Skip to content

BAHAYA LIDAH

Juli 6, 2012

Seseorang menceritakan gosip mengenai tetangganya and dalam beberapa hari saja, seluruh lingkungan mengetahui ceritanya.

Tetangganya itu tentu saja sakit hati.

Beberapa hari kemudian, orang yg menyebarluaskan gossip tersebut menyadari bahwa ternyata gosip itu tak benar.

Dia menyesal, lalu datang kpd orang yg bijaksana untuk mencari tahu apa yg harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.

‘Pergilah ke pasar’ kata orang bijak itu, ‘belilah kemoceng, kemudian dalam perjalanan pulang, cabuti bulu ayam di kemoceng and buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang.’

Meski kaget mendengar saran itu, si penyebar gosip tetap melakukan apa yg disuruh kepadanya.

Keesokan harinya orang tersebut melaporkan apa yg sudah dilakukannya.

Orang bijak itu berkata lagi, ‘Sekarang pergilah and kumpulkan kembali semua bulu ayam yg kau buang kemarin and bawa kepadaku’

Orang itu pun menyusuri jalan yg sama, tapi angin tlah melemparkan bulu-bulu itu ke segala arah.

Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dgn tiga potong bulu.

‘Lihat kan?’ kata orang bijak itu, ‘sangat mudah melemparkannya, namun tak mungkin mengumpulkannya kembali, begitu pula dgn gossip.

Tak sulit menyebarluaskan gossip, namun sekali gossip terlempar, 7 ekor kudapun tak dapat menariknya kembali.’

PESAN MORAL,
Hidup and mati seseorang dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Lidah memang suatu anggota yg kecil, tapi sangatlah besar kuasanya.

Bila kita salah menggunakan, maka hancurlah smua yg ada disekitar kita.

Imam Hasan Al Bashri pernah mengatakan : “Sesungguhnya Lidah orang Mukmin berada dibelakang Hatinya, Apabila ingin berbicara tentang sesuatu maka dia merenungkannya. Sedangkan lidah orang munafik berada didepan Hatinya, apabila menginginkan sesuatu dia mengutamakan lidahnya daripada memikirkan dulu dengan hatinya.”

Sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya kebanyak dosa anak adam berada pada lidahnya” (HR. Ath Thabarani, Ibnu Abi Dunya dan Al Baihaqi)

Uqbah bin ‘Amir bertanya kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan ?”, Nabi menjawab : “Tahanlah Lidahmu, Tinggallah dirumahmu (Jangan banyak keluar) dan tangisilah kesalahanmu.” (HR. At Tirmidzi)

Abdullah bin sufyan meriwayatkan dari ayahnya, dia berkata :”Aku berkata kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang Islam, dengan suatu perkara yang aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain sesudahmu.”, Nabi SAW bersabda : “Katakanlah, aku beriman, kemudian Istiqamahlah.” Dia Berkata : “Lalu apa yang harus aku jaga ?”, Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan tangan beliau ke lidah beliau. (HR. At Tirmidzi, An Nasa’I dan Ibnu Majah)

 

Nabi SAW bersabda : “Siapa yang menjamin untukku (agar menjaga) apa yang ada diantara dua Janggutnya (Lidah) dan yang ada diantara dua kakinya (Kemaluan) maka aku menjamin untuknya surga” (HR. Bukhori)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: