Skip to content

Menjawab Fitnah tuduhan kaum Orientalis Kafir, Islam melarang menyembah berhala tapi mengajarkan menyembah Hajar Aswad

Mei 8, 2012

Ditulis oleh : Yudo dwi hadiyanto

Para orientalis kafir yang sejak awal memang dengki kepada umat Islam, selalu menuduh umat Islam ambigu. Kata mereka, umat Islam di satu sisi tidak mau menyembah berhala, tapi disisi lain malah menyembah hajar aswad dan ka’bah. Ini bukti bahwa ilmu para orientalis itu sangat dangkal dan sama sekali tidak tahu sejarah Arab. Padahal sejarah sudah sangat jelas menunjukkan bahwa orang Arab sejak dahulu tidak pernah menyembah hajar aswad, apalagi ka’bah. Tidak pernah ada satu pun literatur yang menyebutkan bahwa bangsa arab pernah melakukannya. Bangsa Arab di masa paganisme dan jahiliyah menyembah 360 berhala yang diletakkan di dalam dan di sekeliling ka’bah. Tapi tidak pernah menyembah ka’bah. Demikian juga, mereka tidak pernah menyembah batu hitam (hajar aswad). Yang mereka sembah itu patung yang diukir dan dibuat membentuk dewa-dewa. Tapi mereka tidak pernah menyembah batu sebagai bahan dasar pembuatan patung. Makanya tanpa harus diajari lagi, orang Arab yang kemudian masuk Islam pun sudah tahu posisi mereka terhadap hajar aswab. Mereka tidak menyembahnya. Bahkan Umar bin Al-Khattab kita kenal dengan ungkapannya yang abadi:   “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak membahayakan, dan tidak pula dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullaah s.a.w. menciummu, maka sekali-kali aku tidak akan menciummu.” (H.R. Bukhari). tahun 930 sampai 951 hajar aswad pernah hilang dicuri dan disembunyikan oleh kaum Syi’ah golongan Ismailiyah Qarmathi. Apakah dengan hilangnya batu itu lantas umat Islam lantas heboh dan tidak shalat lagi karena hajar aswad sudah tidak ada? Meski hajar aswad pernah hilang, namun selama 21 tahun itu umat Islam tidak pernah libur shalat. Seandainya umat Islam itu shalat menyembah hajar aswad, maka selama 21 tahun itu mereka libur shalat. Tapi nyatanya tidak. Umat Islam tetap shalat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak, karena esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap dan menyembah batu. ketika thawaf dengan menunggang seekor unta, Rasulullah SAW pernah tidak mencium hajar Aswad, melainkan menyentuhnya dengan tongkat beliau. (HR. Bukhari juz 2 nomor 677). Jika Nabi pada waktu hidupnya menyembah hajar aswad, mana mungkin beliau berani menyentuh Tuhannya dengan sebuah tongkat sambil duduk di atas unta? Teladan Nabi ini membuktikan bahwa beliau tidak menyembah hajar aswad. setelah hajar aswad itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan di sana sini, sehingga volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yang ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yang asli dengan yang imitasi. Apakah umat Islam heboh karena itu? Jawabnya: Tidak pernah! Sebab Tuhan yang disembah oleh umat Islam itu bukanlah batu tetapi Allah SWT. Batu boleh rusak dan hilang, tetapi Allah tetap ada dan kekal sampai selama-lamanya. Inilah bukti bahwa Allah bukan batu, dan batu tidak sama dengan Allah. dahulu pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Mereka melakukan itu lima kali sehari. Rasulullah tak pernah menegur maupun melarangnya. Jika Ka’bah adalah Tuhan yang disembah oleh umat Islam, mana mungkin para shahabat ketika itu berani menginjak-injak Tuhannya?   Sampai saat ini, para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengganti Kisywah ( kain kelambu penutup Ka’bah). Ini juga bukti nyata bahwa sampai saat ini dan sampai kapan saja tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka’bah. Andai kata mereka menganggap Ka’bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak Ka’bah ?

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. mahartdika permalink
    Mei 8, 2012 3:24 pm

    Numpang tanya buat apa mencium batu hitam dan mengatakan aku datang memenuhi panggilanmu,Apa agama muhammad sebelum umur 40,jika, kenapa dia diklaim nabi sedangkan sebelumnya orang arab tidak memiliki sejarah kenabian, kenapa agama islam kurang toleran dibandingkan agama lain. apa benar agama islam mengajar kebaikan, sementara kenyataanya semua yang berbau islam tidak lebih baik dari masyarakat non islam.

    • Mei 14, 2012 1:37 pm

      Wahai Saudara Martdika,
      Islam meng-Esakan Allah berdasarkan risalah yang dibawa oleh Muhammad. Juga melalui Firman-Nya yang tertera dalam al-Qur’an, yang terjaga keasliannya.

      Apa yang membuat kalian merendahkan “Allah” dengan memperumpamakannya kepada “hajar aswad”? Padahal informasi yang seperti itu tak pernah ada dalam literatur agama kami, baik dalam hadits maupun dalam al-Qur’an. Dengan kata lain, itu adalah karangan Anda sendiri. Dan, seperti biasa, Anda tak berbakat dalam mengarang kebohongan. Sebab itu, belajarlah menjadi pengarang yang baik!

      Dan kenyataan yang sebenarnya adalah, Allah bersemayam di langit.
      Anda perlu melihat kitab ulama’ salaf untuk menafsirkan kalimat di atas, karena saya bukan orang yang ahli dalam hal ini.

      Sebenarnya, konsep ketuhanan Anda lah yang kacau. Dan kami bisa saja menyebut Anda seringkali membuat Tuhan lalu menjadikannya kalung di leher Anda. Tapi mencaci dengan cara seperti ini sama sekali tak ada untungnya bagi kami.

      Anda menganggap seorang manusia yang terlahir tanpa ayah sebagai anak Allah? Lantas bagaimana anggapan Anda terhadap Adam as., manusia pertama, yang memang tak punya ayah dan ibu? Dan bagaimana pula anggapan Anda terhadap Siti Hawa (isteri nabi Adam as.) yang tercipta tanpa perantara seorang ibu? Apakah Anda menganggap mereka berdua sebagai sepupu Allah atau kemenakan Allah?

      Juga, pertanyaan dalam konsep Trinitas Anda, Sebenarnya, berapa jumlah Tuhan sebelum Isa as. terlahir ke dunia ini? 3 atau 2?
      Kemudian, berapa jumlah Tuhan sebelum Maryam terlahir ke dunia ini? 2 atau 1?

      Jawab dengan jujur pertanyaan tersebut, agar kami paham konsep ketuhanan Anda. dan jangan ditutup-tutupi dengan “dogma”.

      Percuma Anda punya akal yang jenius kalau Anda menganalisa sesuatu dengan bersandar pada dogma. Itu adalah jawaban asal-asalan yang paling praktis yang saya tahu sepanjang perjalanan hidup manusia. Sehingga, kalau Anda menemukan soal tes ujian, dan tak bisa menjawabnya, maka berikanlah jawaban singkat, yakni “dogma”, habis perkara.

      Dan lagi, Apakah Anda juga akan berkata bahwa Allah menciptakan kehidupan ini dengan alasan “Dogma” atau “karena iseng aja”? Tidak demikian! Kehidupan manusia, punya alasan yang jelas, tapi Anda tak mengetahuinya.

      Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik perbuatannya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS al-Mulk:1-2)

      Lihat kitab tafsir jika Anda ingin mengetahui maksud ayat ini dengan jelas, karena saya tak punya ilmu yang cukup untuk memberikan penjelasan ayat tersebut.

      Pada dasarnya, hanya agama yang lurus (murni) saja yang benar. Islam pun, tidak semua benar seperti yang disangka kebanyakan orang. Seperti kasus Ahmadiyah dan aliran sesat sejenisnya belakangan ini. Begitu juga dalam agama Nasrani. Tidak semua yang beragama Nasrani itu benar, hanya yang masih menganut ajaran murni lah yang benar. Hal yang sama juga berlaku pada agama Yahudi.

      Pertanyaannya sekarang adalah, apakah agama yang Anda peluk sekarang ini masih murni atau Anda saja yang menganggapnya murni? Anda punya volum akal yang cukup untuk menganalisa dan mempertimbangkannya. Jangan sampai Anda seperti maling yang berteriak maling, karena pada akhirnya (baca: kiamat), hal itu hanya akan membuat Anda malu 2x, bahkan lebih!

      Agama yang dibawa oleh Isa as. adalah agama yang benar, suci, dan lurus. Namun, demikian, ada pengikutnya yang terlalu kreatif hingga menjadi sangat dongo’ dan akhirnya suka memodifikasi aturan agama demi mencari keuntungan harta dunia. Mereka mengubah al-Kitab sesuai selera nafsunya, dan mengalihkan alasan-alasan yang kontroversial kepada “dogma”, karena yang bersangkutan tak bisa memberikan alasan atas kebohongannya sendiri.

      Jika Anda ingin memahami agama Anda dengan baik, maka pelajarilah kebenaran agama Anda. Pelajarilah sejarah trinitas Anda, asal-muasal perubahan agama Anda, dan hal-hal penting yang terkait dengan rutinitas agama Anda. Dan kalau perlu pelajari ilmu teologi setinggi mungkin kemudian perbandingkanlah keempat kitab yang ada, Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur’an. Kemudian lihat, mana yang paling kacau dan mana yang paling benar. Yang paling kacau itulah sebenarnya yang paling banyak mengalami perubahan. Dan yang paling relevan (sesuai kenyataan) itu lah yang paling benar. Anda tak perlu mempelajari agama kami, kalau agama Anda sendiri Anda tidak paham!

      Kalian bukan penderita stroke ‘kan? Dan Anda juga bukan tahanan! Anda bisa menggunakan akal Anda sesuai dengan keinginan Anda. Anda bisa memperbandingkan banyak literatur “kebenaran” dengan mencarinya di internet. Anda tak harus mengikuti orang yang arah pikirannya tidak jelas dan suka membungkus kebohongan dengan dogma.

      Karena di dunia ini, yang memang benar-benar “BENAR” hanyalah Allah dan Rasul-Nya. Dan tentang kebenaran atau perkataan dari orang lain, itu masih sangat-sangat-sangat diragukan sekali, sehingga masih perlu dikunyah sehalus mungkin.

  2. yudo permalink
    Mei 12, 2012 8:50 am

    Mencium hajar aswad itu bukan suatu keharusan. mencium hajar aswad itu karena mencontoh perilaku Nabi Muhammad Saw. Ibadah haji itu ada jutaan orang, bagi yang tidak kebagian mencium hajar aswad juga ndk papa.

    “aku datang memenuhi panggilanmu”, kalimat itu adalah sebagai ungkapan Do’a dan rasa Syukur kepada Allah SWT bukan kepada Batu Hajar Aswad. karena umat islam mampu untuk menuaikan ibadah haji yang mengorbankan harta yang banyak untuk biaya perjalanan, kadang juga mengorbankan jiwa dan raga. bagi yang belum mampu secara materi ( karena perjalanan jauh yang membutuhkan biaya ), tidak diwajibkan untuk haji.

    wallahu a’lam.

    =====================================

    apa agama Nabi Muhammad sebelum berumur 40 tahun ?
    silahkan dibaca:

    Sebelum Nabi Muhammad diutus, beliau mengikuti agama Ibrahim yang Hanif,

    (an-nisa)4.125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangannya.

    (an-nahl)16.123. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

    (Yusuf)12.38. Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).

    22.78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu , dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    2.135. Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.

    Banyak ayat yang menjelaskan muhammad mengikuti ibrahim, dan ibrahim itu muslim, jadi islam itu sudah ada sejak adam…jadi bukan muhammad yang pertama kali membawa islam

    (al-hajj)22.78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu , dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    ====================================

    kenapa dia diklaim nabi sedangkan sebelumnya orang arab tidak memiliki sejarah kenabian ?

    jawabnya simple : Nabi Muhammad diberi wahyu oleh Allah berupa Al Quran. meskipun di tanah arab hanya sedikit nabi yang diutus, kami tidak memebeda- bedakan nabi dari manapun, entah itu dari arab atau israel.

    =====================================

    kenapa agama islam kurang toleran dibandingkan agama lain. apa benar agama islam mengajar kebaikan, sementara kenyataanya semua yang berbau islam tidak lebih baik dari masyarakat non islam.

    jawab: orang kristen di Indonesia hidupnya terancam ndk ? kalo tidak terancam, berarti islam toleran. kalo ada kekerasan, itu hanya oknumnya.
    apa kamu tidak lihat bejatnya yahudi di palestina ? kenapa kamu mendiskriditkan islam ?

    Islam bukan agama yang diturunkan Allah SWT untuk menciptakan kekerasan dan ketakutan di bumi ini,” sejumlah tindakan radikal, kekerasan serta aksi anarkis lain yang mengatasnamakan Islam terjadi akibat perbedaan pemahaman konsep jihad dan membuat pandangan dunia terhadap Islam menjadi buruk.

    jihad dalam Al Quran tidak harus dimaknai sebagai kekerasan atau peperangan, melainkan upaya menghindarkan penindasan dengan mengedepankan perdamaian.

    Dalam mengkaji Al Quran seseorang dituntut harus mengerti latar belakang serta makna yang sebenarnya, dan umat Islam yang mengerti bahwa jihad merupakan seruan untuk berperang telah salah paham terhadap pengertian jihad itu sendiri,

    Islam seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW mengedepankan kesabaran dan perundingan damai dalam segala masalah yang dihadapi umat.

    “Pesan utama jihad adalah menghilangkan penindasan, kebodohan serta hal buruk lain melalui jalan utama perdamaian dan kesabaran, dan perang itu sendiri bukanlah pilihan yang terbaik untuk mencapai perdamaian

    Beberapa saudara muslim yang bertindak radikal harus mengerti bahwa arti perang dalam jihad merupakan jalan terakhir untuk mempertahankan diri dari penindasan setelah mengupayakan perundingan perdamaian.

    Islam mengadakan perang bukan untuk menyerang, namun lebih untuk mempertahankan diri akibat penyerangan atau pelecehan oleh hal lain, dan Islam pun mengajarkan etika berperang dengan baik dan adil, bukan dengan mengedepankan hawa nafsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: