Skip to content

Konsep Ketuhanan dalam kitab suci 8 Agama besar didunia

Januari 2, 2014

Allah is the one

 

Berikut Konsep Ketuhanan 8 Agama Terbesar di Dunia menurut Kitab Suci mereka. Diurutkan berdasarkan jumlah populasi pengikutnya masing-masing :

 

1. KRISTEN
Kristen

Agama dengan populasi penduduk terbesar saat ini, 2.1 miliar pemeluk di seluruh dunia, terkonsentrasi di Eropa, Amerika, Australia dan Afrika Tengah & Selatan.

Konsep Ketuhanan menurut Alkitab :

Markus 12:29 “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama adalah ‘dengarlah hai Israel, adapun Allah Tuhan kita adalah Tuhan yang Esa'”

John 5:30, “Maka aku tdk boleh berbuat satu apa pun dari mauku sendiri, spt aku dengar begitu aku hukumkan dan hukum itu adil adanya, karena tiada aku coba hukum sendiri melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku.”

Berapa Tuhan Kristen? Trinitas (3 in 1)? Bukan, satu Allah Tuhan Yang Esa.

2. ISLAM

islam

Agama Islam dengan populasi penduduk kedua terbesar di dunia, sekitar 1.7 miliar dan terkonsentrasi di Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara.

Konsep Ketuhanan menurut Al-Quran :

Al Ikhlas 1-4 “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Berapa Tuhan Islam? Satu, Allah Tuhan Yang Esa.

3. HINDU

hindu

Agama Hindu memiliki populasi ketiga terbesar dengan jumlah sekitar 800 juta jiwa dan terbanyak berada di India, Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Konsep Ketuhanan menurut Wedha :

Chandogya Upanishard, pasal 6 bag 2 ayat 1, “Akkam avidetuim” artinya Tuhan adalah satu.

Sweta Sutara Upanishard psl 6 ayat 9, “Na kasia kasji janita nakadipa” artinya Dia yg tidak memiliki ibu bapak dan tidak memiliki tuan.

Sweta Sutara Upanishard pasal 4 ayat 19, “Natastya pratima asti” artinya Tdk ada yg serupa dengannya.

Ayat di kitab ini sangat familiar dan sangat mirip dengan Al-Ikhlas.

Berapa Tuhan Hindu? 100 Dewa-Dewi? Bukan, satu Allah Yang Esa.

4. BUDDHA

budha

Agama Buddha berkembang sangat pesat di China, Tibet, Thailand dan Asia Selatan. Populasinya sekitar 600 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Buddha :

Sutta Pitaka, Udana VIII : 3 “Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu”

Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya “Tuhan adalah Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”.

Berapa Tuhan Buddha? Tidak ada konsep Ketuhanan dalam Buddha. Lihat lagi,Tuhan Buddha adalah satu, Allah Tuhan Yang Esa.

5. KONGHUCU

Konghucu lebih tepat dikatakan sebuah aliran drpd agama, namun aliran ini berkembang pesat juga di China dengan jumlah pemeluk sekitar 100-150 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Konghucu :

1. Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian)
2. Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De)
3. Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming)
4. Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen)
5. Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi)

Hmm… rada mirip juga dengan Rukun Iman ternyata.

Agama Khonghucu juga mengajarkan hubungan antar sesama manusia atau disebut “Ren Dao” dan bagaimana penganutnya melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah “Tian” atau “Shang Di”.

Orang-orang mengatakan Konsep Ketuhanan Konghucu tidak jelas. Mereka keliru, Konghucu mengakui adanya satu Tuhan, Allah Tuhan Yang Esa.

6. SIKHISM

Sikh

Agama non semitik yang tidak dibawa oleh Nabi namun berkembang pesat di Pakistan dan India di sekitar wilayah Punjab. Sang guru bernama Nanak Shahib. Agama Sikh memiliki sekitar 25 juta jiwa pengikut.

Dalam kitab Sri Guru Granth Shahib vol 1 pasal 1 ayat 1 yang disebut Japoji mul Mantra dijelaskan, “Hanya ada satu Tuhan yg eksis, Tuhan yang tdk tampak wujudnya atau Ek Omkara.”

Sikh adalah agama monotheisme menentang avtarvada (reinkarnasi).

Berapa tuhan Sikhism? Satu, Allah Tuhan Yang Esa.

7. YAHUDI

Yahudi

Agama Yahudi tersebar di Israel, Amerika Utara dan Eropa. Jumlah pemeluknya saat ini sekitar 15 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan Perjanjian Lama/Taurat :

Yesaya Ps. 45 ayat 5, “Akulah Tuhan tdk ada yg lain kecuali Allah.”
Keluaran Ps. 20 ayat 3-5, “Jangan ada padamu Allah lain dihadapanku, jangan buat patung yang menyerupai apa pun yg ada di langit dan di bumi dan di dalam air, jangan menyembah pd patung2 itu krn aku adalah Tuhan yg cemburu.”
Ulangan Ps. 5 ayat 7-9, “Jgn ada padamu Allah lain di hadapanku.”

Berapa Tuhan Yahudi? Satu, Yahweh. Salah, satu Allah Tuhan Yang Esa.

8. ZOROASTER

zoroaster

Agama non semitik, dibawa oleh Nabi Zoroaster, agama ini berkembang 2500 tahun yang lalu di persia, sekarang di Iran dan India. Pemeluknya saat ini sekitar 4 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Zoroaster :

Ada 2 Kitab Asatir dan Awesta

Kitab Awesta Buku Kitab Yasna psl 31 ayat 7-11, “Tuhan adalah sang pecipta maha besar, tdk memiliki anak dan orang tua.” Lagi-lagi.. sangat mirip dengan Al-Ikhlas.

Berapa Tuhan Zoroaster? Satu, Allah Tuhan Yang Esa.

Jika setiap agama mengakui hanya ada satu Tuhan, Allah yang Maha Esa, lalu mengapa ada begitu banyak Tuhan dalam kepercayaan dan tradisi-tradisi kuno mereka? Jawabannya mungkin bisa ditelisik dalam kepercayaan pagan, salah satu keyakinan paling tua di dunia yang percaya bahwa Tuhan terdiri dari beberapa unsur seperti dewa-dewi Mesir Kuno, Yunani Kuno, India Kuno, and so on..

Konsep pantheism inilah yang menyusup masuk dalam pola pikir tokoh-tokoh kepercayaan tertentu sehingga para pengikutnya mengikuti dengan sepenuh hati tanpa perlu lagi membuka kitab-kitab suci mereka. Padahal, seandainya semua pengikut agama-agama besar ini menyembah satu Tuhan yang Esa, maka 90% dari populasi dunia adalah pemeluk satu agama, Islam. Sumber keselamatan, rahmatan lil alamin..

لا اله الا الله محمد رسول الله_PUBLICFILEc7d9ffc14e409157d4d65c81668dcbd1

2 Komentar leave one →
  1. Jayasena permalink
    September 23, 2015 6:25 am

    Buddha tidak menyatakan Tuhan adalah Satu dan Satu itu adalah Allah.

    Begini penjelasannya:

    Kata “esa” berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari kata “etad” yang bisa berarti “this” (ini), menunjukan sesuatu yang harus (mutlak) ada, bukan menunjuk pada jumlah.
    Sedangkan kata “eka” baru berarti satu atau tunggal (menunjuk pada jumlah). Jika dilihat dari bahasa Sanskerta, maka Ketuhanan Yang Maha Esa bukan berarti mengakui satu tuhan, tetapi berarti mengakui adanya sifat-sifat agung/tinggi yang mutlak ada.

    “Ada sesuatu yang tidak dilahirkan (atthi), tidak menjelma (ajatang), tidak tercipta (Akatang), dan yang mutlak (Asamkhatang)”

    Ini menjelaskan sesuatu yang tak terkondisi, yang tak bersyarat.
    Bukan bicara yang berkondisi, yang bersayarat.
    Maka jelas bukan menunjuk kepada bilangan (numeric).

    Mengapa tidak ada istilah atau sebutan mengenai hal ini didalam agama Budddha? dan
    apakah sesuai bila disebut Allah?

    Buddha menghindari hal-hal yang bersikap spekulatif, oleh karena itu Buddha tidak memberikan sebuah nama atau istilah mengenai hal tersebut. Menurut saya kalau diberikan nama atau istilah, maka hal ini sesungguhnya akan timbul pertanyaan, yaitu?
    1. Mana yang lebih dulu ada, keberadaan allah atau nama allah?
    2. Apakah bahasa pertama yang digunakan?
    3. Apakah bahasa dapat mewakili kebenaran mutlak?

    Kesimpulan
    Buddha tidak pernah menyatakan tuhan (nama atau istilah), apalagi tuhan adalah satu dan satu adalah allah. Buddha hanya menyatakan adanya sesuatu yang tak terkondisi dan ini tanpa nama, tanpa sebutan, tanpa istilah bukan juga menunjuk kepada jumlah/bilangan (numeric). Buddha melihat ini sebagai jalan keluar dari kelahiran dan kematian, sebagai tujuan hidup mulia, namun bukan Surga ataupun Neraka.

    anda dapat memahami? masih bingung?
    nah itulah sebabnya kebenaran mutlak melampaui kata-kata (bahasa).
    kebenaran hanya untuk diselami, bukan diwacanakan.

    untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

  2. Oktober 10, 2015 5:21 pm

    Dikatakan:
    Utk mu agama mu,
    dan utk ku agama ku.

    Kalimat ini sangat terlalu tepat sekali, karena memang
    segala sesuatu yg utk mu bukanlah utk ku dan
    segala sesuatu yg utk ku bukanlah utk mu,
    baik itu materil maupun apa lagi yg rohani.

    Lebih baik mengatakan: Tuhan-ku ada pd mu,
    Tuhan mu ada pd ku, walau Tuhan hanya Satu.

    Salam Damai!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: