Skip to content

PERCAYA ATAU TIDAK, PADA HAKEKATNYA SEMUA MANUSIA ISLAM

November 20, 2013

Ditulis oleh : Agung Moehadji Soemo Soemadi

shalat

Jika manusia yang menerima agama langit mau jujur, maka akan diakuinya bahwa pokok pertama yang diajarkan Para Nabi adalah Percaya atau Iman. Iman kepada sesuatu YANG ADA dan Dahulu Ada. Yang diajarkan dan dinamakan Allah/Eloh/Elohim

Nabi2 tidak pernah memulai mengajarkan umatnya dengan permulaan pelajaran “SIAPA AKU ? DARIMANA AKU ? APA ITU BENDA, DARIMANA ADANYA BENDA ? dsb..dst yang hanya melelahkan pikiran.

Bangsa Arab yang darisegala hal telah tertinggal jauh peradaban dan pemikirannya dibandingkan dua Imperium besar yang menjepitnya yakni Romawi dan Persia. Diajarkan pertama kali oleh Allah melalui wahyuNya kepada Muhammad dengan cara sederhana pula, yakni dengan menyuruh memandang kepada unta, kuda-kuda, pergantian siang dan malam,langit yang menurunkan hujan, langit yang seolah mengantung ribuan bintang, matahari yang tidak saling mendahului dengan bulan, dan bahkan memperhatikan, nyamuk,anjing dan lalat yang ada didepan mereka. Seperti Allah berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺿُﺮِﺏَ ﻣَﺜَﻞٌ ﻓَﺎﺳْﺘَﻤِﻌُﻮﺍ ﻟَﻪُ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻦْ ﻳَﺨْﻠُﻘُﻮﺍ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ ﻭَﻟَﻮِ ﺍﺟْﺘَﻤَﻌُﻮﺍ ﻟَﻪُ ۖ ﻭَﺇِﻥْ ﻳَﺴْﻠُﺒْﻬُﻢُ ﺍﻟﺬُّﺑَﺎﺏُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻨْﻘِﺬُﻭﻩُ ﻣِﻨْﻪُ ۚ ﺿَﻌُﻒَ ﺍﻟﻂَّﺎﻟِﺐُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻂْﻠُﻮﺏُ

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang diikuti dan amat lemah (pulalah) yang diikuti. Qs Al-Hajj 73

Mengapa Arab yang sederhana itu disuruh memperhatikan alam sekitar mereka..? Karena dengan memperhatikan kejadian alam, perjalanan alam, keteraturan susunan alam, keteraturan pergerakan dan pertumbuhan alam, maka sehabis kemampuan manusia berolah pikir dan meraba-raba, akan sampailah hatinya menyerah bahwa bukan dia yang menguasai segalanya, pasti ada KEKUATAN BESAR yang menyusun dan mengaturnya semua menjadi serupa apa yang manusia lihat sejak dia tahu akan dunia. Sejak dia lahir, semua sudah berjalan demikian adanya. Sudah pasti ada YANG ADA.

Hati yang menyerah kepada ketentuan dan keputusan YANG ADA itu tanpa bisa memprotes atau menghalangi…itulah akhir perjalanan akal dia..penyerahan itulah ISLAM. Dan orang yang menyerah itulah Muslim.
Maka ketika semua sudah menyerah pada YANG ANDA disanalah baru selamat (ASLAM)

Kemudian setelah pelajaran Nabi2 diturunkan, Nabi mereka sudah meninggal, muncullah pemikiran2 yang berasal dari kerongkongan mereka, bukan dari hati, mempertanyakan segala asal dari bukti-bukti keberadaan YANG ADA..bahkan saking diperjuangkan oleh pikirannya, menyimpanglah ucapan dari Mulutnya bahwa “Tidak ada itu YANG ADA” ” YANG ADA ITU AKU..AKULAH YANG ADA ITU.!”

Atau sebagian Lagi karena lelah memikirkan YANG ADA, maka dia serahkan saja dirinya Apa adanya kepada sesuatu yang ditakutinya misalnya Pohon,Batu, Gunung, Penghuni Laut atau dia serahkan saja dirinya kepada kata Kahin, Guru, Rahbar,Rabbi dan disinilah mulai bermula kemandegan berpikir, berhentilah akal. Maka bermulalah penipuan manusia kepada manusia lain yang tidak mempergunakan akal.

Bahwasanya menggantungkan kehidupan bathin kepada BENDA, yang Fana, yang bermula dan ada akhirnya, Benda yang dahulu tidak ada, lalu ada, kemudian sudah tidak ada lagi, hanyalah pengingkaran kepada dasar hati nurani belaka…sebutlah Apa saja nama hendak disebutkan kepada sesuatu makhluk/benda…ternyata berbatas juga ke-ADA-annya, sebab dia itu TIDAK ADA/ADAM.

Wahai saudaraku…
Menyerahlah kepada Penyerahan yang sebenarnya…inilah agama yang menunjukkan penyerahan yang sebenarnya yaitu ISLAM.

Berdirilah didepan bukti-bukti YANG ADA…Misalnya dipinggir laut.
Kenapa ada ombak ?
Karena ada angin….
Bagaimana angin membuat ombak..?
Karena ada tenaga..
Kenapa angin dapat tenaga..?
Karena ada pengaruh sinar Matahari.
Lalu bila pula sampainya panas matahari..?
Siapa yang menjadikan matahari seperti itu…?

Maka lama-lama…Menyerahlah mulutnya menjawab : ” ALLAH !”

IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IIN …
ﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﺴْﺘَﻌِﻴﻦُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. QS 1:5

Tetapkan hati pada prinsip yang satu ini saja..
Sambil memohon tuntunan agar ditunjukan oleh YANG ADA itu jalan yang terang, lurus, supaya ISLAMnya tetap dalam ASLAM

————————————————————–

Lihat juga :

Video ini membuktikan Manusia sejak lahir sudah dalam keadaan ISLAM dan telah mengenal ALLAH

—————————————————————

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: