Skip to content

Islam Palsu Buatan Pendeta Walean : Alquran Diperalat untuk Mendukung Doktrin Kristen

Oktober 5, 2013

 

Nara sumber : A. Ahmad Hizbullah MAG


Akhir-akhir ini Pendeta Dr Robert Paul Walean, gencar menyebarkan kristenisasi melalui SMS kepada umat Islam. Dalam pesan singkatnya, misionaris Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) ini selalu mengutip ayat-ayat Alquran. Ia mengaku tidak melakukan kristenisasi, tapi mengajarkan agama Islam Hanif sesuai Alquran dan Sunnah Nabi Ibrahim.

 

1385902_469085956538972_1499649317_n

Untuk mengklarifikasi misi kristenisasi itu, Sabtu lalu (14/9/2013) digelar acara diskusi kristologi di gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta. Seyogianya, diskusi bertema “Millah Abraham dalam Perspektif Islam dan Kristen” itu menghadirkan dua narasumber: DR Muhammad Ali, pakar kristologi dari Surabaya dan Pendeta DR Walean. Pembicara pertama mewakili intelektual muda Muslim, sedangkan pembicara kedua mewakili Kristen Advent.

Sayangnya, meski pembicara Islam datang jauh dari Surabaya tepat waktu, tapi Pendeta Walean yang berdomisili di Jakarta malah mangkir dengan alasan mendadak kurang sehat. Akhirnya acara tetap digelar menjadi kajian ilmiah membedah kedustaan, kebodohan dan penipuan pemikiran Pendeta DR Walean dengan menghadirkan tiga narasumber sekalitus: Ustadz Abu Deedat, Dr Muhammad Ali, dan Ustadz Masyhud SM.

Lucunya, meski mengaku sakit keras, ia masih getol menyebarkan email ke berbagai media mengenai agama Islam Hanif buatannya. Kutipan email itu antara lain sebagai berikut: “UNDANGAN KHUSUS kepada para Ustad “Yang Mau Masuk Surga” dalam rangka keterangan tentang Islam yang Hanif. Untuk apa serius beragama padahal nanti masuk neraka? Mari diskusikan “Mengapa Umat Mukmin Masuk Surga?”

Dalam emailnya kepada khalayak, Walean berlagak seperti ahli tafsir Alquran. Ia menulis imbauan agar umat Islam mengkaji Al-Qur’an dengan pemahaman baru:

“Alquran tidak kering. Ketika mempelajari Alquran akan menemukan makna baru, rahasia baru yang belum ditemukan oleh orang sebelumnya karena Alquran bersumber dari Tuhan. Alquran akan mengantar kepada pemahaman-pemahaman yang baru.”

Pemahaman baru yang dimaksud Walean adalah konsep keselamatan. Ia menuding, selama ini para ustadz dan umat Islam tidak memahami konsep keselamatan yang benar dan tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Kesalahan fatal umat Islam yang bertentangan dengan Al-Qur’an, menurutnya adalah meyakini keselamatan surgawi bisa diperoleh melalui iman, taubat, taqwa, amal shalih dan jihad fisabilillah. Menurutnya, semua amal ini akan sia-sia bila tanpa meyakini doktrin Penebusan Dosa. Berikut cuplikannya:

“Karena ketetapan Allah ini tidak bisa berubah, harus ada yang tanggung akibat dosa itu. Maka Allah sediakan Penebus. Penebus yang disediakan Allah ini GRATIS untuk semua yang sudah bertobat. Tanpa Penebus orang yang sudah bertobat harus dihukum sebab ketetapan Allah Qs 4:14 tidak bisa dirubah. Tapi dengan adanya Penebus orang yang sudah bertobat tidak lagi akan dituntut/dihukum.

Jadi, jawaban atas pertanyaan “Mengapa Umat Mukmin Masuk Surga?” Jawabannya adalah karena mereka sudah: beriman, bertobat, bertakwa, beramal, berjihad di jalan Allah dan terima Penebusan yang GRATIS yang Allah disediakan (Qs 2:48). Sebab dosa mereka memang sudah diampuni tapi masih harus ditebus demi keadilan.”

Doktrin Penebusan itu dipertegas Walean dalam penutup tulisannya: “Jadi terimalah pertolongan, syafaat dan tebusan yang sudah disediakan Allah bagi mereka yang sudah bertobat (bagi umat mukmin) sesuai amaran Nabi Muhammad SAW dalam Qs 2:48 agar selamat di akhirat nanti.”

Dalam buku sakunya “Islam Hanif Akan Masuk Surga” Walean merinci bahwa yang dimaksud Doktrin Penebusan itu adalah penebusan dosa manusia oleh kematian Yesus di tiang salib, sesuai ajaran Kristen:

“Ada lebih 25 kali kata Almasih dalam Al-Qur’an yang ditujukan kepada Isa Putra Maryam. Isa Almasih adalah satu-satunya utusan Allah yang pantas menjadi pengganti (penebus) dosa umat manusia karena Dia sendiri tidak pernah berdosa. Satu-satunya utusan Allah yang tidak pernah berdosa adalah Isa Putra Maryam. Kalau dia pernah berdosa tentu tidak pantas menebus dosa orang lain. Ganjaran yang setimpal untuk dosa adalah harus mati di neraka. Maka untuk menggantikan (menebus) kematian umat manusia di neraka, Isa Almasih telah mati dan sudah dibangkitkan dan diangkat Allah” (hlm. 26-27).

Itulah inti doktrin Islam Palsu buatan Pendeta Walean. Apa yang dilakukan Pendeta Robert Walean dan agama Islam Palsu buatannya itu adalah murni gerakan penyesatan (tadhlil) menjiplak misi iblis laknatullah ‘alaih (Al-A’raf 16-17, Al-Hijr 39-40) melalui dua jurus andalannya; tazyin (memoles kesyirikan dan maksiat supaya terlihat indah dan menarik) dan wa’dun (memberi janji palsu berupa surga dunia akhirat).

Pangkal kesesatan doktrin agama Islam Palsu Walean adalah penafsiran surat Al-Baqarah 48. Kata “tebusan” (al-‘adlu) dalam ayat ini dipahami secara letterlijk ngawur sengawur-ngarurnya, disesuaikan dengan terminologi “tebusan” dalam doktrin Kristen. Ayat yang dimaksud adalah:

“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.”

Ayat ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan doktrin Penebusan Dosa seperti yang diyakini oleh orang Kristen. Ayat ini mengingatkan kepada seorang muslim agar semasa hidup alias sebelum meninggal dunia, segera menyelesaikan tanggungan-tanggungan ataupun hutang-hutangnya kepada sesama manusia, baik yang berupa harta –seperti mengambil uang orang lain tanpa ijin, atau meminjam sesuatu kepada orang lain dan belum mengembalikan, dsb–, maupun tanggungan berupa martabat dan harga diri –seperti kalau dia mencaci, memukul, menggunjing (ghibah) dan sebagainya.

Kalimat “tebusan” dalam ayat tersebut sama sekali tidak ada korelasinya dengan tebusan kematian Yesus di tiang salib untuk menebus dosa manusia. Al-Qur’an sudah final memvonis kesesatan doktrin penebusan dosa, karena dosa seseorang tidak bisa dipikul, diwariskan maupun ditebus oleh orang lain (Qs. An-Najm 38-39, Al-An’am 164, Al-Isra’ 15, Al-Baqarah 123 & 286, Luqman 33, Yasin 54, At-Thur 21 dll). Bahkan Alkitab (Bibel) pun menolak doktrin penebusan dosa dan dosa waris (Yehezkiel 18: 20, Ulangan 24: 16, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4, dll).

Sekali lagi, kata “tebusan” dalam surat Al-Baqarah yang dikutip Walean itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan doktrin Penebusan Dosa, tapi peringatan agar menyelesaikan muamalah duniawiyah sesama manusia. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw dalam sebuah hadist:

“Barangsiapa yang mempunyai tanggungan terhadap saudaranya baik yang berupa harga diri maupun yang lainnya, maka hendaknya diselesaikan hari ini, sebelum datang hari yang tidak bisa ditebus dengan uang dinar dan dirham. Jika tidak, maka saudaranya tadi akan mengambil kebaikannya sebanyak tanggungan yang ada padanya, jika dia tidak mempunyai kebaikan, maka kejelekan saudaranya itu akan dipikulkan kepadanya” (HR Bukhari).

Betapa dangkal cara berpikir Pendeta Walean yang mengaku doktor tersebut!!

Mengaku Ilmuwan Padahal Pendeta Terbodoh di Dunia

Tanpa malu-malu, Pendeta DR Walean mengklaim dirinya sebagai ilmuwan dan peneliti, lantas mengajak untuk mengkaji dan mereinterpretasi pemahaman terhadap Al-Qur’an. Supaya dengan tafsir gaya baru ciptaannya, umat Islam ikut tersesat meyakini doktrin Kristen yang dikemas dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

Padahal Walean adalah pendeta abangan yang sama sekali tak layak berbicara tafsir Al-Qur’an yang memerlukan banyak ilmu alat, antara lain sastera Arab. Sementara Walean sama sekali tidak bisa membaca huruf hijaiyah.

Dengan segala kebodohan yang dipaksakan untuk menafsirkan Kitab Suci Al-Qur’an, maka hasilnya adalah kesesatan dan kekeliruan sangat memalukan. Misalnya, dalam bukunya “Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an” Walean mengajarkan doktrin inkarnasi Tuhan menjadi manusia Yesus, dengan menyelewengkan Al-Qur’an surat An-Nas ayat 1:

“Isa Almasih putra Maryam sesungguhnya adalah Allah yang telah turun ke dunia ini dalam bentuk Kalimatulloh dan Rohuloh untuk maksud dan tujuan tertentu. Apa ada ayat Al-Qur’an “Tuhan menjadi Manusia?” Ada! QS An-Nas 1, “Robbinaas = Tuhan manusia.”

Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia. Yaitu kepada Allah yang pernah menjadi manusia, yaitu Isa Almasih putra Maryam” (hlm. .

Walean tidak akan melakukan kesalahan fatal yang memalukan, bila ia memahami sedikit dasar ilmu nahwu (gramatika bahasa Arab). Ia menafsirkan kata “Tuhan manusia” (rabbun-naas) dengan pengertian ‘Tuhan yang manusia’ yang dipahami secara keliru bahwa “Tuhan yang ujudnya manusia”. Lalu disimpulkan bahwa Al-Qur’an menyatakan ketuhanan (keilahian) Isa (Yesus) as.

Padahal kata “robbun-naas” terdiri dari dua kata yaitu “robb” dan “an-naas.” Susunan kalimat “robbun-naas” adalah tarkib idhafiy yang menyatakan kepemilikan, karena terdiri dari mudhaf dan mudhaf ilaih. Alasannya, kata pertama “robb” adalah bentuk “nakirah” yang di-idhafahkan (disandarkan) kepada kata yang kedua “an-naas.”

Jadi, kata “rabbun-naas” dalam ayat itu adalah bentuk idhafiyyah, bukan shifat maushuf (struktur kata sifat). Bentuk idhofiyyah dari kata “rabbun-naas” ini, bila diterjemahkan adalah: “Tuhannya manusia” (Inggris: The Lord of mankind).

Agama Islam Palsu buatan Dr Robert Paul Walean tidak ada manfaatnya, hanya menunjukkan kebodohan pendeta yang mengaku sebagai peneliti dan ilmuan.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: