaman hidup saya termasuk ketiga pertanyaan hidup saya yang paling besar. Kami lalu berdiskusi dan mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikkan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita. Tapi saya lalu bertanya pada ustadz muda itu “Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya?!”. Ustadz muda itu berkata “Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja” lalu dia menambahkan “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan bisa membuktikan diri kalau ia datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa” lalu diapun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:

Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (TQS al-Baqarah [2]:2)


Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan “kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”

Waktu itu saya membeku. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!”. Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur’an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, Sesuatu yang belum pernah saya dengar tentang Islam sampai saat itu, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam.

Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna. Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup untuk beribadah kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang tertulis didalam al-Qur’an. Dan al-Qur’an dijamin datang dari-Nya karena tak ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiran saya. Saya memutuskan:

“Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”

Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi, apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan kebenaran yang saya cari selama ini?!. “Tidak, sama sekali tidak” saya memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas dan harus didahulukan.

Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam. Dan mudah-mudahan, sampai akhir hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahuakbar!

Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik (TQS an-Nuur [24]: 55)
Terimakasih Allah SWT, telah memberiku al-Qur’an dan taufik. Terimakasih wahai rasulullah Muhammad saw. atas kasih sayang dan perjuangannya. Terimakasih untuk Mami yang telah melahirkan dan mengasuh serta membesarkanku. Papi atas pelajaran nalar dan kritisnya sehingga aku bisa menemukan Islam. al-Ustadz Fatih Karim atas kesabaran dan persaudaraanya. al-Ustadz Ahmad Muhdi atas kritik dan perhatiannya. Ummi Iin atas percaya dan penurutnya. Teman-teman HDHT, terimakasih atas bimbingannya.

 

 

11 Komentar leave one →
  1. Januari 16, 2014 1:34 pm

    wah……subhanalloh!
    in the best!
    oh ya,ini kan tentang Islam,bisa jelaskan pdku tentang menggambar dlm Islam?

  2. oce permalink
    Juli 30, 2014 4:46 am

    saya menghormati pilihan hidup saudara…tapi ada hal yg perlu saya sampaikan yg tdk anda pertimbangkan sebelum anda merubah keyakinan…logikanya begini:
    Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YANG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.
    Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.
    Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.
    Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.
    Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.
    Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.
    Kita bisa melihat dari buah2 ajaran dari para penganutnya dan ajaran moral dlm kitabnya…

    • faisaltoatubun permalink
      September 25, 2014 11:02 am

      Saudara oce, koreksi dulu petanyaan anda tentang “logika”
      jujur saja, saya ketawa meliat comen anda tentang logika

  3. oce permalink
    Juli 30, 2014 5:20 am

    mhn maaf, ada hal yg menggelikan saya ketika menonton anda di tv one…dengan sangat percaya dirinya anda berkata, :”ketika sy sdh muslim sy bertemu dgn org tua saya yg adalah katolik saat natal, dan saya tidak mau mengucapkan selamat natal pada mereka, krn islam mengajarkan kita boleh bertoleransi tapi tdk boleh mengucapkan selamat natal…, krn doktrin agama kita tdk mengijinkan kita mengucapkan selamat natal pd mereka…anda lanjut berkata “itu indahnya islam”….

    .hehehe…sy tercengang dan berpikir, waduh gawat juga agama ini, orang kog bisa dibutakan matahati dan perasaan hanya karena menuruti doktrin dlm kitabnya ya??…akhirnya saya berpikir bahwa pantas amrozi dkk, para aradikal begitu tega membunuh dan merasa tdk bersalah!!..soalnya mereka juga merasa diperintahkan hrs menuruti perintah kitabnya tanpa bisa merasakan apakah perintah tersebut benar atau sebenarnya keliru??….artinya apa???…dengan masuk islam justru membuat manusia kehilangan sense kemanusiaannya, karena rasa dan empati ditutupi oleh doktrin agama yg harus dijalankan!!

    kabar baiknya masalah doktrin larangan ucapan selamat hari raya pd umat lain itu, hanya membuat org lain tidak enak saja, dan tidak sampai membuat mereka menerima kekerasan atau kehilangan nyawa seperti yg diterima korban bom digereja2 akibat pelaksanaan doktrin oleh kel radikal…..artinya apa?? jika kita hanya berdasar pada doktrin, tapi tdk mempertimbangkan dari aspek hatinurani, maka kita sama seperti robot yg tidak punya hati!!…sebaiknya anda lebih berhati2 menterjemahkan ajaran2 dlm agama anda agar anda bisa menjadi org yg lebih baik secara personal, bukan malah menjadi seorang yg merasa benar padahal sebenarnya hanya kebenaran dangkal yg anda pegang..salam..

    • enes permalink
      Agustus 29, 2015 10:47 am

      Makanya pake akal n otakmu (klo masih punya), pake hati nuranimu ( klo msh ada). Kt mu pake nurani klo melihat agama mana yg benar. Tapi kmu pake perumpamaan anak SD yg diajari kimia. Bkn yg ngajrin yg bodoh tpi krn anaknya yg blm sampe akalnya. Knp skrg kmu suruh org pake hati nurani. Justru Felix Siauw gunakan hati nuraninya yg galau stl baca AlKitab. Jd klo komen jgn bikin kontradiksi kaya Injilmu yg ga bisa d nalar. Anak SD d seluruh dunia juga tau n ngerti runus matematika = 1+1+1=3. Emang ada rumus baru =1+1+1=1 ? Siapa sih yg bikin rumus gitu? Cuma Paulus yg bisa bikin rumus itu. Klo rumus itu d ajarin ma anak SD bisa rusak nalar n otak manusia. Jd hanya org waras aja yg masih punya akal n hati nurani. Yg ga punya berarti dah ga waras alias gilaaaa……

    • Bahtera Allah permalink
      Oktober 14, 2015 3:18 pm

      Didalam al-quran jg ada disebut Isa Almasih adalah juruselamat, dan Muhammad meminta untuk umatnya untuk mendoakannya, bagaimana seorang Nabi Muhammad yg dibilang seorang Nabi yg bsa menyelamatkan umatnya, smentara dia tdk tau selamat atau tdk dari khiamat.
      Manusia adalah ciptaan Allah yg paling sempurna, dan di al-quran banyak ajaran yg membenci agama diluar muslim, apakah al-quran yg disebut kitab yg langsung turun dri Allah merupakan “Perkataan Allah”, kl itu adalah kitab suci yg disebut perkataan dri Allah kenapa Allah membiarkan manusia saling membunuh, harusnya Allah mengajarkan kasih kepada umatnya manusia. Tujuan hidup kita adalah masuk surga, di al-quran tdk ada isinya yg menjanjikan akan masuk surga,tetapi insya allah (mudah”an Allah menerima), Tetapi di Alkita dijanjikan untuk masuk surga oleh Tuhan Yesus, dan di al-quran jg disebutkan Nabi Isa Almasih sang juruselamat. Jd kita harus bsa memahami yg mana kitab yg disebut “Perkataan Allah”. Tq

  4. Bayu permalink
    Juni 3, 2015 9:51 pm

    Untuk saudara oce. Pahami dulu tentang apa yang anda ucapkan, anda mengerti tentang radikal ? kalau anda beragama non muslim, pahami dulu apa itu islam dan pahami kitabnya, saya memang muslim keturunan, tapi itu hanya sampai saya berumur 17 tahun. Setelah itu saya mencari. Saya hanya mau bilang memang agama semua agama mengajarkan kebenaran, TAPI ingat. Tidak semua benar. Kalau anda katholik salah kah saya bertanya tentang trinitas ? Kita semua tau kalau katholik memakai lambang salib dalam agamanya, karena menurut kalian yesus meninggal di kayu salib. Kalau yesus meninggal di kursi listrik apakah kalian akan memakai kursi listrik sebagai lambang ? Berbicara tentang kota suci kalian, kenapa kota suci kalian vatican roma ? Bukannya menurut ajaran agama kalian yesus lahir di kandang domba saat musim salju di ISRAEL ? Kalau anda bisa menjawab itu semua, berikan saya satu saja kesalahan dalam Al-Quran

  5. Juni 9, 2015 9:12 pm

    Agama islam memang disetel untuk dijelek jelekkan…. bagaimana itu bisa terlaksana ya dengan bantuan media…. agama islam memang ancaman untuk agama lain yang dilaknat Allah… dan itu sudah diperingatkan Allah dalam Alquran…. dan mereka tidak akan pernah berhenti untuk menjatuhkan agama Allah…. Kuncinya ya pada kita kuatkan keimanan kita….tunjukkan bahwa kita adalah hamba Allah yang terbaik…. Kita aja belum paham benar dalam melaksanakan agama Allah….. yang pasti hidayah itu akan terbuka bagi orang orang yang mau memakai akal sehatnya, memakai logikanya…. sehingga kita menjadi hamba Allah yang bertakwa…amien

  6. simbalanini permalink
    Januari 17, 2016 9:50 pm

    Setiap Rasul adalah juru selamat termasuk Nabi Isa as, karena yang dia sampaikan adalah Firman Dari sang pencipta yang dibawa oleh malaikat penyampai wahyu, bukan lewat manusi yg sdh pernah berbuat kesalahan dan lalu mengaku bertobat kemudian mengaku menerima wahyu lalu menulis kitab dan mangaku bahwa ini dari Tuhan, dan yang namanya kitab suci sudah tetntu dari Tuhan dan di turunkan untuk disampaikan oleh para juru selamat tadi kepada manusia secara jujur dan adil karena para juru selamat itu adil makanya mereka tidak akan pernah memutarbalikan fakta dan mengatakan sesuatu yang bukan haknya karena setiap Nabi itu tidak pernah menyampaikan bahwa firman Tuhan itu adalah Firman saya jg, tetapi selalu mengatakan bahwa itu adalah dari Tuhan, dan dialah Tuhan tidak yang lain. seperti yg tercantum dalam Yohanes 17.3. sebagaimana jg dalam syahadat Muslim yakni Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Alalh. semoga bermanfaat.

  7. Maret 26, 2016 4:44 pm

    BAGI NON MUSLIM PAKE HATI NURANI DONG

  8. wanto knows permalink
    Agustus 25, 2016 6:08 am

    To All Muslims please answer these questions point per point/one by one. yes, no or abstain (with argument/reason) :
    Q1. anda mengklaim islam/muhamad (cq: alquran&hadist) adalah penyempurna “agama” sebelumnya, apa yang disempunakan islam dari Kristen/yesus (cq: alkitab)?
    Sebab sebagai orang Kristen (artinya pengikut-sebenarnya lebih tepat disebut murid – Kristus), kami harus berusaha – tentu atas karunia/izin-Nya -mengikuti teladan Yesus selama hidup di dunia , yaitu :
    A. Tidak pernah berbohong,dan mengajarkan: katakan ya,jika ya dan katakan tidak jika tidak, lebih dari itu berasal dari setan/iblis.
    B. tidak pernah mematikan orang hidup tapi menghidupkan orang mati.
    C. tidak pernah menyakiti orang tapi menyembuhkan orang (yg buta-melihat, yg lumpuh-berjalan, yg tuli-mendengar, yg kusta-tahir, yg kerasukan roh jahat di usir setannya,dll)
    D. tidak pernah kawin (karena IA Allah), dan mengajarkan agar menjaga kekudusan pernikahan yaitu seorang suami hanya untuk seorang istri (sama seperti standar awal penciptaan manusia yaitu : adam dan hawa) dan tidak ada kata perceraian kecuali oleh maut (kehendak Allah)
    E. memberi kepada yang membutuhkan (makan/minum, peduli, kasih, pengampunan, keselamatan) seperti gembala kepada domba-dombanya (5 roti+2 ikan untuk 5.000 orang lebih + sisa 5 bakul).
    F. Terakhir- setelah menjawab point A s/d E- apakah “dunia/bumi akan seperti di surga” jika semua orang mengikuti ajaran/tindakan muhamad?

    (BACA : Yesus dan Muhamad-Mark A. Gabriel, Phd, Muhamad harus akui Isa al-masih lebih superior-Ram Kampas)

    Q2. Bukankah?
    1. Adalah masuk akal jika Allah tidak masuk akal (Beyond your brain/mind/logic/rationality /imagination).
    2. keberadaan Allah-termasuk ke”trinitasan”Nya(?)- adalah terserah Allah tidak harus/perlu masuk akal manusia, lagi pula perlu apa Allah terhadap manusia? IA tetap Allah walau tidak ada yang percaya/menyembahNya.
    3. Adalah masuk akal jika Allah dapat menjadi Manusia.
    4. Selama menjadi manusia hakekat keberadaan/keilahianNya (i.e. kemahakuasa/mulia/sucian,dll) sebagai Allah tidak berubah/berkurang. Seperti orang yang pura-pura menjadi patung/manekin hakikatnya tetap manusia yang bisa merasa, berfikir, berkehendak dan bertindak (jadi hanya untuk sementara waktu tidak menggunakan kemauannya/kemampuannya)
    5. Apa yang tidak kita tahu/mengerti/percaya(imani) belum tentu tidak ada/terjadi. Face the fact, we are just human !!!
    6. Tidak layak kita sebagai manusia membatasi/mendefinisikan/”mengatur” kemampuan dan kemauan Allah -termasuk untuk menjadi manusia(?)- berdasarkan kemampuan dan kemauan atau bahkan selera kita, tahu apa kita tentang alam semesta?, alam roh?, sifat dari dosa?, waktu yang akan datang?, rancangan/rencana Allah, dll. dan terutama tahu apa kita tentang………….Pencipta kita.

    7. Adalah lebih baik jika kita dengan rendah hati berdoa/bertanya LANGSUNG kepadaNya, siapakah sesungguhnya yang menciptakan alam semesta dan yang mempunyai surga, siapakah….. PENCIPTA YANG SEJATI.
    (BACA : Kesaksian Hamran Amrie- Hamran Amrie, Menggali kebenaran trinitas menabur kasih- Ir. Johanes sudarsiman)
    Q3. Siapa “penulis” Alquran?
    Karena tidak ada saksi dari orang-orang lain disekitarnya yang menyaksikan dan mendengar Allah pernah berbicara langsung ke muhamad .
    i. Bagaimana muslim dapat meyakini bahwa yang berbicara kepada muhamad adalah Allah sejati melalui malaikat jibril yang sejati, Bukan “TOKOH-TOKAH IMAGINER” khayalan dari muhamad ?.
    Bandingkan dgn alkitab :
    Demikianlah TUHAN telah berfirman kepada Musa dan Harun, serta mengutus mereka kepada orang Israel dan kepada Firaun, raja Mesir, dengan membawa perintah supaya orang Israel dibawa keluar dari Mesir.(Kel 6:20). disaksikan oleh Harun
    Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: (ayub38:1) disaksikan oleh sahabat-sahabat Ayub
    ii. Bagaimana muhamad yakin bahwa yang berbicara kepadanya adalah malaikat jibril sejati yang diutus Allah yang sejati?, karena tidak ada konfirmasi langsung dari Allahnya .
    Bandingkan dgn alkitab :
    Lalu terdengar suara dari surga yang mengatakan:”inilah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”(mat 17:5). disaksikan oleh banyak orang di sungai yordan.
    iii. Terakhir, bagaimana muslim yakin bahwa Allah swt adalah Allah yang benar/sejati yang dapat melakukan segala sesuatu, setidak-tidaknya bisa ngomong. Ingat: “yang tahu belum tentu sama dengan yang melakukan/punya kuasa”
    Semoga tidak dijawab dengan kata “Al-amin” karena anda harus menerangkan apa itu “Taqiya” dan track record (ajaran/tindakan) Muhamad (bandingkan dengan pertanyaan Q1).
    (BACA: SANG PUTERA DAN SANG BULAN – Curt Fletemier & Yusuf Lifire, Islam: ditinjau dari pengamatan sejarah – Dr. Rifat Amari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: