Skip to content

Menjawab Tuduhan: Nabi Muhammad Bukan keturunan Nabi Ibrahim

November 11, 2013

hadith

 

Rasulullah, keturunan ke-61 dari Nabi Ismail

 

Watsilah bin Asyqo berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan Allah memilih aku dari keluarga Bani Hasyim” (HR. Muslim dan At-Tirmidhi)

Hadith di atas, adalah informasi dari Rasulullah, mengenai silsilah beliau. Dan tidak ada maksud, untuk membangga-banggakan kemuliaan nasab yang dimilikinya.

Bani Hasyim – Suku Quraisy – Bani Kinanah

Rasulullah berasal dari Bani Hasyim, yang bertanggung-jawab dalam Pemeliharaan Ka’bah. Bani Hasyim dinisbatkan kepada anak keturunan Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy). Rasulullah sendiri adalah cicit dari Hasyim bin Abdu Manaf, dengan nasab : Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim.

Keluarga Bani Hasyim, merupakan bagian dari Suku Quraisy, yang merupakan anak keturunan Fihr (Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah. Sementara Suku Quraisy, merupakan pecahan dari Bani Kinanah, yang berasal dari Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Sebagian besar bangsa Arab, termasuk Bani Kinanah, hanya mengetahui leluhur mereka sampai kepada Adnan. Umar bin Khatab pernah berkata : “Kami mengetahui daftar nenek moyang hanya sampai kepada Adnan”, bahkan Ibnu Abbas pernah menyatakan “antara Adnan dan Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui”.

 

Nasab Muhammad Rasulullah

Melalui penelitian yang panjang, akhir-akhir ini diperoleh data mutahir mengenai leluhur Rasulullah, yang dimulai dari Adnan sampai kepada Nabi Ibrahim, yaitu :

Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim (“Ar Raheeq Al Makhtum”, tulisan Syaikh Safi-ur Rahman al-Mabarakpuri).

Sumber :

http://www.islamicity.com/forum/forum_posts.asp?TID=6582

http://www.quranandscience.com/his-biography/175-prophet-muhammad-family-tree.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Bani_Assad

Sehingga Nasab Rasulullah sampai kepada Nabi Ibrahim, adalah sebagai berikut :

Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim (cikal bakal Bani Hasyim) bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (cikal bakal Suku Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah (cikal bakal Bani Kinanah) bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.

Pendapat Pendukung

Bible (Kejadian 25:12-15) mencatat anak-anak Ismail berdasarkan urutan kelahiran yaitu :

Nebayot (anak sulung Ismael), Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.

Nabi Muhammad Saw, terlahir dari keturunan Qaidar (Kedar) bin Nabi Ismail, didukung pendapat beberapa ahli Bible, antara lain :

  1. The Davis Dictionary of the Bible (1980), sponsored by the Board of Christian Education of the Presbyterian Church in the USA, menulis pada artikel Kedar sebagai berikut :”… A tribe descended from Ishmael (Gen. 25:13) … The people of Kedar were Pliny’s Cedrai, and from their tribe Mohammed ultimately arose.””….suatu suku keturunan Ismail (Kej. 25:13)…. masyarakat keturunan Kedar ialah orang Pliny Cedrai, dan dari suku mereka itulah lalu Muhammad dilahirkan secara terhormat.”
  2. The International Standard Bible Encyclopedia dari A.S. Fulton menerangkan :”… Of the Ishmaelite tribes,Kedar must have been one of the most important and thus in later times the name came to be applied to all the wild tribes of the desert. It is through Kedar (“Keidar” in Arabic) that Muslim genealogists trace the descent of Mohammed from Ishmael.”
  3. Smith’s Bible Dictionary ikut menjelaskan :”Kedar (black). Second son of Ishmael (Gen. 25:13) … Mohammed traces his lineage to Abraham through the celebrated Koreish tribe, which sprang from Kedar. The Arabs in the Hejaz are called Beni Harb (men of war), and are Ishmaelites as of old, from their beginning. Palgrave says their language is as pure now as when the Koran was written (A.D. 610), having remained unchanged more than 1200 years; a fine proof of the permanency of Eastern Institutions.”

Tiada keraguan bahwa Muhammad saw adalah keturunan langsung dari nabi Ismail dan bukti ini tidak dapat dibantah sebagaimana bukti-bukti yang meyakinkan di bawah ini.

  1. Keturunan Qurays adalah suku dari Muhammad saw. Mereka percaya dan meyakini sebagai keturunan Ismail. Jika pengakuan ini salah maka keturunan asli nabi Ismail akan mengajukan keberatan, namun tidak ada kaum lain yang pernah menyatakan demikian. Dan tidak ada satu keberatan pun yang pernah muncul.
  2. Di dalam Kejadian 17:20-21 Allah menjanjikan untuk memberkati anak cucu nabi Ismail dan akan menjadikan suatu bangsa yang besar. Jika Orang-orang Arab bukan dari keturunannya, dimanakah bangsa yang besar itu?
  3. Menurut Kejadian 25: 18 keturunan nabi Ismail bertempat tinggal dari Havilah sampai Tsur yang berlawanan arah dengan Mesir. Dari petikan ini menandakan kepada bagian luar Jazirah Arabia. Bahkan Paulus mengakui bahwa Hajjar mempunyai hubungan dengan bangsa Arab. “Sekarang Hajjar adalah nama bukit Sinai di Arab”. (Galatia 4:25)

 

Nubuat Kenabian

Pembuktian bahwa Muhammad Rasulullah, sebagai keturunan Qaidar (Kedar) bin Nabi Ismail menjadi penting, dikarenakan di dalam beberapa ayat Bible, ada bernubuat tentang bakal munculnya seorang nabi, dari kalangan keturunanQaidar (Kedar), diantaranya :

  1. Bahwasanya Nabi Muhammad akan Hijrah (dari Makkah), dan disambut penduduk kota yang didatanginya (Madinah).Yesaya, 21 : 13-17“Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya.”Dedan : adalah di Arabia bagian Utara. Negeri yang dekat dengan kota Madinah.Tema : adalah anak Ismail, yang menghuni di utara kota Madinah .

    Kedar : adalah anak Ismail.

 

Nubuat kitab Yesaya sangat otentik karena sesuai historis dimana Yahweh (Allah Israel ) berfirman bahwa anak-anakIsmail di Arabia akan mendapat wahyu dari-Nya. Wahyu yang diterima Yesaya memerintahkan kepada orang-orang Tema supaya menghidangkan makanan dan minuman kepada orang-orang yang lari dari pedang. Nabi Muhammad dan umat Muslim kota Makkah hijrah pada tahun 1 Hijriah menuju kota Madinah dimana mereka mendapat sambutan meriah dari penduduk kota Madinah.

  1. Bahwasanya umat Islam memenangkan peperangan melawan orang kafir, satu tahun setelah hijrah.Yesaya, 21 : 16-17“Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah… dari Bani Kedar akan tinggal sejumlah kecil saja.”Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh ALLAH dalam perang Badar :

 

Dalam setahun lagi : tanggal 12 Robi’ul Awal tahun 1 Hijriyah umat Islam hijrah dari Makkah ke Madinah, dan setahun kemudian tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah umat Islam berhasil mengalahkan orang-orang kafir Makkah dalam peperangan Badar.Walaupun Kedar adalah salah satu dari Bani Ismael, namun sebagian dari mereka masih ada yang membangkang dengan ajaran Nabi Muhammad saat itu. Tapi setelah Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) mereka semua (100%) menerima ajaran Nabi Muhammad SAW sampai detik ini, yaitu negara Arab Saudi (keturunan Kedar).

  1. Bahwasanya Bani Ismail akan menyanyikan Nyanyian Baru bagi TuhanYesaya, 42 : 10-12“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhann, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.”Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh ALLAH kepada umat Islam :nyanyian baru bagi Tuhan : Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar dan sebagainya.menyaringkan suara : umat Islam di berbagai negara, desa, kota, dan pulau, semuanya menyaringkan suara, untuk mengumandangkan Azan sebagai tanda waktu sholat.desa-desa yang didiamiKedar : nubuat ini hanya untuk orang Islam, karena Bani Kedar (keturunan Ismael) yang sekarang menjadi negara Arab Saudi penduduknya adalah 100% Islam.
  2. Bahwasanya akan pindahnya Bait ALLAH, dari Yerusalem ke kota MakkahYesaya, 60 : 5-14“Kelimpahan dari sebrang laut akan beralih kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu… segala kambing domba Kedar… dan Nebayot… untuk ibadahmu… Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku… orang-orang asing akan membangun tembokmu… mereka akan menyebut engkau kota Tuhan.”Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh ALLAH kepada umat Islam :kelimpahan dari sebrang laut akan beralih kepadamu : umat Islam dari seberang lautan manapun telah mengunjungi Bait ALLAH di Makkah, dan tidak lagi di Yerusalem.segala kambing/domba…untuk ibadahmu : umat Islam mensucikan Bait ALLAH di Makkah dengan berqurban kambing.menyemarakkan rumah keagungan-Ku : umat Islam dari seluruh dunia menyemarak-kan Bait ALLAH di Makkah setiap musim haji. Dan juga setiap harinya untuk ibadah Umroh atau ibadah rutinitas.orang-orang asing akan membangun tembokmu : bukan lagi orang Israel yang membangun tembok Bait ALLAH, tapi orang yang dianggap asing oleh Israel , yaitu orang-orang keturunan Ismael (orang Arab/Kedar).kota Tuhan : itulah Makkah telah menjadi kota ALLAH, bukan lagi di Yerusalem.
  3. Bahwasanya umat Islam berqurban di Bait ALLAH, MakkahYesaya, 60 : 7“Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu, semuanya akan dipersembahkan di atas Mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku. Dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.”Nubuat Nabi Yesaya tersebut, telah digenapi oleh ALLAH kepada umat Islam :segala kambing domba Kedar : pada setiap hari raya haji/Idul Adha, berbondong-bondong umat Islam dari seluruh dunia untuk ibadah haji, dan salah satu ritualnya yaitu berqurban kambing dan domba.menyemarakkan rumah keagungan-Ku : Masjidil Haram, Ka’bah di Makkah selalu semarak ketika musim Haji.

 

 

Hubungan Silsilah Keturunan Nabi Ismael dan Nabi Muhammad ( saw )

 

Ditulis oleh : Tarek Kedr

 

Salasilah Nabi Rasul

 

Keturunan Nabi Muhammad ( SAW ) memiliki tiga versi : Yang pertama telah dikonfirmasi oleh penulis biografi dan genealogists dan menyatakan bahwa ( SAW ) silsilah Nabi Muhammad telah dilacak ke Adnaan . Yang kedua adalah tunduk pada kontroversi dan keraguan . Ini menelusuri garis keturunannya luar Adnaan kembali ke Nabi Ibrahim ( Abraham ) ( saw ) . Versi ketiga, yang pasti memiliki beberapa ketidakakuratan , jejak garis keturunannya luar Ibrahim kembali ke Aadam ( Adam ) ( saw ) .
Bagian pertama : Muhammad bin ‘ Abdullah Ibn ‘ Abdul Muthalib ( yang disebut Shaybah ) Ibnu Haashim , ( bernama ‘ Amr ) Ibnu ‘ Abd Munaf ( disebut Al – Mugheera ) Ibnu Qushay ( juga disebut Zayd ) Ibnu Kilaab Ibnu Murrah Ibn Ka ‘b Ibn Lu’ayy Ibnu Ghaalib Ibnu Fahr ( yang disebut Quraisy dan suku yang disebut setelah dia) Ibnu Malik Ibnu An – Nadr ( disebut Qays ) Ibnu Kinaanah Ibnu Khuzaymah Ibnu Mudrikah ( yang disebut’ Amir ) Ibnu Elias Ibnu Mudar Ibnu Nizar Ibnu Ma’ad Ibnu Adnaan .
Bagian kedua : Adnaan Ibnu Tambah Ibnu Humaisi ‘ Ibnu Salaman Ibn ‘ Aws Ibnu Buz Ibnu Qamwal Ibnu Obai Ibn ‘ Awwam Ibnu nashid Ibnu Haza Ibnu Bildas Ibnu Yadlaf Ibnu Tabikh Ibnu Jahim Ibnu Nahish Ibnu Makhi Ibnu Aid Ibn ‘ Abqar Ibn ‘ Ubaid Ibnu Ad – Da’a Ibnu Hamdan Ibnu Sanbir Ibnu Yathrabi Ibnu Yahzin Ibnu Yalhan Ibnu Ar’awi Ibnu Aid Ibnu Deshan Ibnu Aisar Ibnu Afnad Ibnu Aiham Ibnu Muksar Ibnu Nahith Ibnu Zarih Ibnu Sami Ibnu Mazzi Ibn ‘ Awda Ibnu Aram Ibnu Qaidar Ibnu Ismaa’eel ( Ismael ) anak Ibrahim ( Abraham ) , semoga Allah meninggikan menyebutkan mereka.
Bagian ketiga : luar Ibrahim ( saw ) Ibnu Tarih ( Azar ) Ibnu Nahur Ibnu Saru ‘ Ibnu Ra’u Ibnu Falikh Ibnu Abir Ibnu Shalikh Ibnu Arfakhshad Ibn Sam Ibnu Nooh ( Nuh ) ( saw ) Ibnu Lamik Ibnu Mutwashlack Ibnu Akhnukh [ Nabi Idrees ( Enoch ) ] ( saw ) Ibnu Yarid Ibnu Mahla’il Ibnu QaIbn Anusha Ibnu shith Ibnu Aadam ( saw ) .
Kenabian keluarga :
Keluarga Nabi Muhammad (saw ​​) disebut keluarga Bani Hasyim setelah kakeknya Haashim Ibn ‘ Abd Munaf . Mari kita berbicara sedikit tentang Haashim dan keturunannya :
1 – Haashim : Dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk memberikan makanan dan air bagi para peziarah. Ini telah bertugas ketika anak-anak ‘ Abd Munaf dan orang-orang ‘ Abd Ad – Dar berkompromi pada membagi biaya antara mereka . Haashim adalah kaya dan jujur ​​. Dia adalah yang pertama untuk menawarkan peziarah sopped roti dalam kaldu . Nama pertamanya adalah ‘ Amr tetapi dia kemudian disebut Haashim karena ia telah dalam praktek runtuh roti ( untuk peziarah ) .
Dia juga orang pertama yang mulai Quraisy dua perjalanan musim panas dan musim dingin . Dilaporkan bahwa ia pergi ke Suriah sebagai pedagang . Dalam Al – Madinah , ia menikah Salmah , putri ‘ Amr dari Bani ‘ Adi bin An – Najjaar . Ia menghabiskan waktu dengannya di Al – Madinah maka ia berangkat ke Suriah lagi saat dia hamil . Dia meninggal di Ghazza di Palestina pada 497 CE . Kemudian, istrinya melahirkan ‘ Abdul Muthalib dan menamainya Shaybah karena rambut putih di kepalanya , dan membawa dia di rumah ayahnya di Al – Madinah . Tak satu pun dari keluarganya di Makkah belajar kelahirannya . Haashim memiliki empat anak : Asad , Abu Saifi , Nadla dan ‘ Abdul Muthalib , dan lima putri Ash – Shifa , Khalida , Da’ifa , Ruqyah dan Jannah .
2 – Abdul Muthalib : Setelah kematian Haashim , muatan dari peziarah ‘ makanan dan air pergi ke saudaranya , Al – Muththalib bin ‘ Abd Munaf ( yang jujur ​​, murah hati dan dapat dipercaya ) . Ketika Abdul Muthalib mencapai usia masa kanak-kanak , pamannya Al – Muthalib mendengar tentang dia dan pergi ke Al – Madinah untuk menjemputnya . Ketika ia melihat orang itu , air mata memenuhi matanya dan membasahi pipinya , ia memeluk dan membawanya pada untanya . Anak itu , bagaimanapun , abstain dari pergi bersamanya ke Mekah sampai ia mengambil persetujuan ibunya . Al – Muththalib memintanya untuk mengirimkan anak itu bersamanya ke Mekah , tapi dia menolak . Dia berhasil meyakinkan dia berkata : ” . Anakmu akan ke Mekah untuk mengembalikan otoritas ayahnya , dan hidup di sekitar Baitullah ”
Ada di Makkah , orang-orang bertanya-tanya saat melihat ‘ Abdul Muthalib , dan mereka menganggapnya budak Al – Muthalib . Al – Muthalib berkata : ” Dia adalah keponakan saya , anak saudara Haashim saya. ” Anak itu dibesarkan di rumah Al – Muththalib , tetapi kemudian Al – Muththalib meninggal di Bardman di Yaman , sehingga Abdul Muthalib mengambil alih dan berhasil mempertahankan gengsi umat-Nya dan melampaui kakeknya dalam perilaku terhormat , yang membuatnya mendapatkan mendalam kasih dan penghargaan yang tinggi dari masyarakat Makkah .
3 – Ketika Al – Muththalib meninggal, biaya Naufal direbut ‘ Abdul Muthalib , jadi yang terakhir meminta bantuan dari Quraish, tapi mereka abstain dari memperluas apapun dukungan kepada salah satu dari mereka . Akibatnya, dia menulis surat kepada pamannya dari Bani An – Najjaar ( saudara ibunya ) untuk datang membantunya . Pamannya , Abu Sa’ad Ibnu ‘ Adyy ( saudara ibunya ) berbaris ke Mekah di kepala delapan puluh penunggang kuda dan berkemah di Abtah di Makkah . Abdul Muthalib menerima laki-laki dan mengundang mereka untuk pergi ke rumahnya tapi Abu Sa’ad mengatakan : ” . Tidak sebelum saya bertemu Naufal ” Dia menemukan Naufal duduk dengan beberapa orang tua Quraisy di bawah naungan Al – Ka’bah . Abu Sa’ad menghunus pedangnya dan berkata : ” . Aku bersumpah dengan Allah bahwa jika Anda tidak mengembalikan ke keponakan saya apa yang telah Anda ambil, saya akan membunuh kamu dengan pedang ini ” Naufal demikian dipaksa menyerah apa yang telah merebut , dan tokoh Quraisy dibuat untuk menjadi saksi kata-katanya .
Abu Sa’ad kemudian pergi ke ‘ rumah Abdul Muthalib di mana ia tinggal selama tiga malam , membuat ‘ umrah ( haji kecil) dan bek kiri untuk Al – Madinah . Kemudian , Naufal mengadakan aliansi dengan Bani ‘ Abd Syams bin ‘ Abd Munaf terhadap Bani Haashim . Ketika Khuza’a , suku , melihat dukungan Bani An- Najjaar untuk ‘ Abdul Muthalib mereka mengatakan : ” Dia adalah anak kami karena ia adalah milikmu Kami memiliki lebih banyak alasan untuk mendukung dia dari Anda . . ” ‘ Ibu Abd Munaf adalah salah satu dari mereka . Mereka masuk ke An- Nadwa Rumah ( tempat mereka biasa berkumpul untuk mendiskusikan hal-hal yang serius ) dan masuk ke dalam aliansi dengan Bani Haashim melawan Bani ‘ Abd Syams dan Naufal . Itu adalah aliansi yang kemudian menjadi alasan utama untuk penaklukan Makkah . Abdul Muthalib menyaksikan dua peristiwa penting dalam hidupnya , yaitu menggali sumur Zamzam dan serangan gajah .
Menggali Sumur Zamzam
Sumur Zamzam berasal demi Ismaa’eel ( saw ) ketika ia dan ibunya Haajar ( Hagar ) disusul oleh rasa haus , Allah Mahakuasa menyebabkan aliran air mengalir di gurun kosong. Haajar berisi air yang mengalir dengan membangun gundukan di sekitarnya dan itu berubah menjadi sebuah sumur . Pada saat meninggalkan Makkah , suku Jurhum ditutupi dengan debu dan sebagainya , untuk waktu yang lama tidak bisa dilacak . Ketika tugas memberikan air untuk para peziarah dipercayakan kepada Abdul Muthalib , ia mulai mencari itu bersama dengan si anak sulung Haarith , tetapi usaha mereka terbukti sia-sia .
Suatu hari , ‘ Abdul Muthalib melihat lokasi sumur Zamzam dalam mimpinya dan mulai menggali untuk itu . Ada dua berhala , ‘ Isaf dan Naa’ilah disimpan di tempat itu . Quraisy membenci gangguan ini dan menjadi bermusuhan dan siap bertarung . Meskipun mereka hanya dua , ayah dan anak , mereka menang atas mereka dan terus menggali sumur. Menyadari isolasi , Abdul Muthalib dipanggil Allah Yang Maha Kuasa bahwa dalam kasus Dia memberinya sepuluh anak laki-laki , dia akan mengorbankan salah seorang putranya dalam nama Tuhan . Setelah waktu singkat , sumur muncul dan ia juga dikaruniai sepuluh anak .

 

 

 

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: