Skip to content

ALAM AKHIRAT DALAM AL QUR’AN.

September 1, 2010

PERUMPAMAAN KEPASTIAN TERJADINYA KEBANGKITAN.

Hari kebangkitan, dibangkitkannya manusia dari kubur, seperti halnya Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Allah membangkitkan semua manusia seperti menciptakan dan membangkitkan satu jiwa manusia. Hal ini sangatlah mudah bagi Allah.

Seluruh manusia ini akan berbeda-beda keadaanya waktu dibangkitkannya nanti, perbedaan itu amat besar dan mencolok sekali dan ini adalah mengingat amalan-amalan yang mereka lakukan di dunia sekarang ini. Maka barang siapa yang benar kepercayaannya dan baik pula amal perbuatannya, juga suci jiwa dan hatinya, maka itulah yang tersempurna tubuh dan ruhnya. Sebaliknya barang siapa yang buruk amal perbuatannya dan salah atau rusak kepercayaannya, maka itulah orany yang tidak sempurna keadaan tubuh dan ruhnya.

>>Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan Rahmat-Nya(hujan), hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau kesuatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu, Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan, seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.  7:57 (Al A’raaf:57)

>>Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

>>Dan Kami menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (43:11 Az Zukhruf:11)

>>Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha melihat. (31:28 Luqman:28)

Maksudnya: menciptakan manusia dan membangkitkan mereka lagi pada hari kiamat adalah amat mudah bagi Allah SWT.

TENTANG APAKAH MEREKA SALING BERTANYA-TANYA.

Mereka bertanya2 tentang berita besar, apakah berita besar itu? yaitu tentang hari berbangkit, orang-orang kafir menyanggahnya dengan mengatakan tidak dan mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.

QAAF. Demi Al Qur’an yang sangat mulia (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri, maka berkatalah orang kafir : “Ini adalah suatu yang ajaib, apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (akan kembali lagi?). itu adalah suatu pengembalian yang mungkin.

Dalam Firman-Nya ( S.Al Anbiyaa:1-3)

>>Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari pada-Nya)

>>Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur’an pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main.

>>(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang itu tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu. padahal kamu menyaksikannya.

-yang dimaksud sihir itu adalah Al Qur’an.

- yang dimaksud seorang laki-laki oleh orang kafir itu adalah Muhamad saw., sebagai penghiaan mereka terhadapnya.

Dalam Firman-Nya (S. Qaaf :1-5)

>>Qaaf demi Al Qur’an yang sangat mulia.

>>(mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir : “ini adalah suatu yang amat ajaib”.

>>Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.

>>Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang di hancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yg memelihara (mencatat)

>>Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.

Walaupun orang2 kafir itu tidak mempercayai karena, tubuh mereka telah hancur oleh bumi yang telah menjadi tulang brlulang yang hancur lumat. tidak ada sesuatu kejadian yang tidak mungkin bagi Allah, itu sangatlah mudah. Dan Allah mempunyai kitab pemelihara (mencatat). yang akan di perlihatkan setelah mereka di bangkitkan.

Dalam Firman-Nya(S. Al Qiyaamah:1-5)

>>Aku bersumpah demi hari kiamat,

>>Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesal (dirinya sendiri)

>>Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya.

>>Bukan demikian, Sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

>>Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.

Maksud dari ayat kedua adalah menyesali diri: mengapa ketika hidup di dunia tidak berbuat kebaikan lebih banyak lagi, ketika tahu akan balasannya, apalagi jika ia berbuat jahat.

Dalam Firmannya (S. An Nazi’at : 10-14)

>>Orang-orang kafir berkata : “apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula.

>>Apakah akan di bangkitkan juga apabila kami telah menjadi tulang belulang. yang hancur lumat?

>>Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja.

>>Maka dengan serta merta mereka hidup kembali dipermukaan bumi.

Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian.

Begitulah orang2 yang mengingkari hari berbangkit, hanya karena mereka masih bodoh tentang keagungan Tuhan, tidak menyadari benar2 Kekuasaan-Nya. Allah Ta’ala adalah yang menghidupkan mereka pada pertama kalinya lalu mematikan mereka setelah itu.

Dialah (Allah) adalah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya lagi dan ini adalah lebih mudah untuk dilaksanakannya bagi Allah. Dia mempunyai sifat yang amat Tinggi di langit dan di bumi dan Dia adalah Maha Mulia dan Bijaksana. (S. Rum 27)

Muslim meriwayatkan dari Jabir, katanya: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ” Setiap hamba itu dibangkitkan nanti menurut apa yang ia mati dengannya”.

maksudnya ialah jikalau matinya itu dengan penuh kebaikan maka dibangkitkan nanti itupun dalam keadaan baik pula, sedang jikalau matinya dengan penuh keburukan maka dibangkitkannya nantipun dalam keadaan buruk dan ngeri.

Dalam Firman-Nya (S. Al Waaqi’ah: 42-56)

>>Dalam siksa air yang amat panas, dan air panas yang mendidih.

>>Dan dalam naungan asap yang hitam

>>Tidak sejuk dan tidak menyenangkan’

>>Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.

>>Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.

>>Dan mereka selalu mengatakan:”Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

>>apakah bapak-bapak kami yang terdahulu juga?

>>Katakanlah:”Sesungguhnya orang-orang terdahulu dan orang=orang yang terkemudian.

>>Benar-benar akan dikumpulkandi waktu tertentu pada hari yang di kenal.

>>Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan.

>>Benar-benar akan memakan pohon zaqqum ( pohon yg ada di dineraka)

>>Dan akan memenuhi perutmu dengannya.

>>Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas

>>Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum

>>itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.

Ya Allah bangunkanlah agamaku yang menjadi pegangan segala urusanku, bangunkanlah duniaku yang menjadi tempat penghidupanku (pencarianku) bangunkanlah akhirat yang menjadi tempat pulang bagiku, jadikanlah hidupku menjadi tambahanku untuk segala amal kebaikan, dan jadikanlah kematianku untuk beristirahat dari kejahatan. ( HR. Muslim dari Abu Huroirah)

Setiap diri itu tergadai karena perbuatannya

Melainkan golongan kaum kanan.

Didalam taman-taman surga, mereka akan tanya menanya

antara satu dengan yang lainnya

Yaitu tentang orang-orang yang berdosa

Apakah yang membawa kamu semua masuk neraka Saqar?

Mereka menjawab:”Kita tidak termasuk golongan orang-orang

yang mengerjakan sembahyang”.

Dan kita tidak suka memberikan makanan kepada orang miskin

Dan kita gemar bercakap=cakap yang kosong bersama-sama

dengan orang yang suka bercakap-cakap kosong

Juga kita semua mendustakan akan tibanya hari pembalasan

Sampai datanglah pada kita waktu kepastian (kematian)

Oleh sebab itu, maka tidak bergunalah kepada mereka syafa’atnya orang-orang yang memberikan syafa’at.

(S. Mudatstsir: 38-48)

Dan tidak ada suatu balasanpu bagi seseorang melainkan apa yang dilakukannya sendiri. Dan bahwa hasil usahanya itu nanti akan di lihatnya.

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 735 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: