Skip to content

Dialog Muslim : Bagaimana cara nya agar dapat memperoleh mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad ?

November 22, 2013

Prophet Muhammad PBUH

 

PERTANYAAN : assalamu ‘alaikum warahmatullahiwabarakatuh ya aghi ya ughti ane mau tanya gimana caranya biar ane bisa ketemu Rasulullah di dalam mimpi aamiin wassalam’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Ukhti Windi Seliasih (dalam Komentar “Pesan Untuk Sahabat – CahyaIman.Blog”)

 

2084570imubsu9hny

 

PENJELASAN :

Waalaikum salam waroh matullahi wabarokatuh,

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah, wa ba’du

 

Sebenarnya memperoleh Mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam dapat digolongkan menjadi dua bagian,

 

  1. Karena memang sudah dikehendaki oleh Allah orang tersebut memperoleh mimpi bertemu dengan Beliau, Nabi besar Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam.

  2. Karena keinginan dan niat yang kuat untuk bisa bermimpi bertemu dengan Nabi Besar Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam.

 

Jelas untuk poin pertama tidak perlu kami uraikan lagi disini.

Untuk poin ke dua inilah yang akan kita bahasa in sha’ Allah  dalam penjelasan dibawah ini, Sebenarnya tidak ada petunjuk Khusus secara Syar’ie untuk dilakukan bila ingin bermimpi bertemu Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wasalam, Namun bila disimpulkan dari beberapa kisah dan penuturan dari para Salafus Saleh yang pernah bertemu Beliau adalah sebagaiberikut :

 

 

  1. Haruslah Muslim yang ingin bertemu beliau benar-benar diniatkan semata-mata Karena kecintaan nya ke pada Beliau Junjungan Nabi besar Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam dan bila ada niat yang tidak sesuai atau tidak baik maka dengan sendirinya akan tertolak.

  2. Memperbanyak membaca shalawat di waktu pagi, siang, sore, dan malam. Paling sedikit dalam sehari kita membaca 1000 kali shalawat yang dibagi di dalam waktu-waktu tersebut dan dalam berbagai keadaan, bisa dalam keadaan duduk, berdiri, berjalan, berbaring, dan sebagainya. Sebagian para ulama berkata, “Membaca shalawat Ibrahimiyyah sebanyak 1000 kali dapat menjadi sebab bermimpi Nabi SAW.” Meski demikian, usahakan cara pertama ini dilakukan dalam keadaan hati yang khusyu`, hadir, dan merenungi betul makna di balik shalawat yang sedang dibaca.

  3. membaca maulid, sirah, kisah perjalanan Rasulullah SAW. Membaca maulid dengan memahami makna yang terkandung di dalamnya, membuat kita berusaha menghadirkan nabi dalam tiap langkah bahkan di tiap hembusan nafas. Dengan membaca maulid disertai pemahaman artinya, kita bisa belajar tentang perjuangan, pengorbanan, dan akhlak yang telah dicontohkan oleh nabi. Habib Anis bin Alwi Al Habsyi (Cucu Pengarang Maulid Simtud Duror) berkata, “Jika seseorang membaca maulid maka menangislah, jika dia tidak bisa menangis maka belajarlah untuk menangis.”

  4. mengikuti arahan dan bimbingan Rasulullah SAW yang telah beliau wariskan. Tidak lain warisan itu adalah sunnah-sunnah, tradisi-tradisi yang telah disiarkan kepada kita. Kita dapat mengawalinya dari hal-hal yang kecil, seperti meniru nabi dalam hal makan, minum, berjalan, tidur, berdagang, berbicara, bersin, masuk dan keluar kamar mandi, masuk masjid, hormat pada ayah-ibu, mencintai majlis ilmu, dan sebagianya.Para Salafus Shaleh sangat memiliki ikatan kuat dengan rasul. Salah satunya adalah Syaikh Abu Bakar bin Salim yang pernah berkata, “Jika satu detik saja Rasulullah SAW hilang dari pikiranku, maka aku tidak lagi menganggap diriku sebagai seorang mukmin.” Dengan kata lain, Syaikh Abu Bakar berusaha menyelaraskan ucapan dan perbuatannya dengan ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW.Melihat keistiqamahan ulama tersebut dalam menghidupkan sunnah rasul, tak heran jika mereka bukan saja bermimpi nabi namun juga bertatap muka secara langsung, bertemu wajah dengan wajah yang mulia SAW. Habib Alwi bin Syihab berkata bahwa sebagian kaum arifin pernah ditanya, “Adakah sesuatu yang lebih nikmat dari kenikmatan yang ada di surga?” Dijawab, “Ada. Yaitu, bertemu Nabi Muhammad SAW secara langsung dalam keadaan terjaga.”

  5. memiliki rasa rindu yang hebat kepada Nabi Muhammad SAW. Orang yang mengaku cinta pastilah ia akan selalu memikirkan dan merindukan orang yang dicintai. Demikian halnya dengan orang yang ingin bermimpi nabi, ia patut mencintai dan merindukan nabi dalam segala kondisi. Kecintaan itu akan lahir manakala dibuktikan lewat aksi nyata di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar di bibir lalu hilang tak berbekas. Dikisahkan, seorang murid meminta amalan kepada gurunya untuk bisa bermimpi nabi. Sang guru mengatakan kepadanya agar memakan ikan asing tanpa minum apa-apa. “Setelah kamu makan ikan asing ini, kamu tidak boleh minum. Ini bagian dari riyadhah (latihan) kamu untuk bermimpi nabi.” Si murid menuruti arahan gurunya. Ia makan ikan asing tanpa minum. Setelah itu ia pulang ke rumahnya, di tengah perjalanan pulangnya ia bertemu dengan seorang penjual es, lalu terbayang kenikmatan meminum es. Begitu sampai di rumahnya, ia merebahkan tubuhnya dan tidus pulas. Dalam tidurnya ia bermimpi minum es dingin seperti yang ia idam-idamkan akibat haus yang sangat. Usai terjaga dari tidurnya, si murid betul-betul kecewa karena ia tak berhasil bermimpi nabi justeru bermimpi minum es. Ia temui gurunya dan mengisahkan semua yang terjadi dalam perjalanan dari rumah gurunya termasuk soal mimpi minum es-nya. Mendengar uraiannya, sang guru berkata, “Andai saja kerinduanmu untuk menikmati es tadi dapat dikalahkan oleh kerinduan bermimpi nabi, maka tentu engkau akan bermimpi nabi.” Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita, untuk bermimpi nabi Muhammad bukan sekadar “ingin bermimpi” namun harus dilalui dengan keinginan kuat dalam merindu, mencintai beliau. Dikatakan dalam sebuah ungkapan bijak bestari, “Melihat wajah Rasulullah (baik dalam mimpi maupun terjaga) merupakan anugerah dari Allah yang tidak bisa diperoleh dengan banyak ibadah atau ilmu. Berapa banyak orang awam yang sering bertemu dengan nabi dan sebaliknya berapa banyak orang berilmu dan ahli ibadah yang sedikit bermimpi nabi. Pada umumnya, bertemu dengan rasul itu dapat terjadi dengan kekuatan hubungan, rasa cinta, dan rasa rindu kepada beliau SAW.”

 

 

 

PENUTURAN DAN PETUNJUK HABIB MUNZIR AL MUZAWA (Alm) YANG PERNAH BERMIMPI DENGAN NABIULLLAH MUHAMMAD SALALLAHU ALAIHI WASALAM.

 

Sengaja kami tampilkan khusus saran dan petunjuk beliau sehubungan dengan pertanyaan Ukhti Windi.untuk lebih jelasnya pengalama beliau bertemu dengan Nabiullah Muhammad SAW silahkan baca link ini :

Mengenang Habib Munzir Al Muzawa – Mimpi beliau dijemput Nabi Muhammad di usia 40 tahun, Mungkinkah ini sebuah pertanda ?

Berikut adalah saran dan petunjuk Habib Munzir (Alm) yang pernah disampaikan : Mengenai berjumpa dengan Rasul SAW adalah dengan merindukan baginda SAW dan memperbanyakkan amalan sunnah semampunya, dan memperbanyak selawat. Baginda SAW mencintai kita dan memerhatikan kita lebih daripada ayah bonda kita. Baginda SAW adalah ayah roh bagi semua ummatnya, maka roh kita tetap mudah berhubungan dengan roh baginda saw, melalui mimpi misalnya, nah.. perkuatkan hubungan roh anda dengan roh beliau saw dengan selawat ini : ”Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur”  Maksudnya: Wahai Allah, limpahkan selawat kepada Roh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur. Anda boleh saja berjumpa dengan Rasul SAW dalam mimpi. Perbanyaklah selawat, cintailah sunnah, dan perbanyaklah bersedekah pada anak yatim, dan berbaktilah pada ibunda jika masih ada. Ini adalah amalan amalan yang sangat dicintai oleh Rasul SAW, anda jangan tidur kecuali bibir anda terus berselawat pada Nabi SAW, baginda SAW akan menjumpa anda, dan yakinlah. Saya (Habib Munzir) menyukai semua selawat, dulu saya membaca 17 macam selawat, diantaranya selawat Syeikh Abdulqadir Aljailani yang panjangnya 13 halaman, namun kini saya membaca satu macam selawat saja, yang diajarkan Rasul SAW melalui mimpi saya, pendek saja yaitu : “ALLAHUMMA SHALLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM“  Selawat ini saya baca 5000X setiap harinya. Jika anda ingin membacanya silakan, saya ijazahkan pada anda, boleh membacanya 100X, 200X atau lebih atau berapa saja sekemampuan anda dan luasnya waktu, dan boleh (bisa) dibaca semasa di kereta, berjalan atau di mana pun. Masalah mimpi Rasul SAW  saya (Habib Munzir) pernah bermimpi baginda SAW dan mengadukan banyaknya orang yang rindu dengan baginda SAW namun belum berjumpa dalam mimpi. Baginda SAW menutup wajahnya dan menangis, seraya berkata : “Tiada yang memisahkanku dengan mereka selain tabir qudrat, dan mereka akan jumpa dengan ku kelak.” Baginda SAW sangat perduli dan rindu pada ummatnya, lebih lebih yang mencintai beliau SAW  dan telah teriwayatkan pada sahih Muslim bahawa baginda saw bersabda : “Ummatku yang paling cinta padaku adalah yang hidup setelah aku wafat, dan mereka sangat mengidamkan berjumpa denganku daripada harta dan keluarganya”.

Referensi diatas kami berikan dari beberapa sumber silahkan diamalkan, namun kembali lagi pada diri kita apakah kita sudah siap dan mampu untuk mimpi bertemu dengan Belaiu Junjungan Kita dan Guru besar kita Nabiullah Muhammad Salallahu ‘alaihi wasalam ?.

 

 

BILA TELAH MIMPI BERTEMU NABI

 

Tambahan dari kami, bila akhirnya mimpi tersebut dapat diperoleh, namun tetap perlu dipahami dan di cari kebenaran atas kebenaran Mimpi tersebut berdasarakan beberap tuntunan dan Hadits sebagai berikut :

 

Pertama :

seseorang memungkinkan untuk memperoleh mimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena setan tidak mampu meniru wajah beliau dan menampakkan diri dalam mimpi dalam rupa beliau.

Sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من رآني في المنام فقد رآني فإن الشيطان لا يتخيل بي

“Siapa yang melihatku dalam mimpi, dia benar-benar melihatku. Karena setan tidak mampu meniru rupa diriku.” (HR. Bukahri dan Muslim)

Hanya saja, penting untuk dicatat di sini, yang tidak mampu dilakukan setan adalah menyerupai wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sebenarnya. Adapun menampakkan diri dengan wajah yang lain, bisa dilakukan oleh setan. Kemudian dia mengaku sebagai nabi atau orang yang melihatnya mengira bahwa dia nabi, padahal sejatinya setan.

Kedua :

ketika seseorang melihat wajah cerah, baju putih, dan manusia dengan ciri mengagumkan lainnya, bukan jaminan bahwa itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena yang dimaksud mimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melihat beliau persis sebagaimana ciri fisik dan wajah beliau. Karena itu, jika ada orang yang merasa melihat Nabi dalam mimpi, perlu dicocokkan dengan ciri fisik dan wajah beliau sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dan keterangan para sahabat.

Imam Bukahri menyebutkan keterangan Ibnu Sirin rahimahullah, ketika mengomentari hadis tentang mimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ibnu Sirin mengatakan,

إذا رآه في صورته

Apabila dia benar-benar melihat wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Shahih Bukhari, setelah hadis no. 6592)

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

“Diriwayatkan dari Ayyub, beliau menceritakan, Jika ada orang yang bercerita kepada Muhammad bin Sirrin bahwa dirinya mimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Ibnu Sirrin meminta kepada orang ini untuk menceritakan ciri orang yang dia lihat dalam mimpi itu. Jika orang ini menyampaikan ciri-ciri fisik yang tidak beliau kenal, beliau mengatakan, “Kamu tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ibnu Hajar menyatakan, “Sanad riwayat ini shahih.

Kemudian beliau membawakan riwayat yang lain, bahwa Kulaib (seorang tabi’in) pernah berkata kepada Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma, Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi. Ibnu Abbas berkata, “Ceritakan kepadaku (orang yang kamu lihat).” Kulaib mengatakan, “Saya teringat Hasan bin Ali bin Abi Thalib, kemudian saya sampaikan, beliau mirip Hasan bin Ali.” Lalu Ibnu Abbas menegaskan, “Berarti, kamu memang melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sanadnya jayyid. (Fathul Bari, 12:383 – 384)

 

Ketiga :

bagaimana caranya agar bisa mengenal ciri fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar tidak ditipu setan? Tidak ada cara lain untuk bisa mengetahui ciri fisik beliau, selain dengan membaca hadis-hadis dan keterangan sahabat yang menceritakan ciri-ciri fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yang kita pahami, tidak ada manusia yang catatan sejarahnya paling lengkap, melebihi sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ini bagian dari jasa besar para sahabat yang menceritakan segala sesuatu terkait beliau. Bahkan sampai bentuk rambut, gerakan jenggot, perkiraan jumlah uban, tinggi badan, postur tubuh, cara jalan, dan seterusnya.

Dengan rahmat dan karunia Allah, warisan pengetahuan semacam ini tidak disia-siakan para ulama. Mereka kumpulkan semuanya dan mereka kodifikasikan dalam berbagai literatur. Nah.. di sinilah ada buku khusus yang ditulis para ulama hadis, isinya mengumpulkan hadis-hadis tentang ciri dan sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baik dari sisi fisik maupun non fisik. Buku semacam ini diistilahkan dengan kitab Asy-Syama-il.

Ada beberapa karya ulama dalam bentuk Asy-Syama-il, di antaranya: a. Asy-Syamail Al-Muhammadiyah, karya At-Turmudzi b. Asy-Syamail Asy-Syarifah, karya As-Suyuthi c. Al-Anwar fi Syamail An-Nabi Al-Mukhtar, karya Al-Baghawi d. Syamail Ar-Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Ahmad bin Abdul Fatah Zawawi

Di antara beberapa kitab di atas, kitab syamail yang paling terkenal dan banyak mendapatkan perhatian para ulama adalah kitab syamail karya Tirmidzi. Para ulama setelah beliau, ada yang meringkas dan ada yang memberi penjelasan. Allahu a’lam

 

Dirangkum dari beberapa sumber :

  1. Ust. Abu Bakar bin Aqil – Cinta Allah
  2. Habib Munzir Al Muzawa (Alm) – Majelis Rasulullah SAW.
  3. Islamqa
  4. Konsultasi Syariah.
Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: