Skip to content

Berapa Lama Kita Di Kuburan?

September 17, 2013

1231233_661384117206948_770459466_n

Ditulis oleh : Zam Terban

 

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki
kecil Yani berlari-lari gembira di atas
jalanan menyeberangi kawasan lampu
merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai
Lambai di tiup angin. Tangan kanannya
memegang Es krim sambil sesekali
mengangkatnya ke mulutnya untuk
dicicipi, sementara tangan kirinya
mencengkram Ikatan sabuk celana
ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah
pemakaman umum Karet, berputar
sejenak ke kanan & kemudian duduk Di
atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti
Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita
berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat
wajah ayahnya, lalu menirukan tangan
ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut
memejamkan mata seperti ayahnya. Ia
mendengarkan ayahnya berdo’a untuk
Neneknya…
“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50
tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum, sembari memandang
pusara Ibu-nya.
“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42
tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak
sambil matanya menerawang dan jarinya
berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam
kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang
sekeliling, banyak kuburan di sana . Di
samping kuburan neneknya ada kuburan
tua berlumut “Muhammad Zaini:
19-02-1882 : 30-01-1910”

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal
106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya
menunjuk nisan disamping kubur
neneknya. Sekali lagi ayahnya
mengangguk. Tangannya terangkat
mengelus kepala anak satu-satunya.
“Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang
ayah menatap teduh mata anaknya.
“Hmmm, ayah khan semalam bilang,
bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan
kita banyak dosanya, kita akan disiksa
dineraka” kata Yani sambil meminta
persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”
Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya,
berarti nenek sudah disiksa 42 tahun
dong yah di kubur? Kalau nenek banyak
pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek
senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata
Yani berbinar karena bisa menjelaskan
kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas
tampak keningnya berkerut, tampaknya
cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata
ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani
tampak gelisah Di atas sajadahnya,
memikirkan apa yang dikatakan
anaknya… 42 tahun hingga sekarang…
kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142
tahun disiksa .. atau bahagia dikubur ….
Lalu Ia menunduk … Meneteskan air
mata…
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak
dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun
lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?

Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un ….
Air matanya semakin banyak menetes,
sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya
kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau
2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi?
Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu
setelah dikubur? Bukankah Akan lebih
parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan
preman dipukuli massa ditelevisi kemarin
ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk,
tangannya terangkat, keatas bahunya naik
turun tak teratur…. air matanya semakin
membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah..
berulang Kali di bacanya DOA itu hingga
suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak
ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas
dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya.
Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa
sang bapak sangat berterima kasih
padanya karena telah menyadarkannya
arti sebuah kehidupan… Dan apa yang
akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia
ditangan kami, jangan Kau letakkan
dihati kami…dan janganlah Kau jadikan dunia menjadi angan-angan kami serta janganlah Kau jadikan dunia sebagai sebab kami mencari ilmu…”

Aamiin Yaa Robbal’aalamiin

Iklan
One Comment leave one →
  1. ulilamri permalink
    Oktober 18, 2013 9:13 am

    kisah uzair yg dimatikan Allah 100th dalam QS 2:259 bisa juga dijadikan bahwa perasaan orang yg mati itu seperti tidur sehari tau setengah hari. juga pada kisah ashabul kahfi tidur 309th berasa yg sama spt uzair(QS 18:19) dan memang benar pada QS 39:42 Allah memberi informasi bahwa mati itu seperti tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: