Skip to content

Jerman Heboh, ada Mantan Pemain Sepakbola Nasional -nya yang telah berjihad dan syahid di Suriyah

November 20, 2013

Dilaporkan oleh : Agung Moehadji Soemo Soemadi

1453247_10200627187193975_305151626_n

Sebuah keputusan baik yang ia buat, sebuah amal baik yang ia lakukan, sekarang ia memetik apa yang telah ia tanam di dunia, terbang ke Jannah dalam hati burung hijau…Inshaa’Allah!
————————————————————Publik Jerman dibuat terkejut dengan kematian seorang mantan pemain sepak bola muda yang cemerlang dan menjanjikan, yang dilaporkan tewas dalam perang sipil Suriah setelah berhenti dari sepak bola demi berjihad.Burak Karan, 26 tahun, tewas dalam pemboman oleh pasukan pemerintah di kota Azaz, dekat perbatasan Turki pada bulan Oktober.Beberapa tahun yang lalu ia bermain sepak bola bersama beberapa bintang sepak bola Jerman yang sedang bersinar saat itu, termasuk pemain Real Madrid Sami Khedira, dan pemain Schalke 04 Kevin-Prince Boateng.

Karan adalah putra seorang imigran Turki, yang dibesarkan di Wuppertal, Rhine-Westphalia Utara, di kawasan industri barat laut Jerman.

Sebagai seorang bek yang berbakat, ia telah bermain di tim muda, beberapa klub Bundesliga Jerman, seperti Hamburg dan Hannover 96.

Akhirnya Karan merintis jalan ke tim nasional, dan sudah mengumpulkan beberapa trophy untuk U-17 dan U-16.

Namun uang dan ketenaran sebagai seorang pemain sepakbola tidak lagi menarik bagi pria muda Muslim ini.

“Uang dan karier tidak penting baginya,” kata saudaranya Mustafa kepada surat kabar ‘Bild’.

Marcus Olm, mantan pelatihnya di Hannover 96, mengatakan bahwa karan sangat religius dan biasa shalat lima kali sehari dimanapun berada, dan ia selalu berusaha memegang teguh ajaran Islam.

“Tidak masalah jika kita sedang berlatih atau melakukan perjalanan jauh, lima kali sehari Karan selalu istirahat untuk shalat menghadap Makkah,” tutur Olm pada surat kabar ‘Die Welt’. “Ia adalah pemuda yang selalu ceria, banyak orang yang senang dengannya.”

Karan mulai mencari video di internet tentang medan perang dan cara-cara untuk “membantu saudara Muslimnya,” kata saudaranya.

“Ia kerap terlihat bingung, dan sangat sedih memikirkan para korban perang,” lanjut Mustafa Karan.

Pada tahun 2008, saat berusia 20, Karan memutuskan untuk berhenti dari karir sepak bola dan lebih memilih untuk mendalami agama.

Dia mulai bergaul dengan kelompok Islam yang dianggap radikal di lingkungan Masjid Wuppertal.

Di antara mereka ada Emrah Erdogan, seorang warga negara Jerman asal Turki, yang ditangkap awal tahun ini di Tanzania sehubungan dengan tuduhan serangan teroris yang mematikan di sebuah pusat perbelanjaan di Nairobi, Kenya.

Ketika Karan dianggap menjadi lebih radikal, Pemerintah Jerman menambahkan namanya ke daftar pantauan orang.

Pada tahun 2013 ia tiba di Suriah dimana ia bertemu dengan istrinya, yang berusia 23 tahun dengan dua anak, berusia 3 dan 10 bulan.

Sebuah video Youtube yang mendukung pemberontakan melawan diktator Suriah Bashar al-Assad, telah diposting setelah kematian Karan. Di video itu terlihat foto-foto mantan pemain sepak bola Jerman yang telah berjenggot panjang dan memegang senapan.

Tercantum judul, “Dia harus meninggalkan rumahnya untuk melawan ketidakadilan Bashar al-Assad…Semoga Allah menerima dia dan melindungi istri, anak-anak dan keluarganya.”

Mustafa Karan membantah saudaranya pergi ke Suriah sebagai pejuang jihad, tetapi ia menyatakan bahwa Karan hanya melakukan kegiatan amal untuk membantu pejuang Suriah dalam konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun.

Pihak berwenang Jerman telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki apakah Karan didukung jaringan teroris asing.

“Ini adalah berita mengejutkan bagi kami,” kata mantan rekan setim Karan, Michael Görlitz. “Ini adalah sebuah tragedi…”

—————————————————————
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Qur’an 2:195)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Qur’an 2:222)

“Maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (Qur’an 3:76)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qur’an 61:4)

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah bersaudara…” (Qur’an 49:10)

Subhaanallaah, Allaahu Akbar!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: