Skip to content

KISAH MUALLAF, IBRAHIM KILLINGTON : MENJADI MUSLIM SETELAH MENGKAJI TEORY KONSPIRASI

Januari 8, 2014

1383795_265254453629472_549436852_n

Sebelum saya masuk Islam, hidup saya benar-benar hanya terfokus pada minuman, obat-obatan, dan bersenang-senang semata.

Seluruh tujuan hidup hanya untuk bersenang-senang, tertawa, dan tidak ada yang dilakukan selain bersenang-senang, mungkin sampai mati, dan bergaul dengan orang yang memiliki kebiasaan yang sama yang tentunya itu tidak membuat diri menjadi semakin lebih baik.

Pengalaman pertama saya melihat umat Islam adalah pada saat terjadi serangan 9/11. Saya ingat saya masih sangat muda pada waktu itu, saya tidak sepenuhnya menyadari apa yang sedang terjadi. Bahkan, saya berlari ke teman-teman saya setelah melihat laporan berita, dan saya mengatakan kepada mereka bahwa “turis” telah menyatakan perang terhadap Amerika, karena saya belum pernah mendengar tentang teroris sebelumnya.

Sementara perang itu berlangsung, saya melihat semakin banyak informasi tentang perang di Afghanistan, saya mulai memahami bahwa orang-orang yang diperangi ini adalah Muslim. Kaum Muslim melakukan kekejaman mengerikan di seluruh dunia dalam anggapan saya. Lewat informasi media yang bias, saya mulai sangat membenci umat. Bahkan saya mencoba untuk bergabung dengan tentara tiga kali dengan tujuan agar bisa pergi ke sana (Afghanistan) dan membunuh banyak orang yang saya bisa, sebagai bagian dari usaha saya membela serta melindungi keluarga saya. Saya pikir pada waktu itu Muslim telah melakukan kejahatan besar dunia.

Menemukan Islam
Saya kemudian mulai mendengar lebih banyak tentang Islam$2C terakhir kali saya melamar tentara, saya datang ke stasiun radio, pada waktu itu saya mendengarkan radio yang membeberkan tentang teori konspirasi, dan sejenisnya. Stasiun radio itu membicarakan tentang perang melawan teror dan tentang kehidupan Nabi Muhammad.

 

Tidak satupun yang saya dengar hal-hal baik dari pembicaraan di radio tersebut tentang Nabi Muhammad. Saya mulai mempertanyakan apa yang diyakini Muslim pada waktu itu, membuat saya berusaha melakukan pencarian spiritual.

Pada saat saya sedang mencari Mitologi Nordik dan Paganisme, salah satu teman saya mengatakan kepada saya sebelum saya memutuskan mengkaji paganisme ada baiknya saya melihat-lihat ajaran spiritual yang lain. Nasehat teman saya itu membuat saya mencari informasi tentang Muslim di Internet. Saya pikir salah satu muslim pertama yang saya lihat di Internet adalah Baba Ali. Dia mematahkan stereotip tentang Muslim untuk saya. Saya terkejut bahwa orang ini lucu dan ia sangat santai. Dia tidak berjanggut lebat dan tidak berteriak “Bunuh kafir.”

Untuk memenuhi kehausan saya akan Islam, saya memutuskan untuk meminjam Al-Quran dari kampus. Ketika saya memilikinya, saya pikir saya telah memilih “Buku Pegangan teroris,” dan saya khawatir bahwa agen MI5 akan datang untuk menahan saya. Saya memutuskan untuk segera keluar dari perpustakaan dan membawa pulang Al-Quran yang saya pinjam.

Tapi begitu saya mulai membaca Al-Quran (terjemah), saya langsung tersadar. Saya tidak bisa berhenti membacanya, melainkan tenggelam jauh semakin ke dalam menghujam ke hati. Saat saya membaca surat-surat yang ada di Al Quran, saya tak sengaja membaca tentang orang-orang di neraka yang meminum air mendidih sehingga membakar tenggorokan mereka. Membaca ini, hati saya bergetar, seakan-akan saya bisa merasakan tenggorokan saya terbakar, dan saya bisa merasakan bagaimana sebenarnya hal ini, sehingga saya memutuskan saya harus berubah.

Dalam upaya untuk berubah, hal pertama yang saya lakukan adalah saya pergi ke masjid, saya menghabiskan sepanjang hari di sana dengan membaca. Bahkan ibu saya menelepon di malam hari dan bertanya di mana saya berada sepanjang hari. Saya bilang saya berada di masjid

Dengan terkejut beliau mengatakan, “Tidak, kamu tidak bisa di Masjid, kamu seorang Kristen. Kristen tidak pergi ke masjid.”

Dia sangat terkejut dan sangat yakin bahwa saya akan menyusuri jalan yang buruk.

Itu reaksi asli ibu saya, namun setelah beberapa saat dia mulai menerimanya. Dia banyak menangis. Saya tidak terlalu yakin mengapa dia menangis, saya pikir dia merasa saya menolak semua yang diajarinya ke saya selama ini.

Banyak orang mengatakan bahwa ketika mereka menemukan Islam, seolah-olah mereka sudah pulang kerumah aslinya. Dan itulah perasaan yang saya dapatkan. Saya di masa lalu bukan saya sama sekali, saya sedang dikendalikan oleh sesuatu yang lain. Hal yang baik terjadi sejak saya masuk Islam.

Jika saya akan memberikan nasihat kepada orang lain yang bertanya tentang Islam, saya pasti akan memberitahu mereka untuk datang ke masjid dan berbicara dengan seorang yang memiliki pengetahuan tentang hal itu. Jangan mencari di Internet untuk jawabannya. Ada beberapa hal yang baik di Internet, tetapi ketika Anda tidak tahu apa-apa tentang Islam, Anda tidak bisa menilai apa yang benar dan apa yang salah. Jadi jauh lebih baik untuk berbicara dengan seseorang yang paham dan berilmu. Habiskanlah waktu dengan umat Islam. Saya menghabiskan beberapa minggu di komunitas mereka, dan Anda akan mendapatkan pemahaman tentang siapa mereka dan seperti apa kualitas mereka.

Jangan takut dengan apa yang dipikirkan keluarga Anda, saya awalnya khawatir tentang apa yang orang tua saya akan pikirkan, namun setelah masuk Islam saya berharap yang terbaik untuk orang tua dengan mengikuti jejak saya memeluk Islam.

 

Sumber : Islam Menjawab Tantangan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: