Skip to content

Kisah Muallaf : Buku Harian seorang Perawat Inggris

Januari 7, 2014

1546322_10200919729707355_678992251_n

 

Namaku Cassie, berusia 23 tahun. Aku lulus sebagai perawat terbaik tahun ini dan pertamakali bekerja sebagai seorang perawat khusus pasien di sebuah rumah tinggal.

Pasienku adalah seorang pria Inggris berusia 80-an yang menderita Alzheimer. Pada pertemuan pertama, kulihat catatan medis darinya dan dari situ aku bisa tahu bahwa dia adalah seorang yang masuk agama Islam, karenanya ia adalah seorang Muslim.

Karena itu, aku harus mempertimbangkan beberapa cara pengobatan yang tidak bertentangan dengan imannya, dan mencoba menyesuaikan perawatanku dengan kebutuhannya. Kubawakan beberapa daging ‘halal’ yang kumasak untuknya dan memastikan tidak mengandung babi atau alkohol, karena aku sudah meneliti bahwa hal itu dilarang dalam Islam.

Kondisi pasienku sudah mulai banyak kemajuan, sehingga banyak temanku yang bertanya-tanya, mengapa aku sedemikian berusaha keras untuk kesembuhannya. Namun aku paham bahwa seseorang yang berkomitmen untuk imannya pantaslah dihormati, bahkan jika mereka adalah orang yang tidak mengerti.

Setelah beberapa minggu bersama pasienku, aku mulai melihat beberapa pola gerakan yang dilakukannya.

Pada awalnya kupikir gerakan itu adalah gerakan yang dicontohnya dari orang lain, tapi kulihat ia mengulang-ulang gerakan itu pada saat tertentu, pagi, siang, dan malam.

Gerakannya adalah mengangkat tangannya, membungkuk dan kemudian meletakkan kepalanya ke tanah. Aku tak bisa memahaminya. Dia juga mengulang-ulang kalimat dalam bahasa lain, akau tak tahu bahasa apa itu, seolah bicaranya cadel…tapi kutahu kalau ayat-ayat yang sama diulang setiap harinya.

Juga ada sesuatu yang aneh, ia tak mengizinkanku untuk menyuapi makan dengan tangan kiriku (karena aku orang yang kidal).

Aku agak tahu kalau hal itu terkait dengan agama, tetapi aku tak tahu apa itu..

Salah satu teman bercerita tentang forum Paltalk di internet sebagai tempat untuk berargumen dan berdiskusi. Dan karena aku tidak tahu mengenai Muslim kecuali pasienku, maka kupikir alangkah baiknya bertemu dengan orang lain yang tahu dan bertanya kepadanya. Lalu aku masuk ke forum di internet itu, masuk pada bahasan Islam dan masuk lagi ke bagian ‘True Message’.

Di sini kuajukan pertanyaan mengenai gerakan berulang-ulang yang sering kulihat dan aku diberitahu kalau gerakan itu adalah gerakan shalat. Aku benar-benar tak percaya sampai seseorang memberiku link tentang cara orang Islam beribadah di youtube.

Aku sangat terkejut…

Pasienku, seorang laki-laki yang telah kehilangan segala kenangan akan anak-anaknya, dan hampir tidak bisa makan dan minum, namun mampu mengingat tidak hanya gerakan shalat tapi juga ayatnya yang berbahasa lain.

Ini bukan hanya luar biasa dan aku tahu bahwa orang ini adalah orang yang shalih dalam imannya, sehingga membuatku ingin belajar lebih banyak lagi demi merawatnya sebaik mungkin.

Aku mengakses forum Paltalk sesering mungkin dan mendapatkan link untuk membaca terjemahan Al-Quran dan mendengarkannya.

Nama suratnya ‘Nahl (lebah)’ membuatku menggigil dan aku mengulangi membacanya beberapa kali sehari.

Aku menyimpan rekaman Qur’an di iPod-ku dan memberikannya kepada pasienku untuk didengarkannya, ia tersenyum dan menangis, dan ketika kubaca terjemahannya, aku paham mengapa ia menangis.

Aku menerapkan ilmu yang kuperoleh dari Paltalk untuk merawat pasienku, namun lambat laun justru aku masuk ke forum itu untuk menemukan jawaban bagi diriku sendiri.

Aku selama ini memang kurang meluangkan waktu untuk melihat hidupku. Aku tak pernah tahu ayahku, ibuku meninggal ketika aku masih berumur 3 tahun, aku dan kakakku dibesarkan oleh kakek-nenek kami yang meninggal 4 tahun lalu, jadi sekarang hanya tinggal kami berdua.

Namun, meskipun keadaanku seperti ini, aku selalu berpikir bahwa aku bahagia.

Hanya setelah menghabiskan banyak waktu bersama pasienku, rasanya aku seperti kehilangan sesuatu. Aku kehilangan rasa damai dan ketenangan seperti yang nampak pada pasienku, meskipun ia merasakan penderitaan rasa sakit.

Aku menginginkan rasa yang ia miliki dan ia rasakan, meski saat tidak ada orang di sekelilingnya.

Tak seberapa lama kemudian, aku diberi alamat masjid di daerahku oleh seorang wanita di Paltalk dan ku pergi untuk mengunjungi masjid tersebut. Di sana kulihat orang yang sedang shalat dan tak kuasa kubendung airmataku.

Mulai hari itu, aku merasa tertarik pergi ke masjid setiap hari dan imam masjid bersama istrinya selalu memberiku buku-buku dan kaset untuk menjawab setiap pertanyaanku.

Setiap pertanyaanku di masjid dan di Paltalk dijawab dengan sangat jelas dan mendalam, sehingga aku tak bisa apa-apa selain menerimanya.

Aku memang tak pernah melatih imanku, tetapi aku percaya bahwa Tuhan itu ada, dan yang aku tak mengerti adalah bagaimana cara yang benar untuk menyembah-Nya.

Suatu malam kuakses lagi Paltalk dan salah satu adminnya di mic komputer memanggilku. Dia bertanya apakah aku punya pertanyaan, kubilang tidak. Dia bertanya apakah aku senang dengan jawaban yang ia berikan, kukatakan ya.

Kemudian ia bertanya lagi, apa yang mencegahku untuk menerima Islam, aku tidak bisa menjawab.

Aku pergi ke masjid untuk melihat shalat subuh. Imam masjid menanyaiku dengan pertanyaan yang sama, dan aku lagi-lagi tak bisa menjawab.

Kemudian kutemui pasienku, kuberi ia makan dan saat kulihat matanya, aku baru tersadar,…aku dibawa Tuhan kepadanya untuk sebuah alasan dan satu-satunya hal yang mencegahku untuk menerimanya adalah rasa takut…. bukan takut dalam arti sesuatu yang buruk, tapi takut menerima sesuatu yang baik, dan merasa kalau aku tidak layak menerimanya sebagaimana pasienku itu.

Sore itu aku pergi ke masjid dan meminta imam masjid untuk membimbingku bersyahadat: La ilaha illa AlLah, MUHAMMAD rasūl Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.

Imam masjid membantuku mengucapkannya dan membimbingku tentang apa yang perlu kulakukan selanjutnya.

Aku tak bisa menjelaskan perasaan yang muncul ketika mengucapkan kalimat syahadat itu.

Rasanya seperti ada seseorang yang membangunkanku dari tidur dan bisa melihat segalanya lebih jelas.

Aku merasakan sukacita yang luar biasa, sesuatu yang sangat jelas dan lebih dari semua itu adalah….rasa damai.

Orang pertama yang kuberitahu bukan kakakku, melainkan pasienku.

Aku segera menemuinya, dan sebelum membuka mulutku dia sudah menangis dan tersenyum padaku.

Aku pun menangis di depannya, aku berhutang begitu banyak…

Kemudian aku log-in di Paltalk dan mengulangi kalimat syahadat untuk semua orang di forum itu.

Mereka semua telah membantuku begitu banyak, meskipun aku belum pernah bertemu satu pun dari mereka, tapi mereka terasa lebih dekat denganku daripada kakakku sendiri.

Aku akhirnya menelpon kakakku untuk memberitahunya…dan meskipun ia tak senang, tapi ia mendukung apapun keputusanku dan mengatakan bahwa ia akan berada di sisiku apapun keadaannya.

Setelah minggu pertamaku sebagai Muslim, pasienku meninggal dalam tidurnya saat aku sedang merawatnya. Inna lillahi wa inna ‘ilaihi raji’uun.

Dia meninggal dengan damai dan akulah satu-satunya orang yang bersamanya saat itu.

Dia seperti ayah yang tidak pernah kumiliki, dan ia adalah pintuku menuju Islam.

Sejak hari bersyahadat sampai hari ini, dan untuk setiap harinya selama aku hidup, aku akan berdoa agar Allah merahmatinya dan mengganjar setiap amal baiknya sepuluh kali lipat.

Demi Allah, aku mencintainya…dan aku berdoa setiap malam, memohon untuk bisa menjadi sebiji atom dari Muslim seperti dia.

Islam adalah agama dengan pintu terbuka, tapi itu hanya bagi mereka yang ingin masuk ke dalamnya…. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang.

————————————————
*Catatan* Saudari kita Cassie telah wafat pada bulan Oktober 2010, Inna lillahi wa inna ‘ilaihi raji’uun, setelah menyampaikan dakwah kepada kakaknya, yang akhirnya memeluk Islam.

SubhaanAllaah, Alhamdulillaah, Allaahu Akbar!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: