Skip to content

RANGKUMAN LAPORAN MISI KEMANUSIAAN KE SURIAH “dr. Muhammad Mushlih hafizhahullah”

Juli 20, 2013

Dilaporkan oleh beberapa Ikhwan Fillah dan Relawan dari sebuah lokasi di Suriah.

Ikhwah fillah yang saya cintai karena Allah, dengan bantuan dana dari antum sekalian, dua dari saudara kita fillah dari negeri ini sudah kita berangkatkan sebagai relawan ke Suriah, yaitu:

1. dr. Muhammad Mushlih hafizhahullah, seorang dokter Ahlus Sunnah yang kerjanya hanya menolong orang, tidak pasang tarif kalau praktek pribadi, sering memberikan obat gratis, dengan kehidupan yang sederhana.

2. Musa Attamimy hafizhahullah, seorang mahasiswa Ahlus Sunnah yang sedang belajar di Universitas Islam Madinah, yang juga sebagai pelatih bela diri Thifan di sana.

Mereka berdua adalah relawan pelopor (kloter pertama) yang kita berangkatkan ke Suriah, sebagai pelopor yang akan menyiapkan pendirian Rumah Sakit Lapangan (RSL) di Aleppo insya Allah, sebelum pengiriman relawan utama berikutnya (kloter kedua) yang insya Allah akan kita berangkatkan pada awal September 2013.

Untuk selanjutnya, laporan berita kegiatan mereka setelah tiba di Suriah insya Allah akan saya buat dalam satu Album Photo yang berisikan artikel di dalamnya, dengan judul album: Misi Kemanusiaan dr. Muhammad Mushlih ke Suriah.

Kita do’akan, semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga para relawan kita selama di sana hingga kembali ke tanah air dan Allah Ta’ala mudahkan misi kemanusiaan kita ini sehingga bisa dijadikan sebagai monumen persaudaraan sejati antara kaum Muslimin di negeri ini dengan kaum Muslimin di Suriah.

Kronologi penggalangan dana dimulai dari sini: https://www.facebook.com/abu.herman/posts/10200591751451300
———————————————-

FACEBOOKER AHLUS SUNNAH KIRIM RELAWAN KE SURIAH

JAKARTA (gemaislam) – Penderitaan yang menimpa umat Islam Suriah akibat kekejaman rezim Basyar Al Assad telah mengetuk hati banyak kaum muslimin dunia, termasuk Indonesia.

Dipelopori oleh Fathi Attamimi, penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan muslim Suriah dilakukan melalui jejaring sosial Facebook. Berbekal dari pengalamannya pada tahun 2012 silam menjadi relawan kemanusiaan bersama HASI (Hilal Ahmar Society Indonesia) ke Suriah, pria keturunan Arab berdarah Cirebon itu berhasil memberangkatkan 2 orang relawan untuk bantuan medis.

Dua orang tersebut adalah dr. Muhammad Mushlih, seorang dokter, tenaga medis berpengalaman dan Musa Attamimi, mahasiswa Universitas Islam Madinah sekaligus Kameramen yang ahli beladiri Tifan Po Khan.

Keduanya berangkat pada hari Ahad (14/7) dari bandara Soekarno Hatta menuju Turki. Misi kemanusiaan ini dinamakan oleh Fathi dengan nama salah seorang relawannya, yaitu dr. Muhammad Mushlih.

Penamaan misi medis itu dengan salah satu relawannya dijelaskan oleh Fathi karena sangat menghargai dan menghormati semangat dan jerih payah dokter tersebut.

“Kenapa Misi kali ini kami namakan Misi Medis Suriah dr. Muhammad Mushlih? Karena beliau mengorbankan karir PNS nya untuk membantu muslimin Suriah, Beliau terancam dipecat sebab permohonan izinnya untuk tidak kerja selama 1 bulan ditolak. Semangat dan kepedihan hati beliau melihat penderitaan rakyat Suriah mengalahkan kecintaannya pada dunia” ujar Fathi dalam laman Facebooknya, Selasa (16/7).

Oleh karena itu, pria yang memiliki hobi mendaki gunung tersebut memohon kepada kaum muslimin agar selalu mendoakan kekuatan bagi dokter tersebut:

“Tolong sebut nama beliau pada doa antum minimal 1 kali selama Ramadhan ini,” ujarnya.

Saat ini misi medis dr. Muhammad Mushlih telah datang di Suriah dan segera memasuki kota Idlib. “Persiapan untuk penjemputan masuk ke daerah Idlib, untuk bertemu (insya Allah) syaikh Annas Airout hafidhohullah dan tokoh-tokoh lainnya yang sedang berkumpul disebuah rumah sakit,beliau adalah petinggi suku Baniyas,” ujar dr. Muhammad Mushlih dalam halaman Facebooknya, Selasa (16/7).

Rencananya misi medis ini akan mendirikan RUMAH SAKIT LAPANGAN (RSL) di Aleppo untuk menolong warga sipil dan mujahidin yang terluka akibat serangan tentara Basyar Al Assad. Pemberangkatan relawan pun akan dilakukan secara terus menerus setiap bulannya.

Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran kepada muslim Suriah serta memudahkan segala urusan tim medis ini. Sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat. (bms. Dikutip dari gemaislam.com)

————————————–

553408_10151705482531904_687025999_n


Untuk mendukung berlanjutnya misi kemanusiaan ini, donasi dapat disalurkan ke rekening:

– BCA: 1691967749, a/n. Ikrimah
Konfirmasi ke: 0817409691 (boleh konfirmasi, boleh juga tidak)

– Bank MANDIRI KCP Kelapa Gading Bolevar Jakarta: 1250019692011, a/n. Siti Ana Ravita Laksmi.
Konfirmasi ke: 081314909000 (Abu Muhammad Herman)

اللهم أعز الإسلام والمسلمين

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin

اللهم انصر المجاهدين في سبيلك في كل مكان يا ذا الجلال والإكرام.

Ya Allah, tolonglah para Mujahidin yang berjihad di jalan-Mu di semua tempat, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan.

-Sahabatmu-
Abu Muhammad Herman.

LAPORAN DARI RELAWAN KITA DI SURIAH (1)

Di rumah yang masih “setengah jadi” inilah kami untuk sementara tinggal sambil menunggu jalur masuk yang mungkin untuk ditempuh. Rumah ini ditinggalkan pemiliknya yang juga seorang pejuang/mujahid untuk maju ke garis depan.

Di tempat inilah kami berlindung dari kencangnya terpaan angin berdebu dan teriknya sinar matahari. Semoga Allah melimpahkan barokah yang banyak kepada pemiliknya. Aamiin…

Selasa, 16/7/2013…

Alhamdulillah.. Setelah semalaman baru ketemu setingan modem dan kartu dalam bahasa Turki. Semoga berita-berita dari Tim Misi Medis Suriah berikutnya bisa lebih lancar dan disertai foto-foto hasil bidikan kamera akhuna Musa Attamimy. Aamiin…

Rabu, 17/7/2013…

Alhamdulillah, setelah kemarin ditolak mentah-mentah oleh petugas perbatasan bab al hawa, akhirnya kami memutuskan untuk masuk lewat jalur tikus. Lucunya dalam perjalanan dari bab al hawa mobil yang kami tumpangi mogok dijalan. Penyebabnya karena sopirnya keasyikan ngebut jadi lupa ngisi gas. Jadilah kami bertiga dgn syeh khaled abo amar mendorong mobil mogok tersebut dalam jarak yg cukup jauh, dalam kondisi panas terik dan sedang berpuasa.

Karena mobil mercy yg kami tumpangi ini berbahan bakar gas, jadi tidak bisa beli eceran pakai jerigen. Allahul mustaan. Akhirnya setelah iftar dan sholat magrib jama’ qosor dgn isya, kami berkemas untuk perjalanan menembus perbatasan melalui jalur “tikus”.

Pada awal perjalanan kami bertiga (ahmad sarju, musa attamimy dan khaled abo amar) naik mobil dengan seorang sopir yang bisa mengantar kami. Kami singgah ditempat saudara khaled untuk menitipkan istri khaled yang sedang hamil 2bulan dan mengajak saudara laki-laki dari istri khaled muntuk menyertai kami dalam perjalanan. Kami sempat ngobrol dan minum teh ditempat ini sambil mencari keberadaan posisi tentara perbatasan turki. Dari informasi kurir yang telah kami sewa 100 lira turki. Mereka mengatakan jalur yg biasa mereka lewati sekarang ini tidak aman karena sudah dijaga oleh tentara turki. Terpaksa kami harus mencari jalur alternatif yang memutar cukup jauh untuk menghindari kemungkinan tertangkap tentara turki (bersambung)

– dr. Muhammad Mushlih (Ahmad Sarju)
———————————————–

Selasa, 16/7/2013…

“Bukit di seberang sana dihiasi oleh sebuah bangunan putih mirip benteng yang ‘nongkrong’ dengan gagah diatasnya. Dulunya, itu markas patroli dan tempat maen lotrenya para syabbihah, pasukan syi’ah nushairiyyah nya si basshar, la’natullah alaihim. Tapi alhamdulillah, ga lama kemaren para mujahidin dari pasukan pembebasan, jabhatunnusrah, ahrorus syaam, dan yang lainnya berhasil ‘nendang’ mereka sampe jungkir balik dari bukit itu. Allahu Akbar!!

Kawan2, kalian harus tau mujahidin di sini itu ga pernah berfikir bagaimana mereka nanti mati, yang penting serang dulu, takbir dulu, terus tawakkal sama Allah. Kalau nanti terjadi apa2 yang ga diharapkan ya itu berati memang sudah ditakdirkan oleh Allah. “Qul lan yushiibanaa illa ma kataballahu lana huwa maulana”. Oleh karena itulah pasukan bashhar yang badannya segede gede kingkong lari terbirit birit sambil kencing kalau ketemu sama mujahidin dalam pertempuran terbuka.
Allahu Akbar!

Doakan terus para mujahidin di sini kawan-kawan. Jangan lupa dukung dan sebarkan info donasi untuk misi medis Suriah ini. Keterangan selengkapnya buka akun Fathi Yazid Attamimi hafizhahullah.

Insya Allah kemenangan semakin dekat. Allahu akbar..!!!”

Rabu, 17/7/2013…

“Insya Allah nanti malam kita akan tidur di gunung,” ucap Khaled Abo Ammar sesaat setelah berbincang bincang melalui handphone dengan akh Muhammad Yaasin, salah satu mujahidin yang bergerilya di daerah Laaziqiyyah.

Siang tadi petugas bagian perbatasan Bab Al-Hawaa’ menolak kami mentah mentah untuk masuk ke Suriah melalui jalur resmi ini. Rupanya muka ramah dan senyum manis kami ini tetap tidak bisa mendapat toleransi untuk masuk. Maklum, dalam kondisi perang kaya gini masing masing pihak tetap jaga diri jangan sampai ambil resiko.

Ya sudah, bagaimana lagi, jalur tikus adalah satu satunya alternatif untuk bisa tetap masuk. Jadi insya Allah malam nanti tim misi medis Suriah akan memulai usaha ‘tahriib’ (menyelinap) masuk ke dalam Suriah melalui bukit-bukit di Laziqiyyah dengan beberapa guide pilihan.

“Di sana nanti kalian akan dijemput oleh akh Muhammad Yaasin dan beberapa kawan kawan mujahidin untuk kemudian berangkat ke Idlib. Allah yahfadzkum jamie’an,” terang Abu Ammar.

Bismillah tawakkalna ‘alallaah. Semoga Allah mudahkan misi medis ini, misi ukhuwwah dan kemanusiaan. Doakan kami selalu kawan-kawan..
Insya Allah kami tidak takut mati, namun yang kita takutkan adalah apakah Allah menerima amalan ini ??!

Ya Rabb, berikanlah kepada kami keikhlasan dalam setiap pergerakan hati kami.

Musa Attamimy.

(Bagian 2)
Setelah mununggu lama dalam kecemasan, akhirnya kurir yang kami sewa memutuskan bahwa kita harus mengambil jalur alternatif yang memutar cukup jauh. Namun untuk mencapai kaki bukit tersebut dan untuk menghemat tenaga kami diantar dengan sebuah truk kecil dengan membayar 50 lira turki.
Akhirnya truk yg kami tumpangi berhenti dikaki sebuah bukit dan mesin mobil segera dimatikan. Kami segera turun dan kurir/ pengawal segera mendahului untuk mendaki bukit dan memeriksa bahwa jalur dalam kondisi aman. Setelah dipastikan aman menurut mereka, akhirnya kami segera dipanggil untuk segera menyusul mereka berjalan menyusuri jalan setapak dalam balutan cahaya bulan sabit yang sesekali tertutup awan. Kami tidak dapat melihat jalur kami berjalan dengan jelas, meskipun kami sebenarnya membawa senter dan lampu kepala. Tetapi kilauan cahaya senter sedikit saja akan sangat berbahaya karena posisi kita akan mudah diketahui. Sesekali tersandung batu atau potongan batang kayu, terperosok kedalam lubang atau bahkan jatuh terpelanting karena terpeleset pasir. Kami berjalan agak cepat dan dalam kondisi selalu wadpada karena tentara perbatasan turki bisa bersembunyi dimana saja.
Kami berjalan dengan posisi pengawal berada 10 – 15 meter berada didepan kami. Sesekali kami diminta berhenti ketika mereka memeriksa jalur tempat biasanya tentara berjaga. Setelah dipastikan aman kami akan dipanggil untuk segera menyusul mereka.
Jalur yang panjang dan terjal menanjak dengan dikelilingi semak berduri cukup menguras tenaga karena kami juga menggendong tas bawaan kurang lebih 15 kg. Benar-benar pinggang terasa seolah mau patah karena beratnya medan dan kami harus tetap menjaga ritme jalan agak cepat.
Dalam suasana waspada penuh, badan basah karena keringat, jantung berdebar kencang dan nafas ngos-ngosan kami berusaha selalu berdzikir dan berdo’a mohon pertolongan Allah swt.
Sesampainya dipuncak bukit, kami diminta berhenti cukup lama ketika empat orang pengawal -juga pemuda setempat yang kami sewa 100 US dolar- memeriksa jalur mendatar dipuncak bukit kurang lebih 200 meter sebelum pagar perbatasan. Disana tempat biasanya tentara turki berjaga. Suasana hening dalam gelap ini berlangsung cukup lama. Akhi khaled menarik kami untuk bersembunyi ditepi jalan sambil mengingatkan supaya banyak berdzikir.
Menunggu begitu lama para pengawal tak juga kembali, membuat kami tambah deg-degan. Apalagi akhi khaled berkata bahwa jika nanti qodarulloh posisi kami diketahui oleh tentara perbatasan turki, kami dipesan supaya jangan sampai tertangkap bagaimanapun caranya. Termasuk membuang semua tas bawaan dan berlari sekencang-kencangnya atau bahkan jika harus melompat kejurang dibelakang kami.
Kami terus berdzikir dan berdoa semoga semoga Allah swt memudahkan jalan yang kami tempuh.
Sekian lama menunggu akhirnya mereka kembali menghampiri kami. “Semoga kabar baik yang mereka bawa” pikirku.
Benar. Akhirnya mereka menyuruh kami untuk segera bergegas mempercepat langkah menuju perbatasan. Bahkan ketika mendekati 50 meter terakhir kami diminta berlari melopat menerobos pagar berduri perbatasan yang telah rusak berlubang… (bersambung Bagian 3)

Berita terbaru Misi Medis Suriah dr. Muhammad Mushlih

Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
2 relawan kita di Suriah, dr. Ahmad Sarju dan ustadz Musa Attamimy sekarang berada di sebuah Rumah Sakit Lapangan di Idlib yang hanya berjarak 3 km dari garis depan pertempuran ! Arus korban luka dan tewas terus mengalir kedalam pos mereka, Bahkan dr. Muhammad Mushlih berniat membatalkan puasanya bila kondisi memang semakin bertambah gawat !

Baku tembak terus terjadi, Roket hilir mudik menghantam lokasi-lokasi didekat mereka, Dan asap mengepul dimana-mana ! Doa kalian ya ikhwan ! Bagi rakyat Suriah dan kedua relawan pemberani kita tersebut !

Allahul musta’aan…! Allahu Yahfadzuhum ! Allahu Yahfadzuhum !

Obat dan alat medis di pos mereka relatif mencukupi, Tenaga medis saja yang kurang, Sebab itu insyaAllah tim kedua secepat mungkin kita berangkatkan !

Donasi antum sangat membantu bagi pengiriman relawan medis untuk menolong korban perang Suriah

Donasi dapat disalurkan pada rekening berikut :

– BCA an Ikrimah 1691967749
Konfirmasi 0817.40.9691 (Boleh konfirmasi, Boleh juga tidak)

– Bank MANDIRI KCP Kelapa Gading Boulevard Jakarta an Siti Ana Ravita Laksmi (istri dari ustadz Abu Muhammad Herman) 1250019692011
Konfirmasi 0813.1490.9000 (Sebaiknya konfirmasi)

JazzakumUllah khairal Jaza
Allah Yubaarik fiikum !

Update berita Misi Kemanusiaan dr. Muhammad Mushlih (Ahmad Sarju) hafizhahullah

Setelah mununggu lama dalam kecemasan, akhirnya kurir yang kami sewa memutuskan bahwa kita harus mengambil jalur alternatif yang memutar cukup jauh. Namun untuk mencapai kaki bukit tersebut dan untuk menghemat tenaga kami diantar dengan sebuah truk kecil dengan membayar 50 lira Turki.

Akhirnya truk yg kami tumpangi berhenti dikaki sebuah bukit dan mesin mobil segera dimatikan. Kami segera turun dan kurir/ pengawal segera mendahului untuk mendaki bukit dan memeriksa bahwa jalur dalam kondisi aman.

Setelah dipastikan aman menurut mereka, akhirnya kami segera dipanggil untuk segera menyusul mereka berjalan menyusuri jalan setapak dalam balutan cahaya bulan sabit yang sesekali tertutup awan. Kami tidak dapat melihat jalur kami berjalan dengan jelas, meskipun kami sebenarnya membawa senter dan lampu kepala. Tetapi kilauan cahaya senter sedikit saja akan sangat berbahaya karena posisi kita akan mudah diketahui. Sesekali tersandung batu atau potongan batang kayu, terperosok kedalam lubang atau bahkan jatuh terpelanting karena terpeleset pasir. Kami berjalan agak cepat dan dalam kondisi selalu wadpada karena tentara perbatasan turki bisa bersembunyi dimana saja.

Kami berjalan dengan posisi pengawal berada 10 – 15 meter berada didepan kami. Sesekali kami diminta berhenti ketika mereka memeriksa jalur tempat biasanya tentara berjaga. Setelah dipastikan aman kami akan dipanggil untuk segera menyusul mereka.

Jalur yang panjang dan terjal menanjak dengan dikelilingi semak berduri cukup menguras tenaga karena kami juga menggendong tas bawaan kurang lebih 15 kg. Benar-benar pinggang terasa seolah mau patah karena beratnya medan dan kami harus tetap menjaga ritme jalan agak cepat.

Dalam suasana waspada penuh, badan basah karena keringat, jantung berdebar kencang dan nafas ngos-ngosan kami berusaha selalu berdzikir dan berdo’a mohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sesampainya di puncak bukit, kami diminta berhenti cukup lama ketika empat orang pengawal -juga pemuda setempat yang kami sewa 100 US dolar- memeriksa jalur mendatar dipuncak bukit kurang lebih 200 meter sebelum pagar perbatasan. Disana tempat biasanya tentara turki berjaga. Suasana hening dalam gelap ini berlangsung cukup lama. Akhi khaled menarik kami untuk bersembunyi di tepi jalan sambil mengingatkan supaya banyak berdzikir.

Menunggu begitu lama para pengawal tak juga kembali, membuat kami tambah deg-degan. Apalagi akhi khaled berkata bahwa jika nanti qodarulloh posisi kami diketahui oleh tentara perbatasan turki, kami dipesan supaya jangan sampai tertangkap bagaimanapun caranya. Termasuk membuang semua tas bawaan dan berlari sekencang-kencangnya atau bahkan jika harus melompat kejurang dibelakang kami.
Kami terus berdzikir dan berdoa semoga semoga Allah swt memudahkan jalan yang kami tempuh.

Sekian lama menunggu akhirnya mereka kembali menghampiri kami. “Semoga kabar baik yang mereka bawa,” pikirku. Benar. Akhirnya mereka menyuruh kami untuk segera bergegas mempercepat langkah menuju perbatasan. Bahkan ketika mendekati 50 meter terakhir kami diminta berlari melopat menerobos pagar berduri perbatasan yang telah rusak berlubang… (bersambung Bagian 3)

‪#‎Kabar‬ Terbaru Misi Medis & Donasi Bantuan Medis#

(Status al-Akh al-fadhil Musa Attamimy hafizhahullaah)

Suasana malam semakin mencekam,tubuh kami bersatu dengan batu-batu cadas di pegunungan ini.sudah tak terhitung lagi berapa banyak duri-duri yang menembus baju kami.
Tiba-tiba Khaled Abo Ammar berbisik tegas di telinga ana,”Tolong dengar baik-baik ! Laa saamahallah,laa qaddarallah,kalau nanti pasukan perbatasan sini mengetahui keberadaan kita,kalian harus kabur sebisa mungkin !.Jatuhkan dan lepaskan apapun,pokoknya jangan sampai kalian serahkan diri kalian ! faham ?!!.”

Jujur bulu kami bergidik mendapat instruksi seperti ini.Tapi,melihat 6 anak muda di depan kami yang hanya ber-kaos oblong ini,rasa cemas kami mulai menghilang.
mereka adalah guide-guide dadakan yang biasa ‘nyelundupin’ para relawan dan mujahidin untuk menembus garis perbatasan ke suriah.
terkadang kami harus menunduk,mendaki,menuruni tebing curam,bertiarap,meloncat dan sebagainya.ga cukup disitu,ancaman sebenarnya adalah pasukan perbatasn Turki yang setiap saat bisa saja muncul secara tiba-tiba.kalau udah kaya gitu,senapan mereka bisa saja yang ‘berbicara’,maklum ini kondisi perang pak !
Yang ga habis fikir,mereka semua ini rela nantang maut dengan hanya dibayar 50 Lira/orang ( sekitar Rp.230.000,-),Sarap !

Alhamdulillah,setelah 3 jam sport jantung,akhirnya kami berhasil masuk Suriah.Allahu akbar !
sesuai recana,beberapa mijahidin dari katiibah ‘Al ‘izzatu lillah’ yang diketuai oleh akh Muhammad Abu yaasin datang dengan sebuah truk untuk menjemput kami.
Singkat cerita,setelah bermalam di rumah Muhammad Abu yaasin,kami melanjutkan perjalanan menuju kota Idlib.
Siang hari kemarin 17 juli,kami sampai di markas mujahidin harokah Ahroorus Syaam.
Alhamdulillah ikhwan ikhwan mujahidin menyambut kami begitu hangat,”ini rumah kalian”,kata mereka.
disana juga kami dikenalkan dengan salah satu mujahidin garis depan,akh Ahmad Abdeen Abu Haqqan hafidzahullah.Beliau yang menjamu kami selama di sini padahal beliau sendiri sedang terluka cukup parah.belum lama kemarin perutnya terkena pecahan bom dari tank-tank Syabbihah.

Dari informasi yang kami terima,peperangan di pusat kota Idlib sedang panas panasnya selama 3 hari ini.banyak korban dan mujahidin yang terluka di sana.
insyAllah hari ini kami,tim misi medis akan segera mengemas barang untuk segera berangkat ke rumah sakit lapangan di dekat pusat pertempuran.

Doakan selalu mujahidin di sini kawan2..insyAllah kemenangan sudah di depan mata.
bantu sebarkan status ini.jangan lupa sampaikan donasi antum semua ke rekening rekening ini :

– BCA an Ikrimah 1691967749
Konfirmasi 0817.40.9691 (Boleh konfirmasi, Boleh juga tidak)

– Bank MANDIRI KCP Kelapa Gading Boulevard Jakarta an Siti Ana Ravita Laksmi (istri dari ustadz Abu Muhammad Herman) 1250019692011
Konfirmasi 0813.1490.9000 (Sebaiknya konfirmasi).

barokallah fiikum,wa jazaakumullah khairon katsiron,khairol jazaa’

Pasien pertama kami seorang mujahid Harakah Ahrar Al-Sham Al-Islamiyah. Nama kunyahnya adalah Abu Haqqon, ditempatnya lah kami untuk sementara tinggal. Pria berusia sekitar 25 tahunan ini terkena pecahan bom dari tembakan sebuah tank baja tepat sehari sebelum hari pernikahannya, tepatnya dua bulan yang lalu. luka yang cukup lebar dipinggang kanan. kami mohon doa antum semua untuk kesembuhan beliau..

Update:
Suara dentuman bom berkali2 terdengar disusul suara tembakan membuat kami kaget. Namun anehnya anak2 tetap asyik bermain. Mungkin karena sudah saking biasanya mereka menyaksikan hal ini. Namun ibu2 tetap mengingatkan supaya mereka berdzikir.
Ya Alloh, lindungilah saudara kami ahlussunnah di bumi syam..

Laporan donasi Misi Medis Suriah

AlhamdulIllah sampai dengan tadi ba’da tarawih, Uang yang ada di rekening BCA an Ikrimah 1691967749 mencapai Rp.78.214.000.- (Tujuh puluh delapan juta dua ratus empat belas ribu rupiah)

Jumlah tersebut adalah sisa dari penggalangan dana yang diadakan satu bulan lalu

Jumlah tersebut belum termasuk dengan pemasukan pada rekening MANDIRI an Siti Ana Ravita Laksmi (Istri dari ustadz Abu Muhammad Herman) 1250019692011

Kami berencana mengadakan penggalangan dana offline di masjid-masjid atau tempat-tempat lainnya, Bagi ikhwah sekalian yang berniat mengundang relawan-relawan kami yang pernah bertugas di Suriah untuk menceritakan pengalamannya disana, Bisa menghubungi inbox akun ini atau via no 0817.40.9691

JazakumUllah khairal jaza bagi para muhsinin dan yang telah menyumbangkan tenaga, Pikiran serta hartanya, Dan terus membagikan status-status pada akun ini, Akun ustadz Abu Muhammad Herman, Akun relawan dr. Muhammad Mushlih Ahmad Sarju), Dan akun ustadz Musa Attamimy yang kedua beliau sedang bertugas di Suriah

Semoga amal ibadah kita semua dihitung sebagai amal jihad fi sabilIllah !

Update : 19/11/2013

RELAWAN MISI MEDIS SURIAH MEMBANTU MEMBAGIKAN SELIMUT SALJU

 

1410883_222392734609990_31752100_o

 

Saat tiba dilokasi pengungisan, kami langsung dikerumuni oleh para pengungsi. Kemudian kami dan petugas rs memberi instruksi kepada para pengungsi untuk berbaris rapi untuk mendapatkan bantuan. Berbeda dengan di indonesia, para pengungsi tidak ramai, ribut, berdesak-desakan, dan ricuh, mereka tampak tertib, sabar, dan menghormati proses pemberian bantuan. Sungguh suatu sikap yang sangat mulia.

Hingga akhirnya bantuan pun telah terbagikan dan kami pun harus meninggalkan camp pengungsian.

Keterangan foto: anak-anak pengungsi kaum muslim suriah kegirangan mendapatkan selimut untuk menghadapi musim dingin yang sebentar lagi akan tiba

Oleh : ustadz Fauzi (Abu Abdullah)

————————————————–
Salurkan DONASI HOMS 10.000 KARUNG GANDUM anda melalui rekening:
1 KARUNG GANDUM SEHARGA Rp. 250.000,-
Berapapun dana yang anda transfer akan disalukan kepada rakyat muslim Suriah.

>> Western Union (WU)/Money Gram : Silvia Arisandi D/a Propinsi: Jawa Tengah, kota: Surakarta, Indonesia
>> PayPal : misimedissuriah@gmail.com , Silvia Arisandi , Indonesia
>> BCA 1691 967 749 A/n Ikrimah [KCU Ahmad Dahlan Yogyakarta]
>> Bank MANDIRI 1250 0196 92011 A/n Siti Ana Ravita Laksmi [KCP Kelapa Gading Boulevard Jakarta] KODE ATM BERSAMA : 008

Konfirmasi ke 0812.2501.4441 dengan format:
[nama#alamat#jumlah paket#jumlah transfer]

Agar mudah dibedakan antara pentransfer satu dengan lainnya sertakan 3 digit terakhir no hp anda pada saat anda mentransfer sejumlah dana, contoh:

[Silvia#Surakarta Jawa tengah#3karung#750.441]

————————————————-
Salurkan DONASI 1000 SELIMUT SALJU anda melalui rekening:
1 PAKET SELIMUT SALJU SEHARGA Rp. 300.000,-

>> Bank Mandiri : 900 00 1633532-6 A/n SAMINGUN [KCU Kudus Jawa Tengah] KODE ATM BERSAMA : 008
>> Bank BCA : 031 2475 446 A/n SAMINGUN [KCP Kudus Jawa Tengah]
>> Bank BRI : 0038 01 009583 531 A/n SAMINGUN [KCP Kudus Jawa Tengah]

Konfirmasi ke 0898.434.2221 dengan format:
[nama#alamat#jumlah paket#jumlah transfer]

Agar mudah dibedakan antara pentransfer satu dengan lainnya sertakan 3 digit terakhir no hp anda pada saat anda mentransfer sejumlah dana, contoh:

[samingun#kebon sirih rt:2 rw:4 jakarta#2paket#600.221]
————————————————-

Sekretariat Misi Medis Suriah :
jl. Monjali 88 Karangjati, Sleman, Yogyakarta.
Depan dealer motor Yamaha PT. Harpindo Jaya,
Samping masjid Miftahul Huda

HOTLINE
Telp & sms : 0817.40.9691
whatsapp : 08222.686.1034
BB : 328b6030

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. Juli 22, 2013 7:40 am

    Refid Rooheebnoor :

    Memang kedua relawan Misi Medis Suriah dr. Muhammad Mushlih ; Musa Attamimy dan Ahmad Sarju ini spesial sikonnya :

    1. Mereka di-terjun bebas-kan langsung dari Indonesia ke Suriah sebagai tim perintis
    2. Kalo biasanya tim lain sebelum ini pemanasan dulu ditempat-tempat yang agak jauh dari lokasi perang supaya terbiasa dengar 1-2 kali bunyi roket dalam sehari dulu, Mereka malah hari kedua udah nyemplung di Rumah Sakit Lapangan yang jaraknya dekat sekali dengan garis depan pertempuran dan puluhan kali dalam sehari lokasinya dihantam roket
    3. Ga ada satupun tim dari Indonesia yang datang ke Suriah hanya berdua ! Minimal 4 orang !
    4. Pembekalan buat mereka singkat dan padat : 2 hari 1 malam udah termasuk perjalanan dari Bandung ke bandara dan belanja perlengkapan !
    5. Misi dari awal sampai akhir diurus oleh tim kecil berjumlah 2 orang !
    6. Musa baru 4 hari di Indonesia dari Saudi sebelum berangkat ke Suriah
    7. dr. Muhammad Mushlih terancam dipecat atau minimal diturunkan pangkatnya di PNS
    8. Dan terakhir : 90% operasional misi digerakkan melalui facebook mulai penggalangan dana sampai pemberangkatan dan monitoring !

    Yang terakhir adalah bukti nyata bagi siapapun bahwa selama ada kemauan pasti ada jalan, Bahkan seandainya jalan atau alat itu terkesan sepele seperti fesbuk ?! Tinggal gimana manfaatinnya aja bro

    : dari kronologi Fathi Yazid Attamimi hafizhahullah

  2. himawan susatio permalink
    Agustus 2, 2013 7:55 am

    Bismillah…ana dapat berita dari http://forum-unand.blgospot.com bahwa tgl 1 agustus 2013 kantong2 perlawanan di Homs sudah banyak di kuasai oleh basyar assad dan hizbutsyaitan, benarkah…barakallahu fiqh

  3. sri sadono permalink
    Agustus 7, 2013 4:15 pm

    Ya Alloh, lindungilah adik dr. Muhammad Mushlih, Musa Attamimy dan Ahmad Sarju serta saudara kami ahlussunnah di bumi syam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: