Skip to content

MUSLIM LEBIH MENTAATI TAURAT DAN INJIL, DARI PADA KRISTEN.

Januari 19, 2011

Ditulis oleh : Sabrina Ulfa

 

jesus moslem

 

‘Siapakah yang akan di untungkan dengan disembunyikannya Taurat dan Injil yang asli ? dan Pihak manakah yang paling di rugikan kalau kitab tersebut pada suatu hari dapat terungkap ?

Banyak orang KAFIR tidak percaya bahwa mata rantai perjalanan Agama islam sudah ada sejak dulu, bukan saja pada ajaran nabi Muhammad, bahkan nabi Ibrahim sendiri telah mewasiatkan pada keturunannya dengan tegas bahwa :

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian
pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah
telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam
memeluk agama Islam.” (Al Baqarah:132)

Al-Qur’an menyebut Injil dan Taurat dengan panggilan ‘al kitaab’ suatu gambaran Allah bahwa Injil dan Taurat diturunkan Allah kepada Nabi Isa as dan Nabi Musa as dalam bentuk buku.

“Sungguh Kami (Allah) telah memberikan kitab pemisah (antara yang baik dan yang buruk) kepada Musa dan Harun dan menjadi cahaya serta peringatan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Anbiya:48)

Demikian pula Allah menurunkan Kitab Injil pada nabi Isa ditengah –tengah kaum Bani Israil :

Berkata ’Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Maryam : 30 )

Walau demikian, kenyataanya yang paling mengenaskan adalah orang orang nasrani dan yahudi, sebab kitab mereka sendiri adalah saduran dan modifikasi dari kitab –kitab yang sudah di turunkan oleh Allah, sehingga terjadi kelucuan sampai saat ini, mengapa? Karena tangan mereka dan otak mereka sangat jahil, suka merubah – rubah firman Allah.

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. (Al Baqarah : 113)

Inilah mata rantai ajaran yang sinkron dan memiliki integritas yang sama dari zaman ke zaman, tapi mengapa manusia tidak pernah berfikir dengan cerdas? Selain otak mereka memang tumpul, juga terlalu kenyang dengan sebuah Doktrin, padahal mata rantai agama ini semata mata adalah petunjuk yang “hak” dari Allah sejak jaman dahulu kala.

Muslim menyembah Allah, sebagaimana Musa dan Yesus juga menyuruh menyembah Allah, bahkan Iblis di suruh menyembah Allah.
“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Muslim bersyahadat “Laa Ilaaha Illallah” (Tiada Tuhan selain Allah)
“Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia” (Markus 12: 32)

Muslim menghormati Yesus sebagai utusan Allah, pengakuan yesus pun demikian “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan” (Yohanes 12 : 49)

Muslim setiap masuk rumah selalu mengucapkan « assalamualaikum, demikian juga dengan yesus menganjurkan memberikan salam sebelum memasiki rumah orang.
Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. (13) Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.(Matius 10 : 12)

Muslim menjalankan hukum Taurat sebagaimana Musa dan Yesus
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.(Matius 5 : 17)

Ketika Muslim masuk rumah Ibadah selalu melepas alas kaki, hal ini di lakukan juga oleh Nabi Musa ketika menerima Firman di bukti Thurizina.

Muslim selalu melaksanan Ibadah Qurban sebagaimana Ibrahim Melaksanakan Qurban,
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.( Kejadian 22: 13)

Muslim dan seperti nabi nabi lain, dalam menjalankan ibadah selalu bersujud demikian pula yang dilakukan olrh yesus ketika sedang berdoa :
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”( Matius 26:39)

Muslim dalam menjalankan ibadah kebanyakan menggunakan Jubah kebesaran ulama, sebagaimana juga dengan Yesus selalu menggunakan Jubah
” Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. (21) Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”(Matius 9 : 20)

Ketika Muslim mendengar saudara atau kerabatnya mendapat musibah, maka mengucapkan kalimah “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un” (semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya) demikian juga dengan yesus sendiri mengucapkan hal yang sama.
“Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.(Yohanes 13 : 3)

Dalam berbuat kebajikan atau hendak melakukan janji, muslim selalu mengucapkan “Insya Allah” (jika Allah berkehendak), demikian pula dengan Yesus selalu mengatakan :
Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. (Roma 1:10)

Muslim membantah penebusan dosa, sama seperti ajaran para nabi nabi terdahulu, bahwa hanya Allahlah yang akan mengampuni dosa manusia, demikian juga Yesus menentang penebusan dosa :
“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.(Hosea 13 : 20)

Semua muslim apabila meninggal dunia, selalu di kafani sebagaimana sama seperti Yesus pada saat meninggal pun menggunakan kain kafan :
“Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.(Markus 15 : 46)”

Sebagaimana ajaran nabi Ibrahim tentang lelaki keharusan di sunatkan, semua muslim pasti disunat demikian juga dengan ajaran Yesus sendiri di sunatkan.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2 : 21)

Muslim mengharamkan babi dan bangkai binatang darat, sebagaimana Yesus juga melarang makan babi.
Demikian juga babi hutan (Revisi, dari babi menjadi babi hutan) karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu (8) Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.(Imamat 11 : 7)

Muslim memiliki hukum di dunia bagi mereka yang membunuh, mencuri, berzina, mabuk, judi, dan lain-lain. Seperti Taurat dan Injil (lihat kesamaan isi Taurat dan Al-Qur’an).

Kalau Kita cermati, sesungguhnya ada benang merah antara Turat – Injil – Alquran, dan ketiga kitab ini berasal dari Allah, tapi mengapa umat Kristen tidak mau mentaati alkitabnya? bahkan antara alkitab sebagai Firman Tuhan dan pelaksanaanya sangat betolak belakang?

3 Komentar leave one →
  1. Ismail Hidayah permalink
    Mei 18, 2011 3:23 pm

    ahsan.. very ahsan ya akhi

  2. April 30, 2015 1:58 pm

    Sesuai dengan judulnya mengenai Muslim lebih mentaati Taurat. Secara pribadi Saya belum pernah menemukan Kitab Taurat di penerbit Islam. Mungkin ada yang bisa memberitahukan alamat toko dan penerbitnya. Saya hanya pernah menemukan kitab Zabur terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 2010. Bahkan dalam perjalanan saya ke Eropa dan Amerika hanya menemukan Kitab Taurat Versi Kristen.

  3. April 30, 2015 2:32 pm

    Roma 1:10 adalah perkataan Paulus bukan perkataan Yesus
    Matius 26:39, Kebudayaan sembahyang sambil sujud sudah dilakukan orang Yahudi jauh sebelum terjadi pengungsian ke Yudea. Yang saat itu kebudayaan Arab belum ada. Gerakan Sujudnya mirip sholat tetapi tidak memiliki kiblat.
    Di Alkitab tidak ada ayat Hosea 13:20, karena Hosea pasal 13 hanya sampai ayat 16. kafan tidak bisa dikatakan budaya Islam karena di jaman Yusuf Arimatea (tentang kafan). Yusuf Arimatea sendiri adalah Majelis Besar Sanhendrin, yaitu tempat legislatifnya orang Yahudi. Berdasarkan catatan tua Midrash sunat sudah ada sejak abraham dan dijadikan hukum Yahudi jadi boleh dibilang ini adalah budaya Yahudi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: